Selasa, 24 April 2018

Stratifikasi Sosial


Stratifikasi sosial adalah sebuah sistem dimana sebuah masyarakat membuat urutan kategori masyarakat tersebut ke dalam hirarki. Hal tersebut berdasarkan pada empat prinsip penting :
1.      Stratifikasi sosial adalah sebuah ciri dari masyarakat, bukan hanya sebuah refleksi dari perbedaan individual.
2.      Stratifikasi sosial berpindah dari generasi ke generasi.
3.      Stratifikasi sosial bersifat universal tetapi berubah-ubah
4.      Stratifikasi sosial tidak hanya ketidaksamarataan akan tetapi juga kepercayaan.

Stratifikasi sosial tebuka dan stratifikasi sosial tertutup.
a.      Sistem Kasta, sistem stratifikasi sosial yang bersifat kaku atau tidak ada mobilitas sosial.
Ilustrasi : India. Sistem kehidupan di India mengidentifikasi empat kasta : Brahmana, Ksatria, Waisa, dan Sudra. Pada tingkat lokal, masing-masing dari kasta tersebut terbagi menjadi ratusan sub kasta. Sejak lahir, sebuah sistem kasta menentukan arah kehidupan seseorang :
1.    Kecuali untuk pertanian, di mana bersifat terbuka untuk setiap orang,  keluarga-keluarga dalam setiap kasta menunjukan satu tipe dalam bekerja, sebagai pemimpin agama, tentara, tukag cukur, pekerja jaket kulit, penyapu jalanan, dan seterusnya.
2.    Sebuah sistem kasta menuntut masyarakatnya untuk menikah dengan kasta yang sama.
3.    Kasta memandu kehidupan sehari-hari dengan menjaga masyarakatnya dalam perusahaan yang sesuai kasta mereka.
4.    Sistem-sistem kasta berdasarkan pada kepercayaan budaya.

Kasta dan Kehidupan Agraris
Sistem kasta bercirikan pada masyarakat agraris karena kehidupan pertanian menuntut kerja keras dalam rutinitas panjang. Dengan mengajarkan sebuah rasa kewajiban moral, sistem kasta menjamin masyarakat untuk disiplin kerja dalam waktu yang lama dan menunjukkan pekerjaan yang sama kepada keluarganya.
b.      Sistem Kelas
Karena ekonomi modern menarik manusia untuk bekerja dalam banyak pekerjaan selain bertani, hal itu bergantung pada perkembangan bakat manusia itu sendiri. Hal ini meningkatkan sistem kelas, stratifikasi sosial berdasarkan kelahiran dan prestasi individu. Sistem kelas lebih terbuka dibandingkan sistem kasta, jadi orang yang berpendidikan dan memiliki kemampuan dapat melakukan mobilitas sosial. Sebagai hasil, pernedaan kelas menjadi samar, dan bahkan orang yang memiliki ikatan keluarga dapat memiliki kelas yang berbeda.
Meritokrasi
Konsep meritokrasi mengarah pada stratifikasi sosial berdasarkan pada jasa atau kebaikan (merit) individu. Karena masyarakat industri butuh untuk mengembangkan kemampuan lebih dari sekedar bertani, stratifikasi didasarkan bukan hanya pada kelahiran tetapi juga jasa seseorang, termasuk pengetahuan, keahlian, dan usaha seseorang.
Status Konsistensi
Status konsistensi adalah tingkat keseragaman dalam status sosial seseorang di berbagai dimensi sosial. Sebuah sistem kasta yang memiliki mobilitas sosial terbatas dan konsistensi status yang tinggi.

Kasta dan kelas sosial :
1.      United kingdom
Kasta dan kelas yang terjadi terilustrasikan dengan jelas di united kingdom (inggris, wales, skotlandia dan irlandia ) dibagi atas dua bagian
a.      Bangsawan inggris
Pada sisitem teratas itu terdapat petinggi-petinggi gereja yang disebut first estate. Mereka memiliki banyak kekuasaaan di bidang politik dan mendapatkan hak tanah sebagai salah satu sumber penghasilan mereka, mereka juga tinggal di istana dan memiliki hak untuk berbicara yang setara dengan Tuhan.
Diposisi kedua kasta ini, terdapat kaum bangsawan, dan aja serta ratu sebagai orang yang berada di tingkatan teratas kaum bangsawan. Kaum bangsawan memiliki banyak kekayaan sehingga mampu memiliki banyak tanah serta pelayan untuk membantu mengerjakan lahan milik  mereka. Kaum bangsawan juga memiliki beberapa protokol tertentu, seperti anak sulunglah yang mendapatkan sebagaian besar dari kekayaan keluarga, sedangakan adik-adiknya hanya mendapatkan sedikit bagian dari kekayaan tersebut dan harus mendapatkan sebuah dukungan. Serta seorang anak perempuan yang sama sekali tidak mendapatkan hak untuk kekayaan orang tua mereka dann hanya akan bergantung pada suami yang akan mereka dapatkan . Kaum bangsawan menghabiskan sebagian waktu mereka untuk mempelajari hal-hal yang berbau seni.
Diposisi terakhir ada budak-budak bangsawan ataupun gereja yang rata-rata memiliki tingkat buta huruf yang tinggi dan tidak bersekolah.
b.      Masa inggris sekarang
Di masa sekarang ini inggris memang sudah tidak memegang sistem kasta seperti pada zama dahulu tetapi elemen kasta masih bisa dirasakan hingga sekarang, terlihat dari beberapa keluarga yang masih memegang kekayaan warisan yang cukup besar, memegang prestise tinggi, mendapatkan universitas bagus dan masih mendapat jabatan di pemerintahan inggris.
Lebih rendah dari tingkat ‘kasta’ di atas mereka di sebut kelas menengah, mereka hidup dengan nyaman dariprofesi dan bisnis dan cenderung memiliki investasi di
bentuk saham dan obligasi.
Di bawah kelas menengah, terdapat satu kelas yang disebut sebagai "kelas pekerja,"mereka adalah orang-orang yang mendapatkan pendapatan secara sederhana melalui pekerjaan-pekerjaan kasar atau fisik. Sisanya seperempat dari orang-orang Inggrismembuat kelas bawah, orang miskin yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau yang bekerja penuh waktu tetapi dibayar terlalu sedikit untuk hidup nyaman.
2.      Jepang
a.      Bangsawan jepang
Stratifikasi sosial di Jepang mencampurkn kasta dan meritokrasi. Jepang adalah negara tertua yang mengoprasikan monarki dan masyarakat modern dimana kekeyaan mengikuti pancapaian individu 
Aturan kaisar dengan bersift ketuhanan (berarti dia mangaku bahwa Tuhan memang memilih dia untuk megatur), dan pemimpin militernya (shogun) menguatkan aturan kaisar dengan bantuan dari bangsawan dan panglima perang. Dibawah kaum bangsawan ada samurai, sebuah kasta pejuag yang namanya berarti “melayani”
Moderen jepang
Sekitar tahun 1860 ( waktu perang sipil di US), kaum bangsawan menyadari bahwa sistem kastra tradisional Jepang akan menghalangi negara dari masuknya era industri modern. Pada 1871, orang jepang secara resmi melarang kategori sosial burakumin, walaupun beberapa orang tetap meremehkan itu. Stratifikasi sosial di jepang sangat berbeda dari sistem kasta kaku seabad yang lalu. Hari ini, masyarakat Jepang terdiri dari kasta lapisan atas, lapisan menengah-atas, lapisan menengah-bawah dan lapisan bawah.

1.      Rusia/ Uni Soviet
a.      Revolusi Rusia yg kedua
Revolusi rusia terjadi pada tahun 1917, dengan USA sebagai saingannya .
Revolusi terjadi karena aristokrasi feodal di mana bangsawan yang memerintah negara dan ditransfer pertanian, pabrik, dan properti produktif lainnya dari kepemilikan pribadi ke kontrol negara.
Revolusi Rusia dipandu oleh Karl Marx,yang percaya bahwa kepemilikan pribadi atas properti produktif adalah dasar kelas sosial.
Ketika negara mengambil kontrol ekonomi, pemerintah di Soviet membual bahwa mereka telah untuk pertama kalinya telah menciptakan masyarakat tanpa kelas.
Sistem kelas di Soviet dikelompokkan menjadi empat kategori.
Pada tingkatan teratas adalah pejabat tinggi pemerintah, yang dikenal sebagai apparatchiks. Berikutnya ada inteligensia Soviet, termasuk pejabat pemerintah yang lebih rendah, perguruan tinggi profesor, ilmuwan, dokter, dan insinyur. Di bawah mereka ada pekerja manual dan, pada tingkat terendah, kaum tani di pedesaan.
Pada kenyataannya, Uni Soviet tidak tanpa kelas sama sekali. Tapi menempatkan pabrik, peternakan, perguruan tinggi, dan rumah sakit di bawah kontrol negara tidak membuat kesetaraan ekonomi lebih (walaupun dengan perbedaan yang tajam dalam kekuasaan) dari dalam masyarakat kapitalis seperti Amerika Serikat.
b.      Federasi rusia moderen
Pada tahun 1985, Mikhail Gorbachev berkuasa di Uni Soviet dengan program ekonomi baru yang dikenal sebagai perestroika ("restrukturisasi").
Gorbachev melihat bahwa meskipun sistem Soviet telah mengurangi ekonomi ketidaksetaraan, standar hidup tertinggal jauh di belakang mereka dari lainnya negara-negara industri. Gorbachev mencoba untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi kontrol terpusat tidak efisien dari ekonomi, yang telah terbukti tidak efisien.
reformasi ekonomi Gorbachev berubah menjadi salah satu yang paling dramatis gerakan sosial dalam sejarah. Orang-orang di Uni Soviet dan di negara-negara sosialis lainnya dari Eropa Timur menyalahkan kemiskinan dan kurangnya kebebasan dasar di kelas penguasa represif Komunis pejabat partai. Dimulai pada tahun 1989, orang-orang di seluruh Timur Eropa menggulingkan pemerintah sosialis mereka, dan pada akhir tahun 1991, Uni Soviet sendiri runtuh, dengan memperbaharui republik terbesarnya dirinya sebagai Federasi Rusia.
Cerita Uni Soviet menunjukkan bahwa kesenjangan sosial melibatkan lebih dari sumber daya ekonomi. masyarakat Soviet tidak memiliki ekstrem kekayaan dan kemiskinan ditemukan di Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat. Tapi kelas elit ada semua sama, berdasarkan kekuasaan politik daripada kekayaan.
2.      Cina
a.      Kemunculan kelas sosial
Setelah revolusi komunis 1949, negara mengambl alih kontorl terhadap pertanian, pabrik, dan properti lainnya. Pemimpin partai komunis Mao Zedong mendeklarasikan semua tipe kerja untuk kepentingan yang sama, secara resmi, kelas sosial tidak lagi ada. Program baru secara besar mengurangi ketidaksamaan ekonomi. Negara diatur oleh sebuah elit pilitik dengan kekuatan yang besar dan sangat bebas. Dibawahnya ada manajer perusahaan besar dengan skill professional, setelah itu datang pekerja industri, di bawahnya ada petani desa, yang tidak mau meninggalkan desa mereka dan migrasi ke kota.
Lebih lanjut perubahan ekonomi datang pada 1978 ketika Mao meninggal dan Deng Xiaoping menjadi pemimpin China. Sejak akhir 1990an, pesisir China telah menjadi rumh bagi ribuan orang yang ingin memeprluas ekonomi, sebuah kategori baru di hirarki sosial China terdiri dari hai gui, sebuah istilah yang berarti”kembali dari laut seberang” atau kura-kura laut.

Fungsi Stratifikasi Sosial
1.      Tesis Davis-Moore
Tesis David-Moore menyatakan bahwa stratifikas isosial konsekuensi yang menguntungkan bagi operasi masyarakat. Dan jugaTesis Davis-Moore menunjukan alasan stratifikasi sosial itu ada, itu tidak menyatakan penghargaa apa yang harus diterima masyaarakat untuk setiap posisi pekerjaan atau bagaimana imbalan tidak harus seimbang. Ini hanya menunjukan bahwa posisi masyarakat lebih penting menawarkan imbalan untuk menarik orang” yang kurang berbakat.
2.      Karl Mark : Kelas Konflik
Karl Mark, ide-ide yang sudah dibahas panjang lebar dalam Bab 4 (“Masyarakat”) menjelaskan bahwa kebanyakan orang memiliki satu dari dua hubungan dasar untuk melakukan produksi. Mereka baik produktif sendiri atau tenaga kerja untuk yang lain. Peran produktif yang berbeda muncul dari kelas sosial yang berbeda. Mark menjelaskan bahwa masyarakat kapitalis memproduksi struktur kelas di setiap generasi baru. Hal ini terjadi karena sebagai keluarga yang mendapatkan kekayaan dan mewariskan dari generasi kegenerasi lainnya. Tapi, ia juga memperkirakan penindasan dan kesengsaraan yang akhirnya akan mendorong sebagian pekerja untuk datang bersama-sama untuk menggulingkan kapitalisme dan mendukung sistem sosialis  yang akan berakhir menjadi perbedaan kelas. Mark telah meliki pengaruh yang saangat besar terhadap pemikiran para sosiologis. Tapi, ide revolusioner yang menyerukan penggulingan kapitalis masyarakat,  juga membuat karyanya menjadi kontroversial. Salah satu kritik terkuat Marxisme adalah bahwa ia menyangkal sentral Ide tesis Davis-Moore adalah bahwa system penghasilan yang tidak sama diperlukan untuk menempatkan orang-orang berbakat di pekerjaan yang tepat dan memotivasi mereka untuk bekerja keras.
Walaupun prediksi Marx seperti itu, kapitalisme masih berkembang.
Ralf Dahrendorf (1959) mengusulkan empat argumen :
1)      Fragmentasi Kelas Kapitalis
2)      Sebuah standar hidup yang lebihtinggi.
3)      Organisasi pekerja Lebih
4)      Perlindungan hukum yang lebihbesar
3.      Max Weber: Kelas, Status, dan Power
Max Weber ,setuju dengan Karl Marx bahwa penyebab stratifikasi sosial adalah konflik sosial. Sebaliknya, ia mengeklaim bahwa startifikasi sosial melibatkan tiga dimensi yang berbeda
Dimensi pertama adalah ketimpangan masalah ekonomi adalah masalah yang sangat penting, menurut Marx-Weber itu adalah posisi kelas. Weber tidak memikirkan kelas sebagai kategori di definisikan dengan baik sebagai rangkaian kesatuan mulai dari tinggi sampai kerendah.
Dimensikedua adalah status atau prestise sosial
Dimensiketiga adalah kekuatan

Status Hierarchy Sosial Ekonomi Weber
Marx melihat prestise sosial dan kekuasaan sebagai refleksi sederhana dari posisi ekonomi dan tidak memperlakukan mereka sebagai dimensi yang berbeda dari ketidaksamaan. Tapi weber mencatat bahwa konsistensi status dalam mayarakat modern cukup rendah .sejalan dengan pemikiran Weber, sosiolog menggunakan status sosial ekonomi (SES) untuk merujuk keperingkat komposit berdasarkan pada berbagai dimensi ketimpangan sosial
Ketidaksetaraan dalam Sejarah
Weber menyatakan bahwa masing-masing tiga dimensi tentang ketimpangan sosial menonjol di berbagai titik dalam evolusi masyarakat. Status atau prestise sosial adalah perbedaan utama dalam masyarak agraris .kelompok masyarakat tersebut sesuai dengan norma-norma budaya yang berlaku untuk mereka.

STRATIFIKASI DAN INTERAKSI
Metode Penerapan Stratifikasi Sosial
Menurut Zarden, di dalam sosiologi dikenal tiga pendekatan untuk mempelajari stratifikasi sosial, yaitu;
1. Pendekatan Objektif
Pendekatan objektif artinya, usaha untuk memilah-milah masyarakat kedalam beberapa lapisan dilakukan menurut ukuran-ukuran yang objektif berupa variable yang mudah diukur secara kuantitatif , contohnya tingkat pendidikan dan perbedaan penghasilan.
2. Pendekatan Subjektif
Pendekatan subjektif artinya munculnya pelapisan sosial dalam masyrakat tidak diukur dengan kriteria-kriteria yang objektif, melainkan dipilih menurut kesadaran subjektif warga itu sendiri, contonya seseorang yang menurut kriteria objektif termasuk miskin, menurut pendekatan subjektif ini bisa saja dianggap tidak miskin, kalau ia sendiri memang merasa bukan termasuk kelompok masyarakat miskin.
3. Pendekatan Reputasional
Pendekatan reputasional artinya pelapisan social disusun dengan cara subjek penelitian diminta menilai setatus orang lain dengan jalan menempatkan orang lain tersebut ke dalam sekala tertentu. Untuk mecari siapakah didesa tertentu yang termasuk kelas atas, peneliti yang menggunakan pendekatan reputasional bisa melakukannya dengan cara cara menanyakan kepada warga didesa tersebut siapakah warga desa setempat yang paling kaya atau menyakan siapakah warga desa setempat yang paling mungkin diminta pertolongan meminjamkan uang dan sebagainya

STRATIFIKASI DAN TEKNOLOGI
Perspektif Global Sosiologi
Menurut Roger F. Ilmu politik mempelajari Negara, tujuan-tujuan dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu,  hubungan antara Negara dan warga Negaranya serta dengan Negara-negara lain.
Menurut konsep ini ilmu politik mengadakan studi mengenai Negara dengan tujuannya, lembaga-lembaga yang melaksanakan tujuan, hubungan Negara dan warganya, serta hubungan Negara dengan Negara-negara yang lain. Dalam perspektif global, aspek hubungan dengan Negara lain merupakan hal yang pokok.
            Menurut Frank H.Hankins (Fairch, H.P.dkk, 1982: 302), sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan kelompok-kelompok umat manusia dan lingkungan manusia dalam hubungannya satu sama lain. Dalam sosiologi, objek yang menjadi sorotan utamanya yaitu hubungan antar manusia, terutama dalam lingkungan yang terbentuk oleh manusia sendiri, atau yang disebut lingkungan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar