Kali ini saya akan menceritakan momen jalan-jalan ke Lawang Sewu.
Dahulunya, Lawang Sewu merupakan bangunan yang
berfungsi sebagai kantor perkeretaapian jaman Hindia Belanda atau biasa disebut
dengan Nederlands-Indische Spoorweg
Maatschappij atau NIS. NIS merupakan perusahaan swasta di bidang kereta api, dan
merupakan perusahaan asing pertama yang membangun lintas kereta api di Pulau
Jawa pertama kali, bahkan di Indonesia baru pertama kali. Jalur pertama yang
dibuat melintasi dari Semarang menuju Surakarta dan Jogjakarta sebagian menuju ke Ambarawa. Jalur
tersebut mulai dibuat pada tahun 1867.
Lawang Sewu selain menjadi saksi sejarah perkeretaapian
Indonesia, juga menyimpan sejarah panjang untuk merebut dan mempertahankan
kemerdekaan Indonesia. Pertempuran yang dahsyat tersebut bernama Pertempuran
Lima Hari Semarang yang terjadi pada 15 Oktober 1945 hingga 20 Oktober 1945,
antara rakyat Indonesia dan Militer Jepang. Pada saat itu, Lawang sewu menjadi
benteng pertahanan terakhir pertempuran yang banyak menewaskan pemuda
Indonesia. Untuk mengenang peristiwa heroik dan sangat patriotik, maka
disekitar Lawang Sewu dibangun tugu yang sekarang disebut Tugu Muda. Sesaat
setelah kemerdekaan Lawang Sewu masih digunakan untuk kantor kereta api,
kemudian militer mengambil alih, namun saat ini Gedung Lawang Sewu dikelola
lagi oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dan menjadi bangunan cagar budaya
plus tempat wisata sejarah.
Sebenarnya saya pernah dengar cerita kalau tidak dianjurkan
jalan-jalan malam ke sini. Cuma ya karena bandelnya saya dan memang ada
waktunya jam segitu, toh daripada tidak sama sekali kan.. Hehehe
Suasana nya memang beda dengan saat
di pagi atau siang hari. Meskipun begitu, di saat malam pun Lawang Sewu masih
terlihat indah bagi saya. Saya jadi membayangkan suasana yang terjadi di
kala Lawang Sewu ini masih berfungsi sebagaimana mestinya. Menarik!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar