Budaya
merupakan cara berpikir, cara bertindak, dan benda-benda yang secara bersama
membentuk cara hidup masyarakat. Budaya terbagi menjadi dua, yaitu budaya
material dan budaya non material. Budaya material adalah benda-benda yang
dibuat oleh masyarakat. Sedangkan budaya non material adalah pemikiran atau
gagasan yang dibuat oleh masyarakat.
Bentuk budaya sendiri tidak hanya apa yang kita lakukan tetapi apa
yang kita pikirkan dan menerangkan sebagai sifat manusia Tidak ada cara
tertentu untuk manusia lebih alami untuk manusia. Simpulannya adalah manusia
lah bergantung pada budaya dan pemikirannya untuk membuat jalan kehidupannya
dan kelangsungngan hidupnya ( Harris, 1987; Morrel, 2008).
Setiap
masyarakat memiliki kebudayaan masing-masing dan tidak semua budaya budaya di
satu masyarakat sesuai jika digunakan di masyarakat lain. Suku Yanomamo di
Brazil menganggap bahwa penyerang terhadap suatu hal adalah biasa tetapi tidak
di tempat lain. Jika ada orang mengunjungi suatu tempat yang budayanya berbeda
denganya pasti akan mengalami suatu kegelisahan. Hal itu disebut culture shock, yaitu kebingungan ketika
mengalami suatu budaya yang tidak biasa dialaminya.
ELEMEN-ELEMEN BUDAYA
Walaupun
budaya sangat bervariasi, akan tetapi budaya memiliki unsure-unsur umum, yaitu
simbol, bahasa, nilai, dan norma. Pertama, simbol adalah suatu hal apapun yang
mempunyai makna dan diketahui oleh pengirim simbol. Kata, gambar, sinar, bunyi,
dan gerak adalah contoh apa yang disebut simbol.
Bahasa adalah kunci dari budaya dunia. Bahasa merupakan sebuah sistem dari simbol-simbol yang membuat
manusia dapat berkomunikasi dengan lainnya. Manusia telah menciptakan banyak
abjad untuk mengungkapkan berjuta bahasa yang kita gunakan. Bahasa tidak hanya
digunakan dalam berkomunikasi tetapi juga kunci dalam transmisi kebudayaan
(pewarisan budaya), yaitu sebuah proses pengiriman dan penyebaran budaya dari
satu generasi ke generasi selanjutnya. Seperti halnya tubuh kita memiliki
gen-gen dari nenek moyang kita, budaya memiliki simbol-simbol yang tak
terhitung yang sudah ada sejak zaman dahulu.
Sepanjang
sejarah manusia, setiap masyarakat sudah mentransmisikan budaya menggunakan
percakapan, sebuah proses sosiologis yang disebut tradisi budaya
oral(menggunakan mulut). Baru sekitar 5000 tahun yang lalu, manusia menciptakan
budaya menulis.
Tesis
Sapir-Whorf beranggapan bahwa manusia
melihat dan memahami dunia ini melalui budaya berbahasa. Pandangan manusia
tentang dunia dibentuk oleh bahasa sehingga jika bahasa berbeda maka pandangan
tentang dunia pun berbeda.Seseorang berbicara atau mengungkapkan pendapatnya
dengan cara/bahasa yang berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda
pula.
Nilai
adalah sebuah standar yang digunakan untuk menentukan apa yang diperlukan,
baik, indah, dan bertindak sebagai pedoman bagi kehidupan sosial. Masyarakat
menyebarkan sebuah budaya menggunakan nilai untuk menentukan pilihan hidup.
Nilai adalah prinsip yang mendukung kepercayaan, yaitu pemikiran khusus atau
gagasan yang orang pegang kebenarannya. Dengan kata lain, nilai adalah standar
abstrak kebaikan, dan kepercayaan adalah
hal khusus yang individu gunakan untuk menentukan benar atau salah suatu hal.
Norma
adalah aturan-aturan dan harapan-harapan yang digunakan oleh masyarakat untuk
mengarahkan perilaku anggota masyarakat
tersebut. Dalam keseharian, masyarakat merespon setiap kejadian dengan member
sanksi, reward atau punishment. Hal tersebut digunakan agar
terjadi kesesuaian norma dalam masyarakat.Terdapat banyak norma dalam
masyarakat, salah satunya norma adat-istiadat dan norma kebiasaan.
Mores
atau adat-istiadat adalah norma yang diamati secara luas dan memiliki makna
moral yang besar. Mores merupakan norma yang bersifat memaksa. Sedangkan
folkway atau kebiasaan adalah norma yang
digunakan rutin atau dalam interaksi biasa. Contoh seorang pria tidak memakai
dasi dalam acara resmi padahal semua orang memakai dasi, ya, dia melanggar
folkway. Lain halnya jika dia hanya memakai dasi, tanpa pakaian, itu berarti
dia melanggar adat-istiadat dan akan mendapat respon serius dari banyak orang.
Adanya
norma, adat-istiadat, dan kebiasaan tenyata dapat membantu mengontrol perilaku
masyarakat. Kita melakukan kesepakatan dengan yang lain untuk menjalankan norma
yang berlaku. Jika ada orang dalam masyarakat tersebut yang melanggar norma
akan diberi sanksi yang sesuai dengan perbuatannya. Hal tersebut akan
mengarahkan masyarakat menuju ketertiban dalam bermasyarakat.
TEKNOLOGI DAN BUDAYA
Sebagai
tambahan terhadap elemen-elemen simbol seperti nilai dan norma, setiap budaya
juga mencakup berbagai kreasi fisik buatan manusia yang disebut artefak. Budaya
material suatu masyarakat yang boleh jadi terlihat aneh bagi orang-orang luar
seperti bahasa, nilai-nilai, serta norma-norma mereka.
Artefak
suatu masyarakat mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendasar. Bagi suku
Yanomamo yang suka berperang, mereka membuat kerajinan senjata dengan hati-hati
kemudian memberi racun di ujung panah mereka. Sebagai pembanding, masyarakat
sosial kita menekankan pada sisi individualisme
serta independen yang jauh kedepan, menjunjung tinggi terhadap
auto-mobile.
Sebagai
tambahan terhadap pencerminan nilai-nilai, budaya material juga mencerminkan
teknologi suatu masyarakat, pengetahuan yang mereka gunakan untuk menentukan
cara hidup di lingkungan mereka. Semakin kompleks teknologi suatu masyarakat,
maka semakin memudahkan setiap individu membentuk dunia (yang bertambah baik
maupun bertambah buruk) untuk diri mereka sendiri.
KERAGAMAN BUDAYA
Budaya
sangat beragam, berbeda tiap benua, negara, masyarakat. Perbedaan budaya dapat
dikarenakan imigrasi, perbedaan geografis yang akibatnya dapat berupa negara
yang multikultural. Perbedaan budaya juga dapat dikarenakan kelas sosial. Kita
memandang musik Haydn lebih membudaya dari pada hiphop.
Perbedaan
tersebut ada karena banyak pola budaya yang ada hanya untuk beberapa anggota
masyarakat. Sosiolog menggunakan istilah high
culture, yaitu pola budaya yang membedakan golongan masyarakat dan popular culture, yaitu pola budaya yang
tersebar di semua masyarakat.Sosiolog berpendapat high culture lebih superior daripada popular culture. Hal tersebut dikarenakan pertama, tidak ada
golongan dan atau masyarakat biasa yang menyebarkan ketertarikan yang sama,
masyarakat di kedua kategori sangat berbeda dalam banyak hal. Kedua,
dikarenakan high culture memiliki
pendukung yang memiliki uang dan kekuasaan yang lebih.
Subbudaya
adalah pola budaya yang memisahkan beberapa segmen dari populasi masyarakat.
Amerika Korea tradisional, Yankees New England, pendukung PSIS adalah salah
satu contoh subbudaya.
Mutilkulturalisme
adalah paham tentang memahami perbedaan budaya dan menjunjung tinggi kesetaraan
antarbudaya yang berbeda.Adanya paham ini membuat negara-negara dengan
berbagaimacam budaya menjadi harmonis. Adanya paham ini membuat kehidupan
menjadi setara, tidak ada pilih kasih atas dasar budaya asal. Akan tetapi tidak
semua negara dengan berbagaimacam budaya di dalamnya memahami paham ini. Ada
budaya-budaya yang tidak ingin disetarakan dengan budaya lain.
Adanya
eurosentris menjadi contoh. Eurosentris adalah paham tentang dominasi orang
Eropa di dalam pola budaya. Orang Eropa beranggapan bahwa budaya mereka adalah
pusat dari budaya dunia. Salah satu contoh dari hasil eurosentris adalah
penggunaan bahasa-bahasa eropa di seluruh dunia.
Bentuk
perlawanan eurosentris adalah afrosentrisme, yaitu memerkenalkan pola budaya
Afrika. Budaya yang sekian lama terabaikan. Banyak konflik terjadi karena
alasana perbedaan budaya asal. Konflik yang sebenanya hanya bias diselsaikan
dengan rasa saling menghargai. Adanya multikulturalisme sebenarnya membuat kita
belajar akan hidup berdampingan dengan budaya lain dilandasi rasa toleransi
yang akan membuat hidup damai.
Perbedaan
budaya juga terdapat penolakan terhadap pemikiran atau perilaku konvensional.
Counterculture adalah pola budaya yang menentang budaya yang telah ada dalam
masyarakat. Sebagai contoh adalah budaya plonco
dalam proses orientasi sekolah di Indonesia. Plonco yaitu menggunakan kekerasan fisik dan mental dalam proses
orientasi sekolah yang merugikan pelajar baru. Budaya itu ditentang dan diganti dengan proses
orientasi sekolah yang lebih mendidik, bermoral dan menyenangkan.
Zaman
terus berkembang, terus maju ke depan. Begitu pula dengan budaya yang
mengiringnya. Budaya terus berubah . Budaya terus menyesuaikan zaman. Perubahan
satu budaya juga akan memengaruhi budaya yang lain.
Perubahan
budaya bukan terjadi begitu saja. Ada sebab-sebab yang membuat sebuah budaya
berubah. Perubahan yang dikarenakan sebuah penemuan (invention), yaitu proses pembuatan elemen-elemen budaya baru.
Contoh telepon (1876), pesawat terbang (1903), computer (1940), penemuan
tersebut member dampak yang besar sampai sekarang. Selanjutnya, penemuan (discovery) yaitu penemuan unsur budaya
baru. Meneliti sesuatu yang sebenanrnya sudah ada dan menerapkannya. Terakhir,
penyebaran (diffusion), yaitu
penyebaran satu budaya masyarakat ke masyarakat yang lain.
Ethnosentrisme
adalah menilai budaya lain dengan berdasarkan ukuran budaya sendiri. Paham ini
rentan akan kesalahpahaman dan konflik karena kadang disertai dengan
merendahkan budaya lain.Sama halnya dengan etnosentri, relativisme budaya, yaitu
menilai budaya lain berdasarkan standar batasan budaya sendiri.
Kita
dapat melihat orang-orang di dunia, banyak yang memakai calana jeans, hamper
semua mendengarkan musik, membeli produk-produk rumah tangga yang mereka lihat
dari iklan. Bahasa inggris meluas begitu cepat sebagai bahasa kedua di seluruh
dunia. Budaya yang mengglobal sudah kita rasakan dalam kehidupan.
Arus
aliran barang yang diperjualbelikan lintas negara, komunikasi tanpa batas
dimanapun dan kapanpun, dan perpindahan penduduk antarnegara membuat
budaya-budaya dapat disebarkan secara luas, cepat, dan mudah. Sesuatu yang
sedang menjadi tren di suatu negara akan dengan mudah menyebar ke negara lain
dengan adanya tiga unsur tersebut.
TEORI BUDAYA
Teori
pendekatan fungsional struktural menjelaskna budaya sebagai sebuah strategi
yang kompleks untuk mempertemukan kebutuhan-kebutuhan manusia. Budaya bernilai
mengarahkan hidup manusia, memberikan makna apa yang harus manusia lakukan, dan
merekatkan sesama manusia.
Teori
pendekatan sosial konflik menekankan hubungan antara budaya dan
ketidaksetaraan. Pada ciri budaya, dari sudut pandang pendekatan ini,
menguntungkan beberapa anggota masyarakat dengan mengorbankan yang lain.
Menurut Marxist, budaya dibentuk oleh sistem ekonomi produksi masyarakat. Jadi
kenyataan sosial yang mereka alami menentukan kesadaran mereka.
Teori
sosiobiologi berdasar pada teori Charles Darwin (1859), yang berpendapat bahwa
semua mahkluk hidup memproduksi diri sendiri, selanjutnya masing-masing
keturunan membawa gen yang dibawa oleh keturunan selanjutnya. Terjadi acak
variasi gen yang membuat spesies mencoba keluar ke lingkungan baru. Akhirnya,
selama ribuan generasi, pola ini terus bertahan dan dominan.
BUDAYA DAN KEBEBASAN MANUSIA
Disadari
atau tidak, budaya ternyata membatasi perilaku manusia. Manusia hidup dituntut
sesuai dengan budaya yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai pencipta budaya,
kita harus mampu membentuk dan membentuk ulang dunia sehingga sesuai, untuk
kebutuhan kita dan tujuan hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar