Selasa, 27 Februari 2018

Jadi LO-nya Idola



Berawal sebagai LO Pembicara Kak Iqbal sama Kak Herik buat acara organisasi, jemput di stasiun, terus ngobrol-ngobrol seharian.

Di hari-hari berikutnya keliling Semarang, jalan kaki muterin Kota Lama, Lawang Sewu, Tugu Muda, buka puasa di Pecinan Semawis, sampe spontan melipir sahur di Solo. Bahkan kita sampe tersesat masuk ke dalem keraton di pagi buta, hahaha.

Berasa udah kayak kenalan lama, berhari-hari sama mereka kagak pernah bosen. Selalu spontan nentuin arah jalan-jalan, karena yang dicari itu 'momen' nya, bukan dimananya.

For the first time in my life.. Menemukan orang-orang yang satu pemikiran, satu passion.

Diskusi tentang agama, politik, filsafat, tulisan2 Pramoedya Ananta Toer, penyuka bangunan tua, sama2 pengagum Gus Dur, penyuka lagu lawas nya Frank Sinatra, Julie London, lagu Prancis Carla Bruni, dan masih banyak lagi..
iya, beneran banyak banget, hahahaha..

For the first time in my life..
Bisa jadi diri sendiri, yang bener-bener diri sendiri. Karena kita sama-sama menghargai perbedaan, sama-sama saling belajar.

Santai.. Tanpa 'tedeng aling-aling', tanpa kekhawatiran. Nggak perlu takut dinyinyirin, dibilang sombong, sok pinter, atau disebut liberal bahkan komunis (padahal bersebarangan, tapi kok di cap dua2nya, wkwkwkwk)

Nggak tau lagi sih harus ngomong apa.
Amazed, kagum, dan bahagia bisa kenalan, saling bertukar pikiran sama mereka berdua. Wawasannya luas dan nggak terjebak dalam batasan-batasan sosial yang ada.

Disini malah aku nya yang belajar banyak dari kak Iqbal sama kak Herik. Makasih lohhh..

*ps : yang foto di belakang nggak termasuk yeeeyy, dia mah sopir hahahaha
nggak deng, canda hehe*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar