Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan satu macam permainan,
yang tidak akan terlupakan seumur hidup.
Ceritanya, satu angkatan dibagi menjadi 4 tim (sekitar 27 orang
per tim). Setiap tim, mendapat satu box berisi kartu yang membentuk peta
Indonesia, dan harus di susun ulang.
Nah, di game ini, tim satu dengan yang lain boleh mengganggu,
bahkan mencuri kartu. Jadi, kekompakan para anggota memang sangat dibutuhkan.
Saat permainan di mulai, kericuhan langsung terjadi. Bahkan saya
sampai harus mengeluarkan tendangan dan jurus 'ngawur', karena suasana
benar-benar tidak terkontrol, hahaha. Ada salah satu teman saya yang berbadan
jumbo, yang ditugaskan sebagai 'perusuh' tim lain. Tak perlu bersusah payah,
dia hanya perlu menjatuhkan badannya ke tim lawan, maka hancurlah pagar hidup,
penyusun, sekaligus peta Indonesia yang hampir jadi. Hiks..
Setelah sekitar beberapa puluh menit berselang, game pun
selesai. Kondisi kami? Babak belur, itu sudah pasti.
Kemudian, dosen kami maju ke tengah untuk menyampaikan materi.
Beliau langsung bertanya, "Sulit kan menjaga keutuhan Indonesia?"
Kami pun mengangguk, menunduk sambil terdiam, merenungi kalimat
beliau.
"Makanya, jangan gampang protes. Jangan gampang bilang,
turunkan Jokowi! Turunkan Ahok! Turunkan Risma!", ujar beliau sambil
menatap mata kami satu persatu.
"Yang terpenting itu.. Kamu sudah melakukan apa? Karya apa
yang sudah kamu berikan untuk bangsa kamu, Indonesia?"
Rasanya seperti tertampar bolak-balik. Ketika kami hanya bisa
mengkritik, tanpa sadar bahwa sebenarnya justru kami yang tidak berkontribusi
apapun demi kemajuan bangsa kami tercinta, Indonesia.
Semoga rahmat Tuhan selalu menyertai Indonesia dan kita semua, Hidup Indonesia!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar