
SURABAYA, KOMPAS.com - Program Keluarga Harapan
(PKH) yang didesain pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginspirasi
dua pasangan cagub dan cawagub Jatim untuk membuat program serupa. Nama PKH
tetap dipakai, hanya tambahan namanya yang berbeda.
Jika pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti
Guntur Soekarno mendesain PKH Super, pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil
Elistyanto Dardak mendesain PKH Plus. PKH Plus dan PKH Super pun menjadi materi
kampanye dua pasangan calon tersebut.
Menurut Gus Ipul, PKH Super yang dijanjikan
menambah beberapa poin layanan penanganan kemiskinan di Jatim, seperti
pemenuhan gizi untuk keluarga miskin, serta pemberian kartu Jatim Sehat untuk
keluarga miskin. "Para janda atau kepala keluarga perempuan juga akan disuntik
modal usaha agar semakin tangguh," kata Gus Ipul, Rabu (7/3/2018).
Sementara itu, PKH Plus ala Khofifah memiliki
tambahan pemberdayaan dan pelatihan keterampilan. Hal itu diyakini akan
mengurangi angka pengangguran sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya
manusia di Jatim.“PKH Plus diikuti pemberdayaan. Ada saatnya warga menerima,
ada saatnya dia harus mandiri,” jelasnya.
Pada Pilkada Jatim, pasangan Gus Ipul - Puti
Soekarno diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDI-P, PKS, dan Partai
Gerindra. Sementara pasangan Khofifah - Emil Elistyanto Dardak diusung Partai
Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasdem, dan
Partai Hanura.
Selengkapnya baca di : https://regional.kompas.com/read/2018/03/07/23443731/kampanye-program-keluarga-harapan-ala-gus-ipul-dan-khofifah.
Selengkapnya baca di : https://regional.kompas.com/read/2018/03/07/23443731/kampanye-program-keluarga-harapan-ala-gus-ipul-dan-khofifah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar