
JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak peringatan Hari
Kekayaan Intelektual Sedunia yang jatuh setiap 26 April diperingati di Istana
Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).
Untuk peringatan tahun ini, Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM mengusung tema nasional
"Generasi Indonesia yang Inovatif, Kreatif, dan Berkarakter".
Dalam keterangan resminya, DJKI mengungkapan bahwa
pemilihan tema nasional Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tersebut bukan tanpa
alasan.
"Tema yang diangkat tersebut menunjukkan
bahwa Indonesia menyadari perkembangan ekonomi global yang berbasis pengetahuan
dan inovasi merupakan mesin pertumbuhan ekonomi yang utama," seperti
dikutip dari siaran pers DJKI.
Anak-anak muda, kaum milenial, atau istilah
lainnya anak zaman now, menjadi tulang punggungnya. Dengan kreativitas dan
inovasinya, anak-anak muda memiliki potensi besar untuk menggenjot pertumbuhan
ekonomi nasional berbasis pengetahuan dan inovasi.
Saat ini, inovasi dan kreativitas menjadi kunci
keberhasilan dalam pembangunan ekonomi pada era globalisasi. Hal ini juga erat
kaitannya dengan sistem kekayaan intelektual. Menkumham Yasonna Laoly
mengatakan, dalam era globalisasi, negara-negara yang maju adalah mereka yang
mampu memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai motor penggerak ekonomi melalui
inovasi dan kreativitas. Sayangnya selalu ada keluhan-keluhan terkait pelayanan
di bidang Kekayaan Intelektual.
Kini tuntutan pelayanan administrasi pendaftaran
kekayaan intelektual yang lebih cepat dan lebih mudah terjangkau pun muncul.
Kemenkumham lantas menerapkan sistem pendaftaran KI secara online atau
e-filing, untuk pendaftaran paten, merek, dan desain industri. Ini termasuk
sistem online perpanjangan merek dan pencatatan ciptaan.
Selain itu,
ada pula untuk sertifikat paten, merek dan desain industri telah diterapkan
digital signing dengan sistem barcode. Indonesia juga telah menerapkan Patent
Cooperation Treaty atau PCT yang merupakan sistem pendaftaran internasional
untuk Paten dan telah menerapkan sistem Madrid Protocol yang merupakan sistem
pendaftaran internasional untuk merek.
Diharapkan dengan segala kemudahan itu maka tak
ada lagi cerita sulit mendaftarkan produk hasil kreativitas dan inovasi sebagai
hak kekayaan intelektual. Pada peringatan puncak Hari Kekayaan Intelektual
Sedunia di Istana Negara, beberpa anak muda pun mendapatkan penghargaan atas
karyanya.
Muhammad Husein menerima WIPO Schoolchildren’s
Trophy. Siswa SMAN 1 Ponorogo itu diberikan penghargaan karena mengalahkan 300
peserta lainnya dari seluruh dunia dalam lomba desain medali untuk Youth
Olympic 2018 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2018 di Argentina.
Sementara itu Marvel Gracia, menerima anugerah
nasional kekayaan intelektual untuk Kategori Siswa Inovatif dan Kreatif di
bidang Hak Cipta dan Hak Terkait. Anak berusia 11 tahun itu sudah banyak
menciptakan prestasi di bidang tari dan mendapatkan anugerah nasional maupun
internasional.
Selengkapnya baca di : https://nasional.kompas.com/read/2018/04/26/22440611/kekayaan-intelektual-di-tangan-anak-anak-zaman-now.
Selengkapnya baca di : https://nasional.kompas.com/read/2018/04/26/22440611/kekayaan-intelektual-di-tangan-anak-anak-zaman-now.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar