Selasa, 05 Juni 2018

Memilih Pilihan yang Sebenarnya Tidak Perlu Dipilih

Barusan ketemu senior yang sekarang aktif sebagai influencer politik anak muda. Dimana saya berkaca banyak dari sosoknya. Proses beliau belajar tanpa henti dari kehidupan, terus berpikir untuk meluaskan wawasan dan pandangan.

Orang yang ngeracunin saya dengan ideologi, pemikiran, ide, gagasan gila nya, sebagai individu maupun makhluk sosial. Sampe pernah kena marah temennya sendiri, karena kalau ngobrol kebablasan temennya takut kita jadi 'keracunan' beneran.

Mantan 'hampir' atheis yang sekarang jadi pengagum Gus Dur, Gus Mus dan Cak Nun. Yang selalu pesen, banyak baca buku dan banyak berteman, kurangi garis belenggu yang membatasi pikiran.

Salah satu omongannya tadi yang saya ingat, "Dalam hidup itu sbenernya kita nggak punya pilihan.
Kalau kita bener-bener punya pilihan, disaat kita milih, waktu akan berhenti. Tapi ini kan nggak, waktu tetap berjalan. Mau nggak mau skenario takdir lah yang berbicara. Itulah kuasa Tuhan.
Tuhan cuma pingin tau sejauh mana kita berusaha."

Well, kalau kita nggak berusaha, bakalan kayak mayat yang dipaksa hidup. Tidak ada jejak eksistensi nya. Tenggelam oleh sejarah begitu saja.

*Kemudian semalem ada yang nambahin, "Sejauh mana kita berusaha utk merubah takdir itu jd lebih baik.." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar