Pagi ini, menemukan tulisan inspiratif di Line. Perempuan
sebagai pilar penting dalam kehidupan, yang memiliki hak untuk dihargai.
"Selama hidupku, aku pernah dipaksa percaya jika perempuan
adalah pihak yang lemah.
Satu pihak yang selalu salah.
Ia disuruh menjadi cantik, kemudian disalahkan ketika orang lain
tertarik.
Ia disuruh menjadi mandiri, kemudian dicibir ketika cukup kuat untuk tidak menggantungkan diri.
Ia disuruh jual mahal, kemudian dihina ketika tak kunjung laku juga.
Ia disuruh cepat menikah, kemudian saat membuka hati malah dikatai murah.
Ia disuruh menjadi mandiri, kemudian dicibir ketika cukup kuat untuk tidak menggantungkan diri.
Ia disuruh jual mahal, kemudian dihina ketika tak kunjung laku juga.
Ia disuruh cepat menikah, kemudian saat membuka hati malah dikatai murah.
Aku pernah melihat seorang perempuan yang memperjuangkan haknya
dihardik, sebab kata mereka perempuan kodratnya hanya menerima.
Menurut mereka, untuk menjadi perempuan;
Kau harus cantik tapi tidak terlalu cantik,
Kau harus pintar tapi tidak terlalu pintar,
Kau harus kuat tapi tidak terlalu kuat,
Kau harus cantik tapi tidak terlalu cantik,
Kau harus pintar tapi tidak terlalu pintar,
Kau harus kuat tapi tidak terlalu kuat,
Kau harus menjadi paket lengkap tapi tidak terlalu lengkap
karena kau hanyalah pelengkap.
Generasi lepas generasi, perempuan tak diberi kesempatan
menentukan pilihannya sendiri. Tak peduli seberapa besar prestasi, dianggap tak
memenuhi kualifikasi.
Perempuan dipaksa percaya jika mereka tak berdaya. Dilabeli
tidak tahu diri ketika hanya ingin lebih berekspresi.
Tak jarang banyak sesama perempuan yang saling merendahkan, melecehkan,
seolah-olah hidup mereka hanya berpusat pada pria. Ikut-ikutan menghina ketika
saudaranya terkena musibah, mau terus disuapi jika perempuan sepatutnya salah.
Sampai kapan perempuan dianggap sebagai individu kelas dua?
Sampai kapan perempuan dianggap sebagai pihak yang kurang berharga?
Sampai kapan perempuan dianggap sebagai pihak yang kurang berharga?
Kiranya kau mampu tetap berani melakukan hal-hal positif yang
kau cintai.
Kiranya kau belum lelah untuk mengubah dunia menjadi lebih baik
lagi,
memulai dari diri sendiri."
Jum'ah Mubarak, Jum'ah Kareem..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar