
Berawal sebagai LO Pembicara Kak Iqbal sama Kak Herik buat acara
organisasi, jemput di stasiun, terus ngobrol-ngobrol seharian.
Di hari-hari berikutnya keliling Semarang, jalan kaki muterin Kota
Lama, Lawang Sewu, Tugu Muda, buka puasa di Pecinan Semawis, sampe spontan
melipir sahur di Solo. Bahkan kita sampe tersesat masuk ke dalem keraton di
pagi buta, hahaha.
Berasa udah kayak kenalan lama, berhari-hari sama mereka kagak
pernah bosen. Selalu spontan nentuin arah jalan-jalan, karena yang dicari itu
'momen' nya, bukan dimananya.
For the first time in my life.. Menemukan orang-orang yang satu
pemikiran, satu passion.
Diskusi tentang agama, politik, filsafat, tulisan2 Pramoedya Ananta
Toer, penyuka bangunan tua, sama2 pengagum Gus Dur, penyuka lagu lawas nya Frank
Sinatra, Julie London, lagu Prancis Carla Bruni, dan masih banyak lagi..
iya, beneran banyak banget, hahahaha..
iya, beneran banyak banget, hahahaha..
For the first time in my life..
Bisa jadi diri sendiri, yang bener-bener diri sendiri. Karena kita sama-sama menghargai perbedaan, sama-sama saling belajar.
Bisa jadi diri sendiri, yang bener-bener diri sendiri. Karena kita sama-sama menghargai perbedaan, sama-sama saling belajar.
Santai.. Tanpa 'tedeng aling-aling', tanpa kekhawatiran. Nggak
perlu takut dinyinyirin, dibilang sombong, sok pinter, atau disebut liberal
bahkan komunis (padahal bersebarangan, tapi kok di cap dua2nya, wkwkwkwk)
Nggak tau lagi sih harus ngomong apa.
Amazed, kagum, dan bahagia bisa kenalan, saling bertukar pikiran sama mereka berdua. Wawasannya luas dan nggak terjebak dalam batasan-batasan sosial yang ada.
Amazed, kagum, dan bahagia bisa kenalan, saling bertukar pikiran sama mereka berdua. Wawasannya luas dan nggak terjebak dalam batasan-batasan sosial yang ada.
Disini malah aku nya yang belajar banyak dari kak Iqbal sama kak
Herik. Makasih lohhh..
*ps : yang foto di belakang nggak termasuk yeeeyy, dia mah sopir
hahahaha
nggak deng, canda hehe*
nggak deng, canda hehe*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar