Minggu, 13 Mei 2018

BUDAYA


Budaya merupakan cara berpikir, cara bertindak, dan benda-benda yang secara bersama membentuk cara hidup masyarakat. Budaya terbagi menjadi dua, yaitu budaya material dan budaya non material. Budaya material adalah benda-benda yang dibuat oleh masyarakat. Sedangkan budaya non material adalah pemikiran atau gagasan yang dibuat oleh masyarakat.
Bentuk budaya sendiri tidak hanya apa yang kita lakukan tetapi apa yang kita pikirkan dan menerangkan sebagai sifat manusia Tidak ada cara tertentu untuk manusia lebih alami untuk manusia. Simpulannya adalah manusia lah bergantung pada budaya dan pemikirannya untuk membuat jalan kehidupannya dan kelangsungngan hidupnya ( Harris, 1987; Morrel, 2008).
Setiap masyarakat memiliki kebudayaan masing-masing dan tidak semua budaya budaya di satu masyarakat sesuai jika digunakan di masyarakat lain. Suku Yanomamo di Brazil menganggap bahwa penyerang terhadap suatu hal adalah biasa tetapi tidak di tempat lain. Jika ada orang mengunjungi suatu tempat yang budayanya berbeda denganya pasti akan mengalami suatu kegelisahan. Hal itu disebut culture shock, yaitu kebingungan ketika mengalami suatu budaya yang tidak biasa dialaminya.

ELEMEN-ELEMEN BUDAYA
Walaupun budaya sangat bervariasi, akan tetapi budaya memiliki unsure-unsur umum, yaitu simbol, bahasa, nilai, dan norma. Pertama, simbol adalah suatu hal apapun yang mempunyai makna dan diketahui oleh pengirim simbol. Kata, gambar, sinar, bunyi, dan gerak adalah contoh apa yang disebut simbol.
Bahasa adalah kunci dari budaya dunia. Bahasa merupakan sebuah sistem dari simbol-simbol yang membuat manusia dapat berkomunikasi dengan lainnya. Manusia telah menciptakan banyak abjad untuk mengungkapkan berjuta bahasa yang kita gunakan. Bahasa tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi tetapi juga kunci dalam transmisi kebudayaan (pewarisan budaya), yaitu sebuah proses pengiriman dan penyebaran budaya dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Seperti halnya tubuh kita memiliki gen-gen dari nenek moyang kita, budaya memiliki simbol-simbol yang tak terhitung yang sudah ada sejak zaman dahulu.
Sepanjang sejarah manusia, setiap masyarakat sudah mentransmisikan budaya menggunakan percakapan, sebuah proses sosiologis yang disebut tradisi budaya oral(menggunakan mulut). Baru sekitar 5000 tahun yang lalu, manusia menciptakan budaya menulis.
Tesis Sapir-Whorf  beranggapan bahwa manusia melihat dan memahami dunia ini melalui budaya berbahasa. Pandangan manusia tentang dunia dibentuk oleh bahasa sehingga jika bahasa berbeda maka pandangan tentang dunia pun berbeda.Seseorang berbicara atau mengungkapkan pendapatnya dengan cara/bahasa yang berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda pula.
Nilai adalah sebuah standar yang digunakan untuk menentukan apa yang diperlukan, baik, indah, dan bertindak sebagai pedoman bagi kehidupan sosial. Masyarakat menyebarkan sebuah budaya menggunakan nilai untuk menentukan pilihan hidup. Nilai adalah prinsip yang mendukung kepercayaan, yaitu pemikiran khusus atau gagasan yang orang pegang kebenarannya. Dengan kata lain, nilai adalah standar abstrak kebaikan, dan kepercayaan  adalah hal khusus yang individu gunakan untuk menentukan benar atau salah suatu hal.
Norma adalah aturan-aturan dan harapan-harapan yang digunakan oleh masyarakat untuk mengarahkan perilaku  anggota masyarakat tersebut. Dalam keseharian, masyarakat merespon setiap kejadian dengan member sanksi, reward atau punishment. Hal tersebut digunakan agar terjadi kesesuaian norma dalam masyarakat.Terdapat banyak norma dalam masyarakat, salah satunya norma adat-istiadat dan norma kebiasaan.
Mores atau adat-istiadat adalah norma yang diamati secara luas dan memiliki makna moral yang besar. Mores merupakan norma yang bersifat memaksa. Sedangkan folkway atau kebiasaan adalah  norma yang digunakan rutin atau dalam interaksi biasa. Contoh seorang pria tidak memakai dasi dalam acara resmi padahal semua orang memakai dasi, ya, dia melanggar folkway. Lain halnya jika dia hanya memakai dasi, tanpa pakaian, itu berarti dia melanggar adat-istiadat dan akan mendapat respon serius dari banyak orang.
Adanya norma, adat-istiadat, dan kebiasaan tenyata dapat membantu mengontrol perilaku masyarakat. Kita melakukan kesepakatan dengan yang lain untuk menjalankan norma yang berlaku. Jika ada orang dalam masyarakat tersebut yang melanggar norma akan diberi sanksi yang sesuai dengan perbuatannya. Hal tersebut akan mengarahkan masyarakat menuju ketertiban dalam bermasyarakat.

TEKNOLOGI DAN BUDAYA
Sebagai tambahan terhadap elemen-elemen simbol seperti nilai dan norma, setiap budaya juga mencakup berbagai kreasi fisik buatan manusia yang disebut artefak. Budaya material suatu masyarakat yang boleh jadi terlihat aneh bagi orang-orang luar seperti bahasa, nilai-nilai, serta norma-norma mereka.
Artefak suatu masyarakat mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendasar. Bagi suku Yanomamo yang suka berperang, mereka membuat kerajinan senjata dengan hati-hati kemudian memberi racun di ujung panah mereka. Sebagai pembanding, masyarakat sosial kita menekankan pada sisi individualisme  serta independen yang jauh kedepan, menjunjung tinggi terhadap auto-mobile.
Sebagai tambahan terhadap pencerminan nilai-nilai, budaya material juga mencerminkan teknologi suatu masyarakat, pengetahuan yang mereka gunakan untuk menentukan cara hidup di lingkungan mereka. Semakin kompleks teknologi suatu masyarakat, maka semakin memudahkan setiap individu membentuk dunia (yang bertambah baik maupun bertambah buruk) untuk diri mereka sendiri.

KERAGAMAN BUDAYA
Budaya sangat beragam, berbeda tiap benua, negara, masyarakat. Perbedaan budaya dapat dikarenakan imigrasi, perbedaan geografis yang akibatnya dapat berupa negara yang multikultural. Perbedaan budaya juga dapat dikarenakan kelas sosial. Kita memandang musik Haydn lebih membudaya dari pada hiphop.
Perbedaan tersebut ada karena banyak pola budaya yang ada hanya untuk beberapa anggota masyarakat. Sosiolog menggunakan istilah high culture, yaitu pola budaya yang membedakan golongan masyarakat dan popular culture, yaitu pola budaya yang tersebar di semua masyarakat.Sosiolog berpendapat high culture lebih superior daripada popular culture. Hal tersebut dikarenakan pertama, tidak ada golongan dan atau masyarakat biasa yang menyebarkan ketertarikan yang sama, masyarakat di kedua kategori sangat berbeda dalam banyak hal. Kedua, dikarenakan high culture memiliki pendukung yang memiliki uang dan kekuasaan yang lebih.
Subbudaya adalah pola budaya yang memisahkan beberapa segmen dari populasi masyarakat. Amerika Korea tradisional, Yankees New England, pendukung PSIS adalah salah satu contoh subbudaya.
Mutilkulturalisme adalah paham tentang memahami perbedaan budaya dan menjunjung tinggi kesetaraan antarbudaya yang berbeda.Adanya paham ini membuat negara-negara dengan berbagaimacam budaya menjadi harmonis. Adanya paham ini membuat kehidupan menjadi setara, tidak ada pilih kasih atas dasar budaya asal. Akan tetapi tidak semua negara dengan berbagaimacam budaya di dalamnya memahami paham ini. Ada budaya-budaya yang tidak ingin disetarakan dengan budaya lain.
Adanya eurosentris menjadi contoh. Eurosentris adalah paham tentang dominasi orang Eropa di dalam pola budaya. Orang Eropa beranggapan bahwa budaya mereka adalah pusat dari budaya dunia. Salah satu contoh dari hasil eurosentris adalah penggunaan bahasa-bahasa eropa di seluruh dunia.
Bentuk perlawanan eurosentris adalah afrosentrisme, yaitu memerkenalkan pola budaya Afrika. Budaya yang sekian lama terabaikan. Banyak konflik terjadi karena alasana perbedaan budaya asal. Konflik yang sebenanya hanya bias diselsaikan dengan rasa saling menghargai. Adanya multikulturalisme sebenarnya membuat kita belajar akan hidup berdampingan dengan budaya lain dilandasi rasa toleransi yang akan membuat hidup damai.
Perbedaan budaya juga terdapat penolakan terhadap pemikiran atau perilaku konvensional. Counterculture adalah pola budaya yang menentang budaya yang telah ada dalam masyarakat. Sebagai contoh adalah budaya plonco dalam proses orientasi sekolah di Indonesia. Plonco yaitu menggunakan kekerasan fisik dan mental dalam proses orientasi sekolah yang merugikan pelajar baru. Budaya itu ditentang dan diganti dengan proses orientasi sekolah yang lebih mendidik, bermoral dan menyenangkan.
Zaman terus berkembang, terus maju ke depan. Begitu pula dengan budaya yang mengiringnya. Budaya terus berubah . Budaya terus menyesuaikan zaman. Perubahan satu budaya juga akan memengaruhi budaya yang lain.
Perubahan budaya bukan terjadi begitu saja. Ada sebab-sebab yang membuat sebuah budaya berubah. Perubahan yang dikarenakan sebuah penemuan (invention), yaitu proses pembuatan elemen-elemen budaya baru. Contoh telepon (1876), pesawat terbang (1903), computer (1940), penemuan tersebut member dampak yang besar sampai sekarang. Selanjutnya, penemuan (discovery) yaitu penemuan unsur budaya baru. Meneliti sesuatu yang sebenanrnya sudah ada dan menerapkannya. Terakhir, penyebaran (diffusion), yaitu penyebaran satu budaya masyarakat ke masyarakat yang lain.
Ethnosentrisme adalah menilai budaya lain dengan berdasarkan ukuran budaya sendiri. Paham ini rentan akan kesalahpahaman dan konflik karena kadang disertai dengan merendahkan budaya lain.Sama halnya dengan etnosentri, relativisme budaya, yaitu menilai budaya lain berdasarkan standar batasan budaya sendiri.
Kita dapat melihat orang-orang di dunia, banyak yang memakai calana jeans, hamper semua mendengarkan musik, membeli produk-produk rumah tangga yang mereka lihat dari iklan. Bahasa inggris meluas begitu cepat sebagai bahasa kedua di seluruh dunia. Budaya yang mengglobal sudah kita rasakan dalam kehidupan.
Arus aliran barang yang diperjualbelikan lintas negara, komunikasi tanpa batas dimanapun dan kapanpun, dan perpindahan penduduk antarnegara membuat budaya-budaya dapat disebarkan secara luas, cepat, dan mudah. Sesuatu yang sedang menjadi tren di suatu negara akan dengan mudah menyebar ke negara lain dengan adanya tiga unsur tersebut.

TEORI BUDAYA
Teori pendekatan fungsional struktural menjelaskna budaya sebagai sebuah strategi yang kompleks untuk mempertemukan kebutuhan-kebutuhan manusia. Budaya bernilai mengarahkan hidup manusia, memberikan makna apa yang harus manusia lakukan, dan merekatkan sesama manusia.
Teori pendekatan sosial konflik menekankan hubungan antara budaya dan ketidaksetaraan. Pada ciri budaya, dari sudut pandang pendekatan ini, menguntungkan beberapa anggota masyarakat dengan mengorbankan yang lain. Menurut Marxist, budaya dibentuk oleh sistem ekonomi produksi masyarakat. Jadi kenyataan sosial yang mereka alami menentukan kesadaran mereka.
Teori sosiobiologi berdasar pada teori Charles Darwin (1859), yang berpendapat bahwa semua mahkluk hidup memproduksi diri sendiri, selanjutnya masing-masing keturunan membawa gen yang dibawa oleh keturunan selanjutnya. Terjadi acak variasi gen yang membuat spesies mencoba keluar ke lingkungan baru. Akhirnya, selama ribuan generasi, pola ini terus bertahan dan dominan.

BUDAYA DAN KEBEBASAN MANUSIA
Disadari atau tidak, budaya ternyata membatasi perilaku manusia. Manusia hidup dituntut sesuai dengan budaya yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai pencipta budaya, kita harus mampu membentuk dan membentuk ulang dunia sehingga sesuai, untuk kebutuhan kita dan tujuan hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar