JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi
Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti
mengungkapkan, sekolah-sekolah rawan dijadikan ajang kampanye politik. Menurut
dia, hal ini terlihat dari sejumlah indikasi pelanggaran yang telah terjadi
selama 51 hari masa kampanye sejak 15 Februari 2018
"Berapa kasus guru dilibatkan jadi timses.
Nah, kemudian kalau dia adalah seorang petahana akan bikin acara yang
mengundang guru. Kemudian kalau melihat instagram dari paslon itu juga ada
indikasi, kerudungnya sama dengan paslon," ujar Retno di Kantor KPAI,
Jumat (6/4/2018)
Retno juga mengungkapkan ada sejumlah upaya
memobilisasi massa anak-anak dalam kegiatan kampanye. Ia mencontohkan, ada
massa anak-anak yang membaca kertas berisi lirik lagu paslon.
"Berarti kan, sekolah yang menjadi tempat
steril dari kepentingan politik nampaknya menjadi tempat kampanye," ujar
Retno. Oleh karena itu, Retno ingin sekolah-sekolah tak dijadikan tempat
menyalurkan kepentingan politik.
Ia berharap, KPU dan Bawaslu bisa melakukan
pengawasan secara ketat terhadap penggunaan sekolah untuk kegiatan kampanye.
Sementara itu, Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil
Jasra Putra mengungkapkan, terdapat 3 kasus penggunaan tempat pendidikan untuk
kampanye.
"Kami temukan paslon yang menggunakan tempat
pendidikan untuk berkampanye walaupun calon datang berdialog, kan juga nyari
dukungan. Nah ini kita temukan kasus-kasus seperti ini," kata Jasra.
Selain itu, KPAI juga menyoroti banyaknya kasus
mobilisasi massa anak-anak oleh partai politik. Jasra mengungkapkan, temuan ini
merupakan angka tertinggi dengan persentase 50 persen dari 22 pelanggaran yang
ditemukan.
Sementara, pelanggaran lainnya adalah menggunakan
anak sebagai juru kampanye, menampilkan anak di atas panggung kampanye, usia
anak di bawah 17 tahun masuk daftar pemilih tetap, dan membawa bayi atau anak
yang berusia di bawah 7 tahun ke dalam arena kampanye.
"Kalau kita juga lihat pengalaman kita di
tahun 2014, kita temukan 248 kasus penyalahgunaan anak selama kampanye. Parpol
yang paling tinggi PDIP, Gerindra, dan Golkar," papar Jasra.
Selengkapnya baca di : https://nasional.kompas.com/read/2018/04/06/22390851/kpai-ingin-sekolah-sekolah-steril-dari-kampanye-politik.
Selengkapnya baca di : https://nasional.kompas.com/read/2018/04/06/22390851/kpai-ingin-sekolah-sekolah-steril-dari-kampanye-politik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar