Interaksi sosial
adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih melakukan kontak yang di
dalamnya terdapat suatu tindakan.
Ø Stuktur Sosial :
Pedoman untuk Kehidupan Sehari-hari
o
Status
Status merupakan posisi sosial yang
dipegang seseorang. Dalam penggunaan sehari-hari, status berarti
"gengsi", Status merupakan bagian dari identitas sosial kita dan
membantu mendefinisikan hubungan kita dengan orang lain. George Simmel, salah
satu ahli sosiologi, menjelaskan, kita perlu mengetahui dengan siapa kita
berhubungan sebelum melakukan interaksi dengan orang tersebut.
1)
Perangkat
Status
Setiap orang memiliki status.
Seorang berstatus anak bagi orang tuanya, seorang murid berstatus anak didik
bagi gurunya, dan sebagainya. Perangkat status bersifat dinamis, akan berubah
berubah seiring waktu. Seorang anak akan menjadi orang tua ketika waktunya
dewasa, seorang murid akan menjadi guru.
2)
Ascribed
dan Achieved Status
Ascribed status adalah posisi
sosial seseorang yang didapatkan saat lahir atau secara tidak sengaja dalam
hidupnya. Achieved status menuju kepada posisi sosial seseorang secara sukarela
mencerminkan kemampuan dan usaha seseorang untuk mendapatkan posisi tersebut.
3)
Status
Utama
Status utama adalah status yang
berperan penting dalam identitas sosial, yang
melatarbelakangi kehidupan seseorang, yang mrerubah keseluruhan hidup
seseorang. Bagi sebagian besar orang pekerjaan adalah status utama, karena
memperlihatkan latar belakang, pendidikan, dan penghasilan seseorang. Status
utama bisa bersifat positif maupun negatif. Contohnya negatifnya seperti terkadang
kekurangan fisik berfungsi sebagai status utama dimana kita merendahkan orang
lain hanya karena kekurangan sosial.
o
Peran
Sebuah
struktur sosial penting kedua adalah peran, perilaku yang diharapkan dari
seseorang yang memegang status tertentu. Seseorang memegang status dan
melakukan peran. Misalnya, memegang status mahasiswa membawa kita untuk
melakukan peran menghadiri kelas dan menyelesaikan tugas. Status dan peran
memilikiarti yang beragam sesuai tempat dan kebudayaannya.
1)
Perangkat
Peran
Karena kita memegang banyak status dalam satu waktu—status
set—kehidupan sehari-hari menjadi campuran dari berbagai peran. Menurut Robert
Merton, istilah perangkat peran yaitu
untuk mengidentifikasi sejumlah peran yang melekat pada status tunggal.
Perspektif global menunjukkan bahwa peran seseorang digunakan untuk untuk
menentukan hidup dari masyarakat ke masyarakat. Di negara-negara berpenghasilan
rendah, orang menghabiskan tahun yang lebih sedikit sebagai mahasiswa, dan
peran keluarga seringkali sangat penting untuk identitas sosial. Di
negara-negara berpenghasilan tinggi, orang menghabiskan waktu yang lama sebagai
mahasiswa, dan peran keluarga biasanya kurang penting untuk identitas sosial.
2)
Konflik Peran dan
Ketegangan Peran
Ahli Sosioogi demikian
mengakui konflik peran sebagai konflik antar peran yang terhubung ke dua atau
lebih status. Kita mengalami konflik peran ketika kita menemukan diri kita
ditarik dalam berbagai arah saat kita mencoba untuk menanggapi banyak status yang
kita pegang. Ketegangan peran mengacu pada ketegangan antar peran yang
terhubung ke satu status. Seorang profesor perguruan tinggi dapat menikmati
bersikap ramah dengan siswa. Pada saat yang sama, bagaimanapun, profesor harus
menjaga jarak pribadi yang diperlukan untuk mengevaluasi mahasiswa dengan adil.
3)
Role Exit
Role Exit adalah keluarnya seseorang dari peran
sosialnya. Hal ini terjadi karena seseorang merasa tidak mampu melanjutkan
peran yang ia miliki. Lalu mereka memikirkan pilihan – pilihan hidup yang lain,
dan mencoba sesuatu yang baru.Walau begitu, ada bagian bagian lama yang masih
melekat pada dirinya.
Ø Konstruksi
Sosial dalam Kehidupan Nyata
Konstruksi
Sosial dalam Kehidupan Nyata adalah proses dimana seseorang secara kreatif membentuk
realitas melalui interaksi sosial. Kita menempatkan diri sesuai dengan tujuan
kita, kita tentukan arah jalan hidup kita, kemudian orang lain melakukan hal
yang sama sehingga terbentuklah realita. Interaksi sosial adalah negosiasi
rumit yang membentuk realita. Kehidupan melibatkan persetujuan untuk membentuk
realita. Namun cara pandang orang didasarkan pada latar belakang, ketertarikan,
dan tujuan yang bermacam-macam.
a) Street Smarts
Istilah
ini berarti bentuk kegiatan yang membentuk realita.Hal ini bergantung pada
kreativitas manusia dan situasi yang berlaku.
b) Teorema Thomas
Teorema
Thomas adalah situasi yang dijelaskan secara nyata, dan nyata dalam
konsekuensinya.Pada interaksi sosial, meskipun realitas awalnya "lunak"
karena sedang dibentuk, dapat menjadi "keras" pada dampaknya.
c) Ethomethodology
Menurut
Harold Garfinkel, etnometodologi adalah sebuah studi tentang cara manusia membentuk
hal-hal yang masuk akal dalam kehidupan sekitar mereka. Pendekatan ini dimulai dengan
menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari bergantung pada jumlah dari asumsi.
d) Membangun Realitas: Kelas dan Budaya
Bagaimana
kita bertindak atau apa yang kita lihat di lingkungan kita tergantung pada
minat kita. Latar belakang sosial juga mempengaruhi apa yang kita lihat. Pada
intinya, orang membangun realita berdasar kebudayaan di sekitarnya.
Ø Analisis
Dramaturgi : Presentasi Diri
Erving Goffman adalah
sosiolog lain yang menganalisis interaksi sosial, menjelaskan bahwa orang-orang
menjalani hidup mereka seperti aktor yang tampil di panggung. Jika membayangkan
menjadi seorang sutradara mengamati apa yang terjadi di panggung teater setiap
harinya, maka seseorang telah melakukan apa yang Goffman sebut dengan analisis dramaturgi, yaitu studi
tentang interaksi sosial dalam hal pertunjukan teater. Goffman menggambarkan
"kinerja" masing-masing individu sebagai presentasi diri,upaya
seseoranguntuk membuat kesan tertentu dalam pikiran orang lain. Proses ini,
kadang-kadang disebut manajemen kesan, dimulai dengan ide kinerja pribadi.
o Pertunjukan
Saat kita mempertunjukkan diri kita
pada keseharian kita, kita mengungkapkan informasi kepada yang lain baik secara
sadar maupun tidak. Kinerja kita terrmasuk bagaimana kita berpakaian. Selain
itu kita bervariasi pada kinerja kita tergantung dimana kita berada.
o Komunikasi Non-verbal
Proses dari komunikasi non verbal
yaitu menggunakan pergerakan tubuh, gestur, dan ekspresi wajah daripada
berbicara. Manusia
menggunakan bagian – bagian tubuh untuk menyampaikan informasi melalui bahasa
tubuh. Ekspresi wajah merupakan salah satu yang terpenting dalam bahasa
tubuh. Kontak mata adalah elemen lain dalam komunikasi nonverbal. Biasanya
orang menggunakan kontak mata untuk memicu interaksi sosial.
ü Bahasa
Tubuh dan Tipu Muslihat
Pada interaksi
sehari-hari, bahasa tubuh yang tidak direncanakan dapat bertentangan dengan
makna yang direncanakan. Karena komunikasi non-verbal sulit dikendalikan,
komunikasi non-verbal dapat memberikan petunjuk ketika terjadi tipu muslihat,
dalam banyak cara yang sama saat perubahan terjadi dalam pernapasan, denyut
nadi, keringat, dan tekanan darah dicatat pada detektor kebohongan menunjukkan
bahwa seseorang sedang berbohong. Kunci untuk mendeteksi kebohongan adalah
melihat seluruh kinerja dengan pandangan yang tidak konsisten.
o Gender
dan Pertunjukan
Karena wanita disosialisasikan untuk merespon
orang lain, mereka cenderung
lebih sensitif dibandingkan pria untuk komunikasi nonverbal. Penelitian menunjukkan
bahwa perempuan "membaca" pria lebih baik dibandingkan pria "membaca" wanita. Gender juga merupakan salah satu elemen kunci dalam penyajian diri, seperti yang bagian berikut jelaskan :
lebih sensitif dibandingkan pria untuk komunikasi nonverbal. Penelitian menunjukkan
bahwa perempuan "membaca" pria lebih baik dibandingkan pria "membaca" wanita. Gender juga merupakan salah satu elemen kunci dalam penyajian diri, seperti yang bagian berikut jelaskan :
ü Sikap
Sikap, yaitu cara kita
bertindak dan membawa diri kita sendiri. Sikap adalah petunjuk kekuatan sosial.
Biasanya, orang yang lebih kuat memiliki kebebasan yang lebih dari bagaimana mereka
bertindak.
ü Penggunaan
Ruang
Kekuasaan menjadi
peran kunci disini, semakin berkuasa dirimu, semakin banyak ruang yang engkau
gunakan. Untuk kedua jenis kelamin, konsep ruang pribadi mengacu pada daerah
sekitarnya di mana seseorang membuat beberapa klaim untuk privasi.
ü Menatap,
Tersenyum, dan Menyentuh
Kontak mata
mendorong interaksi. Dalam percakapan, perempuan memegang kontak mata lebih
banyak daripada pria. Tapi pria memiliki jeniskontak mata mereka sendiri yaitu menatap. Meskipun menatap sering
menunjukkan kesukaan, tersenyum juga
dapat menjadi tanda berusaha untuk menyenangkan seseorang atau penaklukan. Akhirnya,
saling menyentuh menunjukkan keintiman dan peduli.
o Idealisasi
Masyarakat melakukan berbagai kegiatan atas
berbagai alasan yang kompleks. Goffman mengatakan bahwa manusia membangun
pertunjukan untuk mengidealisasikan tujuannya. Artinya, kita mencoba untuk
meyakinkanorang lain (dan mungkin diri kita sendiri)bahwa apa yang kita lakukan
mencerminkan standar budaya ideal daripada motif egois.
o Malu
dan Kebijaksanaan
Malu adalah bahaya yang selalu ada karena pertunjukan ideal
biasanya mengandung beberapa tipu muslihat. Kebijaksanaan membantu membuat
perbaikan dalam arti seseorang yang bijaksana akan menunjukan sebuah kenyamanan
untuk orang yang merasakan malu.
Ø Interaksi di Kehidupan Sehari-hari : 3
Aplikasi
o
Emosi: Konstruksi
Sosial dari Perasaan
Emosi biasa disebut
perasaan yang merupakan elemen penting dari kehidupan sosial manusia. Pada
kenyataannya apa yang kita perbuat tidak lebih penting dari apa yang kita
rasakan.
ü Sisi
Biologis Emosi
Paul Ekman
mempelajari orang-orang diseluruh dunia, melaporkan bahwa orang orang di
mana-mana manusiamemiliki 6 emosi dasar: senang, sedih, marah, takut, jijik,
terkejut. Hampir semua masyarakat menggunakan ekpresi emosi yang sama.Selain
itu, Ekman menemukan bahwa orang dalam setiap masyarakat menggunakan banyak
ekspresi wajah yang sama dalam menampilkan emosi-emosi ini.
ü Sisi
Budaya Emosi
Pertama, Ekman
menjelaskan, budaya mendefinisikan apa yang memicu emosi. Entah (menyebabkan
kebahagiaan), menghina (kemarahan membangkitkan), kerugian (memproduksi
kesedihan), atau mistik (memprovokasi kejutan dan kekaguman) memiliki banyak
hubungannya dengan budaya. Kedua, budaya memberikan aturan untuk tampilan
emosi. Ketiga, budaya panduan bagaimana kita menghargai emosi.
ü Emosi
pada Pekerjaan
Oleh karena itu,
dari penelitian Hochschild ini kita melihat dimensi tambahan dari
"presentasi diri" yang dijelaskan oleh Erving Goffman. Tidak hanya
presentasi kehidupan sehari-hari kita dengan orang lain melibatkan akting
permukaan tetapi mereka juga melibatkan "akting dalam" emosi. Dengan
pola ini dalam pikiran, mudah untuk melihat bahwa kita membangun emosi sosial
kita sebagai bagian dari realitas kita sehari-hari, sebuah proses dimana ahli
sosiolog menyebutnya sebagai manajemen emosi.
o
Bahasa: Konstruksi
Sosial Gender
Bahasa berkomunikasi tidak hanya sebuah realitas di permukaan tetapi
juga makna yang tingkatnya lebih dalam.Satu tingkat tersebut melibatkan jenis
kelamin. Bahasa mendefinisikan pria dan wanita berbeda baik dari segi kekuatan
dan nilai.
ü Bahasa
dan Kekuatan
Pria sering
menggunakan bahasa untuk membangun kontrol atas lingkungan mereka, bahwa pria
sering menggunakan bahasa untuk membangun kontrol atas lingkungan mereka.
Mungkin ini juga mengapa, di Amerika Serikat dan di tempat lain, seorang wanita
yang menikah secara tradisional mengambil nama terakhir dari suaminya
ü Bahasa
dan Nilai
Bahasa cermin sikap
sosial dan membantu mengabadikan mereka mengingat pentingnya gender dalam
kehidupan sehari-hari, mungkin kita tidak perlu heran bahwa perempuan dan
laki-laki kadang-kadang mengalami kesulitan berkomunikasi satu sama lain. Dalam banyak hal umum, bahasa juga menganugerahkan nilai yang berbeda
pada kedua jenis kelamin.
o
Permainan Realita : Konsruksi Sosial Humor
Humor memainkan peran penting di kehidupan
sehari-hari.
·
Dasar Humor
Humor dihasilkan
oleh konstruksi sosial dari realitas; humor muncul sebagai orang yang membuat
dan kontras dengan dua realitas yang berbeda. Kenyataan konvensional yaitu apa yang budaya sebabkan masyarakat untuk
mengharapkan situasi tertentu. Yang lain adalah kenyataan unkonvensional, yaitu pelanggaran yang tidak terduga dari pola
budaya.
·
Dinamika Humor: "Mengerti"
Untuk
"mengerti" humor, penonton harus memahami baik konvensional dan
realitas konvensional dengan cukup baik untuk menghargai perbedaan mereka.
·
Topik dari Humor
Di seluruh dunia,
orang-orang tersenyum dan tertawa, membuat humor menjadi unsur budaya yang
mendunia. Tetapi karena penduduk dunia hidup dalam budaya yang berbeda, humor
jarang berjalan dengan baik.
·
Fungsi Humor
Humor menyediakan
cara yang dapat diterima untuk membahas topik yang sensitif tanpa muncul untuk
menjadi hal yang serius atau menyinggung.Setelah mengatakan sesuatu yang
kontroversial, orang bisa menggunakan humor untuk meredakan situasi.
Orang-orang juga menggunakan humor untuk meredakan ketegangan dalam situasi
yang tidak nyaman.Satu studi dari pemeriksaan medis menemukan bahwa sebagian
besar pasien mencoba bercanda dengan dokter untuk meredakan kekhawatiran mereka
sendiri.
·
Humor dan Konflik
Humor bisa menjadi
sumber kesenangan, tetapi juga dapat digunakan untuk menjatuhkan orang lain.
Seperti contoh, lelucon tentang orang-orang gay mengungkapkan ketegangan
mengenai orientasi seksual.Humor mungkin menjadi sumber dari kesenangan, tetapi
juga bisa menjatuhkan orang lain. Pria yang membuat lelucon tentang wanita,
biasanya menyampaikan pesan yang dapat melukai hati wanita. Begitu pula dengan
lelucon tentang gay.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar