Selasa, 01 Mei 2018

INTERAKSI SOSIAL


Ø   Interaksi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
            Interaksi sosial adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih melakukan kontak yang di dalamnya terdapat suatu tindakan.

Ø    Stuktur Sosial : Pedoman untuk Kehidupan Sehari-hari
o   Status
Status merupakan posisi sosial yang dipegang seseorang. Dalam penggunaan sehari-hari, status berarti "gengsi", Status merupakan bagian dari identitas sosial kita dan membantu mendefinisikan hubungan kita dengan orang lain. George Simmel, salah satu ahli sosiologi, menjelaskan, kita perlu mengetahui dengan siapa kita berhubungan sebelum melakukan interaksi dengan orang tersebut.
1)      Perangkat Status
Setiap orang memiliki status. Seorang berstatus anak bagi orang tuanya, seorang murid berstatus anak didik bagi gurunya, dan sebagainya. Perangkat status bersifat dinamis, akan berubah berubah seiring waktu. Seorang anak akan menjadi orang tua ketika waktunya dewasa, seorang murid akan menjadi guru.
2)      Ascribed dan Achieved Status
Ascribed status adalah posisi sosial seseorang yang didapatkan saat lahir atau secara tidak sengaja dalam hidupnya. Achieved status menuju kepada posisi sosial seseorang secara sukarela mencerminkan kemampuan dan usaha seseorang untuk mendapatkan posisi tersebut.
3)      Status Utama
Status utama adalah status yang berperan penting dalam identitas sosial, yang  melatarbelakangi kehidupan seseorang, yang mrerubah keseluruhan hidup seseorang. Bagi sebagian besar orang pekerjaan adalah status utama, karena memperlihatkan latar belakang, pendidikan, dan penghasilan seseorang. Status utama bisa bersifat positif maupun negatif. Contohnya negatifnya seperti terkadang kekurangan fisik berfungsi sebagai status utama dimana kita merendahkan orang lain hanya karena kekurangan sosial.
o   Peran
Sebuah struktur sosial penting kedua adalah peran, perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memegang status tertentu. Seseorang memegang status dan melakukan peran. Misalnya, memegang status mahasiswa membawa kita untuk melakukan peran menghadiri kelas dan menyelesaikan tugas. Status dan peran memilikiarti yang beragam sesuai tempat dan kebudayaannya.
1)        Perangkat Peran
Karena kita memegang banyak status dalam satu waktu—status set—kehidupan sehari-hari menjadi campuran dari berbagai peran. Menurut Robert Merton, istilah perangkat peran yaitu untuk mengidentifikasi sejumlah peran yang melekat pada status tunggal. Perspektif global menunjukkan bahwa peran seseorang digunakan untuk untuk menentukan hidup dari masyarakat ke masyarakat. Di negara-negara berpenghasilan rendah, orang menghabiskan tahun yang lebih sedikit sebagai mahasiswa, dan peran keluarga seringkali sangat penting untuk identitas sosial. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, orang menghabiskan waktu yang lama sebagai mahasiswa, dan peran keluarga biasanya kurang penting untuk identitas sosial.
2)        Konflik Peran dan Ketegangan Peran
Ahli Sosioogi demikian mengakui konflik peran sebagai konflik antar peran yang terhubung ke dua atau lebih status. Kita mengalami konflik peran ketika kita menemukan diri kita ditarik dalam berbagai arah saat kita mencoba untuk menanggapi banyak status yang kita pegang. Ketegangan peran mengacu pada ketegangan antar peran yang terhubung ke satu status. Seorang profesor perguruan tinggi dapat menikmati bersikap ramah dengan siswa. Pada saat yang sama, bagaimanapun, profesor harus menjaga jarak pribadi yang diperlukan untuk mengevaluasi mahasiswa dengan adil.
3)        Role Exit
Role Exit adalah keluarnya seseorang dari peran sosialnya. Hal ini terjadi karena seseorang merasa tidak mampu melanjutkan peran yang ia miliki. Lalu mereka memikirkan pilihan – pilihan hidup yang lain, dan mencoba sesuatu yang baru.Walau begitu, ada bagian bagian lama yang masih melekat pada dirinya.


Ø    Konstruksi Sosial dalam Kehidupan Nyata
            Konstruksi Sosial dalam Kehidupan Nyata adalah proses dimana seseorang secara kreatif membentuk realitas melalui interaksi sosial. Kita menempatkan diri sesuai dengan tujuan kita, kita tentukan arah jalan hidup kita, kemudian orang lain melakukan hal yang sama sehingga terbentuklah realita. Interaksi sosial adalah negosiasi rumit yang membentuk realita. Kehidupan melibatkan persetujuan untuk membentuk realita. Namun cara pandang orang didasarkan pada latar belakang, ketertarikan, dan tujuan yang bermacam-macam.
a)      Street Smarts
Istilah ini berarti bentuk kegiatan yang membentuk realita.Hal ini bergantung pada kreativitas manusia dan situasi yang berlaku.
b)     Teorema Thomas
Teorema Thomas adalah situasi yang dijelaskan secara nyata, dan nyata dalam konsekuensinya.Pada interaksi sosial, meskipun realitas awalnya "lunak" karena sedang dibentuk, dapat menjadi "keras" pada dampaknya.
c)      Ethomethodology
Menurut Harold Garfinkel, etnometodologi adalah sebuah studi tentang cara manusia membentuk hal-hal yang masuk akal dalam kehidupan sekitar mereka. Pendekatan ini dimulai dengan menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari bergantung pada jumlah dari asumsi.
d)     Membangun Realitas: Kelas dan Budaya
Bagaimana kita bertindak atau apa yang kita lihat di lingkungan kita tergantung pada minat kita. Latar belakang sosial juga mempengaruhi apa yang kita lihat. Pada intinya, orang membangun realita berdasar kebudayaan di sekitarnya.

Ø    Analisis Dramaturgi : Presentasi Diri
Erving Goffman adalah sosiolog lain yang menganalisis interaksi sosial, menjelaskan bahwa orang-orang menjalani hidup mereka seperti aktor yang tampil di panggung. Jika membayangkan menjadi seorang sutradara mengamati apa yang terjadi di panggung teater setiap harinya, maka seseorang telah melakukan apa yang Goffman sebut dengan analisis dramaturgi, yaitu studi tentang interaksi sosial dalam hal pertunjukan teater. Goffman menggambarkan "kinerja" masing-masing individu sebagai presentasi diri,upaya seseoranguntuk membuat kesan tertentu dalam pikiran orang lain. Proses ini, kadang-kadang disebut manajemen kesan, dimulai dengan ide kinerja pribadi.
o   Pertunjukan
Saat kita mempertunjukkan diri kita pada keseharian kita, kita mengungkapkan informasi kepada yang lain baik secara sadar maupun tidak. Kinerja kita terrmasuk bagaimana kita berpakaian. Selain itu kita bervariasi pada kinerja kita tergantung dimana kita berada.
o   Komunikasi Non-verbal
Proses dari komunikasi non verbal yaitu menggunakan pergerakan tubuh, gestur, dan ekspresi wajah daripada berbicara. Manusia menggunakan bagian – bagian tubuh untuk menyampaikan informasi melalui bahasa tubuh. Ekspresi wajah merupakan salah satu yang terpenting dalam bahasa tubuh. Kontak mata adalah elemen lain dalam komunikasi nonverbal. Biasanya orang menggunakan kontak mata untuk memicu interaksi sosial.
ü  Bahasa Tubuh dan Tipu Muslihat
Pada interaksi sehari-hari, bahasa tubuh yang tidak direncanakan dapat bertentangan dengan makna yang direncanakan. Karena komunikasi non-verbal sulit dikendalikan, komunikasi non-verbal dapat memberikan petunjuk ketika terjadi tipu muslihat, dalam banyak cara yang sama saat perubahan terjadi dalam pernapasan, denyut nadi, keringat, dan tekanan darah dicatat pada detektor kebohongan menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong. Kunci untuk mendeteksi kebohongan adalah melihat seluruh kinerja dengan pandangan yang tidak konsisten.
o   Gender dan Pertunjukan
Karena wanita disosialisasikan untuk merespon orang lain, mereka cenderung
lebih sensitif dibandingkan pria untuk komunikasi nonverbal. Penelitian menunjukkan
bahwa perempuan "membaca"
pria lebih baik dibandingkan pria "membaca" wanita. Gender juga merupakan salah satu elemen kunci dalam penyajian diri, seperti yang bagian berikut jelaskan :
ü  Sikap
Sikap, yaitu cara kita bertindak dan membawa diri kita sendiri. Sikap adalah petunjuk kekuatan sosial. Biasanya, orang yang lebih kuat memiliki kebebasan yang lebih dari bagaimana mereka bertindak.



ü  Penggunaan Ruang
Kekuasaan menjadi peran kunci disini, semakin berkuasa dirimu, semakin banyak ruang yang engkau gunakan. Untuk kedua jenis kelamin, konsep ruang pribadi mengacu pada daerah sekitarnya di mana seseorang membuat beberapa klaim untuk privasi.
ü  Menatap, Tersenyum, dan Menyentuh
Kontak mata mendorong interaksi. Dalam percakapan, perempuan memegang kontak mata lebih banyak daripada pria. Tapi pria memiliki jeniskontak mata mereka sendiri yaitu menatap. Meskipun menatap sering menunjukkan kesukaan, tersenyum juga dapat menjadi tanda berusaha untuk menyenangkan seseorang atau penaklukan. Akhirnya, saling menyentuh menunjukkan keintiman dan peduli.
o   Idealisasi
Masyarakat melakukan berbagai kegiatan atas berbagai alasan yang kompleks. Goffman mengatakan bahwa manusia membangun pertunjukan untuk mengidealisasikan tujuannya. Artinya, kita mencoba untuk meyakinkanorang lain (dan mungkin diri kita sendiri)bahwa apa yang kita lakukan mencerminkan standar budaya ideal daripada motif egois.
o   Malu dan Kebijaksanaan
Malu adalah bahaya yang selalu ada karena pertunjukan ideal biasanya mengandung beberapa tipu muslihat. Kebijaksanaan membantu membuat perbaikan dalam arti seseorang yang bijaksana akan menunjukan sebuah kenyamanan untuk orang yang merasakan malu.

Ø    Interaksi di Kehidupan Sehari-hari : 3 Aplikasi
o   Emosi: Konstruksi Sosial dari Perasaan
Emosi biasa disebut perasaan yang merupakan elemen penting dari kehidupan sosial manusia. Pada kenyataannya apa yang kita perbuat tidak lebih penting dari apa yang kita rasakan.
ü  Sisi Biologis Emosi
Paul Ekman mempelajari orang-orang diseluruh dunia, melaporkan bahwa orang orang di mana-mana manusiamemiliki 6 emosi dasar: senang, sedih, marah, takut, jijik, terkejut. Hampir semua masyarakat menggunakan ekpresi emosi yang sama.Selain itu, Ekman menemukan bahwa orang dalam setiap masyarakat menggunakan banyak ekspresi wajah yang sama dalam menampilkan emosi-emosi ini.
ü  Sisi Budaya Emosi
Pertama, Ekman menjelaskan, budaya mendefinisikan apa yang memicu emosi. Entah (menyebabkan kebahagiaan), menghina (kemarahan membangkitkan), kerugian (memproduksi kesedihan), atau mistik (memprovokasi kejutan dan kekaguman) memiliki banyak hubungannya dengan budaya. Kedua, budaya memberikan aturan untuk tampilan emosi. Ketiga, budaya panduan bagaimana kita menghargai emosi.
ü  Emosi pada Pekerjaan
Oleh karena itu, dari penelitian Hochschild ini kita melihat dimensi tambahan dari "presentasi diri" yang dijelaskan oleh Erving Goffman. Tidak hanya presentasi kehidupan sehari-hari kita dengan orang lain melibatkan akting permukaan tetapi mereka juga melibatkan "akting dalam" emosi. Dengan pola ini dalam pikiran, mudah untuk melihat bahwa kita membangun emosi sosial kita sebagai bagian dari realitas kita sehari-hari, sebuah proses dimana ahli sosiolog menyebutnya sebagai manajemen emosi.
o   Bahasa: Konstruksi Sosial Gender
Bahasa berkomunikasi tidak hanya sebuah realitas di permukaan tetapi juga makna yang tingkatnya lebih dalam.Satu tingkat tersebut melibatkan jenis kelamin. Bahasa mendefinisikan pria dan wanita berbeda baik dari segi kekuatan dan nilai.
ü  Bahasa dan Kekuatan
Pria sering menggunakan bahasa untuk membangun kontrol atas lingkungan mereka, bahwa pria sering menggunakan bahasa untuk membangun kontrol atas lingkungan mereka. Mungkin ini juga mengapa, di Amerika Serikat dan di tempat lain, seorang wanita yang menikah secara tradisional mengambil nama terakhir dari suaminya
ü  Bahasa dan Nilai
Bahasa cermin sikap sosial dan membantu mengabadikan mereka mengingat pentingnya gender dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita tidak perlu heran bahwa perempuan dan laki-laki kadang-kadang mengalami kesulitan berkomunikasi satu sama lain. Dalam banyak hal umum, bahasa juga menganugerahkan nilai yang berbeda pada kedua jenis kelamin.
o   Permainan  Realita : Konsruksi Sosial Humor
Humor memainkan peran penting di kehidupan sehari-hari.

·         Dasar Humor
Humor dihasilkan oleh konstruksi sosial dari realitas; humor muncul sebagai orang yang membuat dan kontras dengan dua realitas yang berbeda. Kenyataan konvensional yaitu apa yang budaya sebabkan masyarakat untuk mengharapkan situasi tertentu. Yang lain adalah kenyataan unkonvensional, yaitu pelanggaran yang tidak terduga dari pola budaya.
·         Dinamika Humor: "Mengerti"
Untuk "mengerti" humor, penonton harus memahami baik konvensional dan realitas konvensional dengan cukup baik untuk menghargai perbedaan mereka.
·         Topik dari Humor
Di seluruh dunia, orang-orang tersenyum dan tertawa, membuat humor menjadi unsur budaya yang mendunia. Tetapi karena penduduk dunia hidup dalam budaya yang berbeda, humor jarang berjalan dengan baik.
·         Fungsi Humor
Humor menyediakan cara yang dapat diterima untuk membahas topik yang sensitif tanpa muncul untuk menjadi hal yang serius atau menyinggung.Setelah mengatakan sesuatu yang kontroversial, orang bisa menggunakan humor untuk meredakan situasi. Orang-orang juga menggunakan humor untuk meredakan ketegangan dalam situasi yang tidak nyaman.Satu studi dari pemeriksaan medis menemukan bahwa sebagian besar pasien mencoba bercanda dengan dokter untuk meredakan kekhawatiran mereka sendiri.
·         Humor dan Konflik
Humor bisa menjadi sumber kesenangan, tetapi juga dapat digunakan untuk menjatuhkan orang lain. Seperti contoh, lelucon tentang orang-orang gay mengungkapkan ketegangan mengenai orientasi seksual.Humor mungkin menjadi sumber dari kesenangan, tetapi juga bisa menjatuhkan orang lain. Pria yang membuat lelucon tentang wanita, biasanya menyampaikan pesan yang dapat melukai hati wanita. Begitu pula dengan lelucon tentang gay.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar