
Baru tau sekarang kalau ada aliran
jurnalisme damai.
Mulai bermunculan orang-orang yang 'judeg' dan akhirnya mengambil
langkah di era disruptif seperti sekarang (karena bahkan kita sendiri dibuat
tidak tahu kebenaran yang pasti).
Banyak wartawan senior maupun pakar komunikasi yang mengadakan kelas-kelas pelatihan jurnalisme damai ini.
Banyak wartawan senior maupun pakar komunikasi yang mengadakan kelas-kelas pelatihan jurnalisme damai ini.
Saya yang sebenarnya tidak terlalu
aktif, kadang kalau melihat medsos itu ikutan judeg, hahaha.
Mengkritik orang boleh, tapi jangan
sampai menjatuhkan kemudian bertutur kata kurang baik dan sopan.
Mendukung orang pun boleh, tapi ya mbok jangan menjatuhkan lawannya dengan kata kata yang kasar dan menghina.
Mendukung orang pun boleh, tapi ya mbok jangan menjatuhkan lawannya dengan kata kata yang kasar dan menghina.
Daripada bicara buruk dan menjelek-jelek kan, mending fokus mem-branding orang
yg kita dukung dengan share prestasi prestasi yang telah diraih.
Saya pun akhirnya mendukung
munculnya jurnalisme damai ini. Mencoba memulai dari diri sendiri, menulis
dengan konten yang positif.
Dengan cara menggunakan medsos untuk
Stand Up, Speak Up!
Menggunakan medsos untuk memberikan komentar dan membagikan konten positif.
Kalau tetap diam, akan semakin banyak konten negatif tersebar, semakin rusak
pula kedamaian bangsa.
Tidak akan ada kebaikan yang lahir
jika dimulai dengan keburukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar