17 Januari 2015.
Hari pertama buku Radit terbit, saya langsung rem gas blong ke
Gramedia buat beli buku ini. Setelah kambing,
brontosaurus, dan salmon, kali ini judul bukunya diambil dari nama binatang
yang berasal dari Negara Australia: koala.
Koala Kumal masih seperti buku-buku Radit yang terdahulu, seluruh
cerita berdasarkan kisah nyata yang pernah dialami Radit. Dan masih sama
seperti yang terdahulu, Radit masih mencoba menulis komedi pakai hati.
Komedi Pakai Hati yang
diucapkan Radit bukan hanya sekedar kalimat omong kosong, Radit benar-benar
melakukannya. Radit tidak hanya menghasilkan karya yang buat orang ha-ha-hi-hi
sejenak terus beberapa saat kemudian lupa, tapi ia secara sadar-ngga sadar
membuat karya sekaligus memberi pelajaran yang tersurat kepada penikmat
karyanya tanpa membuat penikmat tersebut merasa digurui.
Di bab terakhir diceritakan makna dibalik judul Koala Kumal.
Gue jadi teringat satu foto di situs Huffington Post. Ada seekor koala yang tinggal di New South Wales, Austalia. Koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. Beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. Namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. Ia hanya bisa diam, tanpa bisa berbuat apa pun. Seorang relawan alam mengambil foto koala itu. Jadilah foto seekor koala kumal duduk sendirian. Memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak lagi dikenalinya. – page 246.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar