Rabu, 28 Februari 2018

HEADLINE REPUBLIKA : BNN Ungkap TPPU Rp 6,4 Triliun Hasil Perdagangan Narkoba



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 6,4 triliun. Uang tersebut diketahui sebagai hasil penjualan narkotika jaringan paling terkenal se-nusantara, yakni jaringan Freddy Budiman.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan, kasus ini bermula dari informasi hasil pemeriksaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan menemukan adanya transaksi mencurigakan sebesar Rp 6,4 triliun.
"Kita mengindikasi dana tersebut berasal dari pencucian uang dari jaringan narkoba," ujar Arman di kantor BNN Pusat, Rabu (28/2).
Lebih lanjut ia menjelaskan, indikasi tersebut semakin menguat setelah BNN menangkap tiga tersangka yakni Devy Yuliana, Hendi Romli, dan Frendi Heronusa, yang menjalankan aliran dana hasil penjualan narkoba tersebut. Ketiganya ditangkap pada Februari 2018 ini.

Bersyukur Terus (Eksistensi Tuhan)

Semenjak berada di bangku kuliah, seringkali mendapatkan pertanyaan2 dari beberapa kawan seputar eksistensi Tuhan.

Di titik ini, saya merasa bersyukur terlahir di lingkungan religius, dimana sejak kecil saya sudah diajak untuk melihat kebesaran-Nya.

Di titik ini pula, menurut saya penting sekali untuk menanamkan pendidikan agama sejak dini. Sehingga ketika sudah dewasa, kita tidak perlu lagi sibuk mempertanyakan dan mencari Tuhan. 

Kita hanya butuh untuk menata hati, serta semakin berusaha mendekat kepada-Nya.

Selasa, 27 Februari 2018

HEADLINE KOMPAS : KPU Jateng Targetkan Paritisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 77,5 Persen

Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi Jateng, Diana Arianti ditemui saat sosialisasi KPU Jateng Goes to Campus di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/2/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menargetkan 77,5 persen tingkat partisipasi pemilih pada penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018. Target itu diyakini tercapai karena sosialisasi sudah dilakukan.

"Kalau bicara target partisipasi pemilih Pilkada Serentak 2018 kami mengacu KPU pusat 77,5 persen," kata Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi Jateng, Diana Arianti ditemui saat sosialisasi "KPU Jateng Goes to Campus" di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/2/2018).

Jadi LO-nya Idola



Berawal sebagai LO Pembicara Kak Iqbal sama Kak Herik buat acara organisasi, jemput di stasiun, terus ngobrol-ngobrol seharian.

Di hari-hari berikutnya keliling Semarang, jalan kaki muterin Kota Lama, Lawang Sewu, Tugu Muda, buka puasa di Pecinan Semawis, sampe spontan melipir sahur di Solo. Bahkan kita sampe tersesat masuk ke dalem keraton di pagi buta, hahaha.

Berasa udah kayak kenalan lama, berhari-hari sama mereka kagak pernah bosen. Selalu spontan nentuin arah jalan-jalan, karena yang dicari itu 'momen' nya, bukan dimananya.

For the first time in my life.. Menemukan orang-orang yang satu pemikiran, satu passion.

Diskusi tentang agama, politik, filsafat, tulisan2 Pramoedya Ananta Toer, penyuka bangunan tua, sama2 pengagum Gus Dur, penyuka lagu lawas nya Frank Sinatra, Julie London, lagu Prancis Carla Bruni, dan masih banyak lagi..
iya, beneran banyak banget, hahahaha..

For the first time in my life..
Bisa jadi diri sendiri, yang bener-bener diri sendiri. Karena kita sama-sama menghargai perbedaan, sama-sama saling belajar.

Santai.. Tanpa 'tedeng aling-aling', tanpa kekhawatiran. Nggak perlu takut dinyinyirin, dibilang sombong, sok pinter, atau disebut liberal bahkan komunis (padahal bersebarangan, tapi kok di cap dua2nya, wkwkwkwk)

Nggak tau lagi sih harus ngomong apa.
Amazed, kagum, dan bahagia bisa kenalan, saling bertukar pikiran sama mereka berdua. Wawasannya luas dan nggak terjebak dalam batasan-batasan sosial yang ada.

Disini malah aku nya yang belajar banyak dari kak Iqbal sama kak Herik. Makasih lohhh..

*ps : yang foto di belakang nggak termasuk yeeeyy, dia mah sopir hahahaha
nggak deng, canda hehe*


Senin, 26 Februari 2018

HEADLINE REPUBLIKA : Dubes: Perlindungan WNI Perlu Data Akurat



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar RI di Islamabad, Pakistan Iwan Amri mengatakan pihaknya akan hadir di kantong-kantong warga negara Indonesia (WNI) di Pakistan dan memanfaatkan layanan pos dan media sosial untuk menjangkau WNI.

Pendataan secara akurat WNI oleh Perwakilan RI adalah syarat mutlak bagi perlindungan WNI yang efektif, kata Dubes Amri, dalam keterangan pers KBRI Islamabad, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (26/2).

Sibuk DesMit

Foto Vania Abdulbar.

Dua minggu di awal bulan Mei, 2017, sebagai Tim Pengabdian Masyarakat disibukkan dengan persiapan acara Grand Opening Desa Mitra Undip yang alhamdulillah sudah sukses terlaksana kemarin. Ya, hanya dalam kurun waktu dua minggu wkwkwk.

Stress bikin rundown yang bolak-balik kena revisi (bahkan sampe pas acara masih berubah karena permintaan rektorat), kesel gara2 jadi korban birokrat alay gaya orde baru, kurang tidur tiap hari, sampe kudu bolak balik Semarang-Kudus 3 kali dalam seminggu. Padahal tempatnya bukan di Kudus kota, tapi di daerah pelosok yang jauh dari pusat keramaian.

Kemudian dari Sabtu sudah stay di Rejosari buat check tempat dan prepare buat acara. Bangunan aula balai desa yang baru jadi, penuh debu di sana-sini, disulap menjadi ruang pertemuan yang bersih dan wangi hanya dalam semalam.

Namanya juga mahasiswa, tetep harus memenuhi kewajiban. Ya.. Sambil menata dan membersihkan tempat, masih aja nyempetin buat ngerjain laporan, makalah, dan tugas-tugas negara lainnya. Tepat tengah malam persiapan baru selesai dan alhamdulillah diperbolehkan menginap di rumah warga, jadi bisa mandi, hehe.

Besoknya, langsung eksekusi.. Dan sekali lagi ALHAMDULILLAH acara berjalan dengan lancar. Pengorbanan selama ini terbayar sudah *terharu*

Nyesel? Nggak sama sekali, bahkan pingin lagi.. Karena setiap momen pengabdian selalu memberikan kebahagiaan.

Siap-siap buat acara baru lagi nih, udah H-11... Jadi, lemburnya masih bakal diterusin

Foto Vania Abdulbar.

Foto Vania Abdulbar.

Foto Vania Abdulbar.

Foto Vania Abdulbar.

Minggu, 25 Februari 2018

HEADLINE KOMPAS: Pengamat Menilai, Kemenhub Terlalu Istimewakan Pengemudi Taksi Online

Ilustrasi taksi online

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai Kementerian Perhubungan terlalu mengistimewakan pengemudi taksi online dalam penerapan uji KIR dan kepemilikan SIM A Umum.

"Terlalu mengistimewakan angkutan sewa khusus yang kontribusinya belum seberapa dibanding angkutan umum reguler," kata Djoko kepada Kompas.com, Minggu (25/2/2018).

Sabtu, 24 Februari 2018

(REVIEW) Renungan Qur'ani, kumpulan catatan seorang santri Mekkah

"Yakinlah. Al-Qur'an tak akan pernah memberimu sesuatu yang tak berarti. Ia pasti memberimu sesuatu yang terbaik untuk diri kita!"

HEADLINE KOMPAS: Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat diabadikan di acara We The Youth di Gedung Petfilman H. Usmar Ismail (PPHUI) di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/2/2018).

Jelang pertandingan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan melakukan pengecekan langsung ke Danau Sunter, Jakarta Utara. Hal itu diungkapkan Susi saat ditemui di acara We The Youth di Pusat Perfilman H Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/2/2018). 

Jumat, 23 Februari 2018

(REVIEW) Bumi Manusia, bagian pertama Tetralogi Pramoedya Ananta Toer

Foto Vania Abdulbar.
"Cerita, ...., selamanya tentang manusia, kehidupan-nya, bukan kematiannya. Ya, biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa atau hantu. Dan tak ada yang lebih sulit difahami daripada sang manusia.... jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar pengelihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput."
-Pramoedya Ananta Toer
Roman Tetralogi Buru, bagian pertama; Bumi Manusia, sebagi periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

HEADLINE JAWAPOS: Kapal Ikan Asing di Perairan Kepri Diduga Bawa Sabu 3 Ton

Sabu 1 Ton
Jawapos.com - Kapal ikan Win Long BH2998 asal Taiwan yang berhasil diamankan tim gabungan Polri dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat (23/2) sore, saat ini tengah diperiksa. Dari informasi awal yang diterima tim gabungan, jumlah sabu diperkirakan mencapai sekitar 3 ton.

Kamis, 22 Februari 2018

(Review) Film Guru Bangsa : Tjokroaminoto


Kangen sama film ini, tapi karena belum ada di toko kaset maupun Gan**l, jadi sembari menahan rindu aku memilih untuk kembali mengingat-ingat film tersebut dengan cara menyalin review yang aku buat (yang  aku posting di facebook), sesaat setelah nonton bareng adek beberapa waktu lalu. :)
Let's check this #Throwback out :

HEADLINE SUARA MERDEKA: Industri Kreatif Sumbang 850 triliun PDB Nasional


JAKARTA, suaramerdeka.com- Pada era Pemerintahan Jokowi-JK, Ekonomi Kreatif Indonesia telah menyumbang lebih dari 850 trilun kepada PDB Nasional, dan secara tren menunjukkan angka yang terus meningkat. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, saat membuka Diskusi Panel tentang Royalti Hak Cipta bagi Para Musisi dan Penyanyi di Indonesia, di DPP Golkar, Jl Angrek Nelly, Jakarta, Kamis (22/2).

Rabu, 21 Februari 2018

HEADLINE JAWAPOS : MUI Yakin Kasus Penyerangan Ulama Direkayasa

Ketua MUI Din Syamsuddin

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai sejumlah kasus penyerangan terhadap ulama dalam kurun waktu tiga bulan terakhir seperti direkayasa. Apalagi disebut-sebut pelakunya mengalami gangguan jiwa.
"Di kalangan umat Islam muncul persepsi ini tidak berdiri sendiri tetapi rekayasa sistematis. Itu pendapat resmi institusi MUI. Saya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan juga menyampaikan hal serupa. Ini logika kami," ujar Ketua MUI Din Syamsuddin di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta, Rabu (21/2).

(Review) Hujan Bulan Juni, Sepilihan Sajak oleh Sapardi Djoko Damono

DALAM DOAKU
dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Selasa, 20 Februari 2018

Perjalanan via Kereta Semarang-Surabaya


Rencana perjalanan malam itu dimulai ketika beberapa hari sebelumnya ummi telpon dan meminta anaknya untuk pulang sebentar. Mau tidak mau saya pun mengiyakan, karena memang ada kewajiban dengan adanya acara 1000 hari meninggalnya mbah perempuan saya.
Ternyata kali itu saya sedang tidak beruntung. Semua tiket kereta pada hari Jum’at menuju Kediri ataupun kota terdekat seperti Jombang dan Kertosono habis, sebelum akhirnya teringat kalau hari itu bertepatan dengan liburan Imlek. Sepertinya saya terlalu rajin kuliah, sampai lupa kalau ada tanggal merah. Hahaha..

HEADLINE REPUBLIKA : MUI Duga Ada Perancang Skenario Teror Terhadap Ulama



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan, ada pihak-pihak yang merancang skenario dengan niat tidak baik terkait teror terhadap ulama. Skenario itu, baik itu berupa penyiksaan, intimidasi, pembunuhan, dan lainnya.

"MUI menduga ada rekayasa jahat yang bertujuan ingin membuat kekacauan dan konflik antarelemen masyarakat dengan memanfaatkan momentum tahun politik," kata Zainut di Jakarta, Selasa (20/2).

Senin, 19 Februari 2018

Cantik adalah 'State of Mind'

Kali ini saya akan membagikan tulisan Ulil Abshar Abdalla tentang 'cantik' yang menurut saya menarik dan perlu untuk dipikirkan secara mendalam bagi para wanita. >>>


Cantik adalah "state of mind"

Ada perempuan-perempuan tertentu yang sebetulnya tak terlalu cantik, tetapi karena lihai memilih kombinasi warna dan model baju, juga jenis make up yang "empan papan" alias kontekstual, dia menjadi cantik luar biasa.

Di tepi lain, ada juga perempuan yang secara fisik sebetulnya cantik, tetapi tak cukup pandai memahami konsep pakaian yang tepat, lalu kecantikan alamiahnya tak "shine out", tidak cemlorot keluar.

Ada yang sukses menggabungkan keduanya, dan jadilah ia bidadari yang memukau.
Kesimpulan saya sekarang sudah mantap. Semoga ndak berubah sampai saya tua nanti.
Yaitu: bahwa kecantikan sejatinya bukanlah kata benda, tetapi kata kerja. Kecantikan adalah usaha menjadikan diri seseorang tampak cantik. Sebuah proses. Sebuah perjuangan yang melibatkan juga filosofi hidup.

Jadi, cantik itu adalah "state of mind", bukan semata-mata warisan dari orang-tua.
Yang mendukung pernyataan ini, silahkan membubuhkan tanda-tangan.

Saya garis bawahi kalimat "Sebuah perjuangan yang melibatkan juga Filosofi Hidup."


Perubahan dalam memperbaiki kualitas diri pun, menurut saya berpengaruh sekali. Meskipun mungkin tidak disengaja, tapi perempuan berkualitas selalu terlihat cantik.

"Brain, Beauty, Behavior"

NB : Saya masih normal kok. Cuman pingin bagi2 tulisan doang, huehue


HEADLINE KOMPAS : Fahri Hamzah Tuding Nazaruddin Bersekongkol dengan KPK


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah usai diskusi soal etika Hakim Mahkamah Konstitusi, di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menuding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin bersekongkol dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Hal ini disampaikan Fahri menanggapi Nazaruddin yang akan melaporkannya ke KPK atas tuduhan korupsi. Fahri mengaku sudah mendengar keterangan Nazaruddin dari sebuah rekaman.

Menurut Fahri, kalimat yang paling banyak Nazaruddin katakan adalah, "Kita serahkan kepada KPK." Kalimat kedua adalah, "Saya paling banyak bantu KPK selama ini." Berikutnya, Nazaruddin juga menyampaikan bahwa dia sudah mengatakan begitu banyak nama untuk ditindaklanjuti KPK. "Nah, disitulah tampak bahwa persekongkolan Nazaruddin dengan KPK sangat dalam," kata Fahri kepada wartawan, Senin (19/2/2018).

Minggu, 18 Februari 2018

Belajar Pentingnya Mempertahankan NKRI lewat Permainan (Patut dicontoh!)


Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan satu macam permainan, yang tidak akan terlupakan seumur hidup.

Ceritanya, satu angkatan dibagi menjadi 4 tim (sekitar 27 orang per tim). Setiap tim, mendapat satu box berisi kartu yang membentuk peta Indonesia, dan harus di susun ulang.

Nah, di game ini, tim satu dengan yang lain boleh mengganggu, bahkan mencuri kartu. Jadi, kekompakan para anggota memang sangat dibutuhkan.

Saat permainan di mulai, kericuhan langsung terjadi. Bahkan saya sampai harus mengeluarkan tendangan dan jurus 'ngawur', karena suasana benar-benar tidak terkontrol, hahaha. Ada salah satu teman saya yang berbadan jumbo, yang ditugaskan sebagai 'perusuh' tim lain. Tak perlu bersusah payah, dia hanya perlu menjatuhkan badannya ke tim lawan, maka hancurlah pagar hidup, penyusun, sekaligus peta Indonesia yang hampir jadi. Hiks..

Setelah sekitar beberapa puluh menit berselang, game pun selesai. Kondisi kami? Babak belur, itu sudah pasti.

Kemudian, dosen kami maju ke tengah untuk menyampaikan materi. Beliau langsung bertanya, "Sulit kan menjaga keutuhan Indonesia?"

Kami pun mengangguk, menunduk sambil terdiam, merenungi kalimat beliau.

"Makanya, jangan gampang protes. Jangan gampang bilang, turunkan Jokowi! Turunkan Ahok! Turunkan Risma!", ujar beliau sambil menatap mata kami satu persatu.

"Yang terpenting itu.. Kamu sudah melakukan apa? Karya apa yang sudah kamu berikan untuk bangsa kamu, Indonesia?"

Rasanya seperti tertampar bolak-balik. Ketika kami hanya bisa mengkritik, tanpa sadar bahwa sebenarnya justru kami yang tidak berkontribusi apapun demi kemajuan bangsa kami tercinta, Indonesia.

Semoga rahmat Tuhan selalu menyertai Indonesia dan kita semua, Hidup Indonesia!!

HEADLINE REPUBLIKA : Ini Penyebab Penyelundupan Narkoba Masih Marak



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) belakangan ini kerap membendung upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional terutama dari Malaysia dan Cina menuju Indonesia. Kejadian ini berulang kali terjadi, meskipun sudah ada kerangka kerja sama internasional, misalnya Joint Declaration of Drug Free Asean.

Koordinator Indonesia Narcotic Watch (INW) Josmar Naibaho menilai, kerangka kerja sama semacam itu tidak menjamin terhentinya arus narkoba dari jaringan internasional menuju Indonesia. "Sepanjang permintaan tinggi dan margin keuntungan yang tinggi pula, maka upaya penyelundupan selalu ada," kata dia pada Republika.co.id, Ahad (18/2). 

Sabtu, 17 Februari 2018

Being Nice Cost You Nothing


Ini mungkin salah satu hal sensitif untuk saya tulis, tapi saya tau ini penting untuk dishare.

Saya punya beberapa teman yang depresi dan ingin melakukan bunuh diri. Pasti banyak yang berpikir, "Kayak nggak punya Tuhan aja, makanya ngaji, percaya sama Tuhan. Dosa, neraka seumur hidup! "

I was like that as well. But, peristiwa ini merubah cara pandang saya. Karena salah satu dari mereka, adalah orang yang sangat religius. So, ternyata depresi bisa datang kepada siapa saja, tanpa pandang bulu.

Saya tau teman2 saya ini berada dalam bahaya, saya pun melakukan konsul dengan dosen dan yang orang2 yg pernah mencegah maupun mengalami. 

HEADLINE KOMPAS : Cak Imin Didorong Jadi Cawapres Jokowi, Ini Kata PDI-P


Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan sejumlah pengurus GP Ansor, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin didorong kader partainya untuk mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai Cawapres pada Pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa setiap partai ada kecenderungan mendorong kepemimpinan dari dalam partainya.

"Tentu Cak Imin, ya wajar, ketua umum dicalonkan oleh parpolnya masing-masing," ujar Hasto di Jakarta, Sabtu (17/2/2018).