
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Pertahanan Susaningtyas
Kertopati menyayangkan berbagai kritik yang dilayangkan publik terhadap Badan
Intelijen Negara (BIN). Berbagai kritik tersebut mengalir deras karena BIN
dianggap gagal mengantisipasi sejumlah serangan aksi teror yang terjadi.
"Setiap ada bom, publik buru-buru bilang
intelijen kecolongan. Padahal, deteksi dini sudah dilakukan, tentu tidak bisa
intilejen yang disalahkan," kata Susaningtyas di Jakarta, Sabtu
(19/5/2018).
Menurut Susaningtyas, kritik tersebut tak
sepantasnya hanya diarahkan kepada BIN saja. Sebab, BIN tak punya kewenangan
untuk melakukan penindakan.
"UU tidak dorong intelijen lakukan tindakan.
Harus ada makanya penguatan intelijen. Ada pencegahan, pengejar dan
lain-lain," kata dia. Karenanya, Susaningtyas tak sepakat jika BIN terus
dijadikan kambing hitam atas berbagai aksi teror yang telah terjadi.
"Jangan mengarahkan pandangan kesalahan itu
kepada intelijen semata," tegas Susaningtyas. "Tentu apabila kita
ingin melihat dan menganalisa harus holistik. Intelijen tentu bekerjasama,
berkoordinasi, untuk pemgambilan kebijakan," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
menilai, BIN tidak kecolongan dengan aksi teror yang belakangan ini terus
terjadi di Tanah Air. "Enggak ada kecolongan," kata Moeldoko di
Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).
Terkait aksi teror yang terjadi terus-menerus,
Moeldoko juga menilai wajar karena saat ini kepolisian tengah menekan
kelompok-kelompok pelaku terorisme.
Tak berbeda, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
juga tak sepakat bahwa BIN dianggap kecolongan karena rentetan aksi terorisme
yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. "Enggak. Sekarang
negara yang paling hebat Amerika Serikat saja, WTC bisa kecolongan," kata
Tjahjo di kantornya, Jakarta, Senin (14/5/2018).
Tak cuma Amerika Serikat, kata Tjahjo, Perancis yang
terkenal punya intelijen kuat pun tak luput dari serangan aksi terorisme.
Dia menilai, sangat sulit mendeteksi seseorang
yang akan melakukan aksi teror, apalagi melibatkan anak-anak. Karenanya,
menurut Tjahjo, penting bagi pemerintah dan semua piahk untuk waspada akan aksi
terorisme selanjutnya.
Selengkapnya baca di : https://nasional.kompas.com/read/2018/05/19/21322451/setiap-ada-bom-publik-buru-buru-bilang-intelijen-kecolongan.
Selengkapnya baca di : https://nasional.kompas.com/read/2018/05/19/21322451/setiap-ada-bom-publik-buru-buru-bilang-intelijen-kecolongan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar