Perubahan Sosial adalah perubahan secara besar atau
kecil, cepat maupun lambat yang mengubah semua aspek (pola sosial, status,
peran, stratifikasi, institusi) yang membentuk hidup kita ke arah yang lebih
baik.
PROSES PERUBAHAN
MEMPUNYAI 4 KARAKTER:
1.Perubahan yang
terjadi sepanjang waktu
2.Perubahan yang
disengaja tetapi sering tidak direncanakan
3.Perubahan
social kontroversial
4. Beberapa perubahan yang penting dari yang lain
PENYEBAB
PERUBAHAN SOSIAL
1.Budaya dan
perubahan
Ada 3 sumber
perubahan budaya:
Ø Penemua objek baru,ide,dan pola social
(invention)
Ø Penemuan yang sudah ada lalu
diperbaharui (discovery)
Ø Difusi menciptakan perubahan sebagai
produk, orang, dan informasi menyebar dari
satu masyarakat ke masyarakat lain
2.Konflik dan
perubahan
3. Ide dan
perubahan
4.Perubahan demografi Jumlah penduduk
MODERNITY
4 Dimensi
dari modernisasi:
1.Penurunan,
masyarakat tradisional kecil
2.Perluasan
pilihan pribadi
3.Menigkatkan
Keragama Sosial
4.Orientasi
terhadap masa depan dan tumbuh kesadaran waktu
FERDINAND TONNIES (1885-1937)
Ilmuan ini terkenal dengan teorinya
“Gemeinschaft dan Gesellschaft”. Dia mengklaim moderninasi sebagai hilangnya
progresif Gemeinschaft, atau komunitas manusia. Ia melihat industri melemah.
Masyarakat Eropa dan Amerika secara bertahap menjadi tak menentu. Awal abad
ke-20 beberapa bagian Negara di AS dianggap Tonnes menggunakan konsep
Gemeinschaft. Desa dan kota kecil terikat pekerjaan dan lambat berkembang.
Keluarga desa menghibur diri dengan berkumpul pada malam hari sambil bercerita.
Namun menurut Tönnies, karena semangat tradisional Gemeinschaft, orang
"pada dasarnya bersatu terlepas dari semua memisahkan faktor ".
EMILE DURKHEIM: DIVISI
PEMBAGIAN KERJA
Menurut
sosiologi asal Prancis, Emile Durkheim, ketertarikan Tönnies’s dalam perubahan sosial dihasilkan dari
Revolusi Industri. Menurut Durkheim
(1964a, orig. 1893), modernisasi diartikan sebagai peningkatan pembagian kerja,
atau kegiatan ekonomi yang khusus. Dengan modernisasi, pembagian
kerja menjadi lebih jelas. Durkheim melihat modernisasi bukan sebagai hilangnya
komunitas di masyarakat, tetapi perubahan komunitas yang awalnya berdasarkan
kesamaan yang dimiliki menjadi komunitas yang memiliki kebutuhan ekonomi yang
saling berkaitan satu sama lain.
MAX WEBER:
RASIONALISASI
Menurut Max Weber, modernisasi berarti mengubah cara
pandang berpikir yang awalnya tradisional menjadi rasional.
KARL MARX: KAPITALISME
Menurut Karl Marx ,
masyarakat modern identik dengan kapitalisme. Ia melihat Revolusi Industri
sebagai awal mula revolusi kapitalis. Kaum borjuis secara bertahap mengganti
aristokrasi feodal menjadi sistem revolusi industri baru yang sangat kuat dan
produktif. Marx setuju bahwa modernisasi
melemahkan masyarakat kecil (seperti dijelaskan oleh Tönnies) , membuat
pekerjaan menjadi lebih spesifik (seperti dijelaskan olehDurkheim) , dan mendorong
pandangan yang rasional (seperti dijelakan Weber) . Tapi ia juga melihat bahwa
ini adalah kondisi yang diperlukan kaum kapitalis untuk terus berkembang.
TEORI
KONFLIK SOSIAL: PEMBARUAN MENJADI KELAS SOSIAL
Dari
perspektif konflik sosial, pembaruan bisa disebut dari kelas sosial. Teori ini
terbagi menjadi dua bagian. Kapitalisme dan Ketidak setaraan Persisten.
KAPITALISME
Kapitalisme
berkembang karena ekonomi kapitalisme mempunyai keuntungan yang besar dan
konsumsi yang terus meningkat. Dalam teori kapitalisme ini lebih menggunakan
pengetahuan. Dalam ideologi maupun bekal untuk menjadi orang yang sukses dan
produktif. Dalam hal bisnis pun butuh pengetahuan yang luas untuk mencari
peluang dan tindakan yang se efektif mungkin.
KETIDAKSETARAAN
PERSISTEN
Modernitas
secara perlahan menghapus budaya ketidaksetaraan seperti bangsawan dengan
rakyat jelata di tengah kawasan praindustri. Tetapi teori social kelas yang
masih memihak kelas atas yang lebih diunggulkan daripada kelas bawah. Tidak
bisa dipungkiri bahwa kekayaan dan kekuasaan yang masih mendominasi di kalangan
masyarakat sosial kita. Pemerintahan tidak melihat kalangan bawah dan hanya
melihat kalangan atas yang memiliki kekayaan dan kekuasaan.
PEMBARUAN
DAN INDIVIDU
SOSIAL
MASSA: MASALAH IDENTITAS
Pembaruan
membebaskan individual dari masa lalu. Orang orang di era pembaruan memiliki
privasi dan kebebasan untuk mengungkapkan tentang pribadinya masing masing.
Sebaliknya, teori masyarakat memaparkan perbedaan social, meluasnya
pengasingan, yang menjelaskan sangat cepat nya perubahan sosial yang membuat
banyak orang kesulitan untuk membentuk identitas yang jelas. Kepribadian
seseorang dibentuk dari pengalaman di kehidupannya. Kebebasan memilih didalam
kehidupan bermasyarakat memiliki makna agar kita bisa memilih yang baik , dan
di dalam masyarakat yang bertoleran, kita bisa untuk memilih mengikuti satu
jalan atau lebih.
KELAS
SOSIAL: PERMASALAHAN TENTANG KETIDAKBERDAYAAN
Bagi sebagian orang, pembaruan memberikan kebebasan
yang luas. Tetapi bagi kaum minoritas
masalah sangat sering terjadi dan semakin meluas. Seperti contohnya, walaupun
banyak kaum wanita di era pembaruan ini sudah ikut berpartisipasi dalam
berbagai bidang, tetapi terkadang masih suka terhalang oleh aturan tradisional.
Masalah menyebarluasnya ketidakberdayaan membuat Herbert Marcuse (1964)
menantang teori Max Weber bahwa pembaruan social itu irasional. Marcuse
menambahkan bahwa dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat membuat mereka
kurang menahan kehidupan mereka. Marcuse yakin bahwa ilmu pengetahuan adalah
penyebabnya. Teori masyarakat kelas menegaskan bahwa orang-orang menderita
karena masyarakat modern berkonsentrasi pada pengetahuan , kekayaan , dan
kekuasaan di tangan beberapa hak istimewa.
MODERNITAS
DAN KEMAJUAN
Dalam masyarakat modern, kebanyakan orang
berekspetasi, berifikir, kehidupan sosial berubah. Kita menyebutnya sebagai
kemajuan. Masyarakat kita cenderung menganggap budaya tradisional sebagai
terbelakang . Tetapi karena perubahan , khususnya terhadap kemampuan secara
material, adalah berkat tambahan. Secara singkat, kita semua menyadari bahwa
kehidupan kita berubah dengan cepat setiap waktunya, tetapi kita dapat tidak
menyetujui semua perubahan yang terjadi.
TEORI
MODERNITAS
TEORI
STRUKTURAL-FUNGSIONAL: MODERNITAS SEBAGAI MASSA MASYARAKAT
Massa masyarakat adalah kondisi melemahnya ikatan
sosial kemakmuran dan birokrasi yang ada di dalamikatan masyarakat tradisional.
Sebuah
massa masyarakat
sangat produktif : orang
memiliki pendapatan lebih banyak dari sebelumnya .
Adanya peningkatan populasi, pertumbuhan di
kota-kota , dan spesialisasi aktivitas ekonomi ini didorong oleh revolusi
industri yang secara bertahap mengubah pola yang selama ini sudah berjalan.
Dengan adanya mobilitas geografis dan mulai terbukanya pemikiran masyarakat
padacara hidup yang beragam, menjadikan nilai nilai tradisional yang ada mulai
melemah.
POSTMODERN
Modernitas merupakan janji-janji
kebebasan dari kekurangan dan keterpurukan. Namun teori yang muncul dari
revolusi industi yang terjadi pada abad 18an tidak kunjung terwujud. Konsep
modernitas dianggap sudah tidak relevan lagi dengan keadaan masyarakat saat
ini. Hal tersebut terjadi karena industrialisasi mengubah tatanan masyarakat
modern menjadi masyarakat postindustri. Modernitas juga memiliki keyakinan dan
ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa kehidupan akan lebih baik dengan
mnggunakan teknologi,namun pada kenyataannya ilmu pengetahuan tidak selalu
menjadi solusi dalam memecahkan banyak masalah.
Para
pengkritik sosial mulai menggunakan istilah postmodern untuk
mengacu pada pola dan karakteristik dari masyarakat postindustri. Postmodern
yang lahir dari kritik dan gagalnya konsep modernitas membawa semangat baru
bagi masyarakat yang merindukan kebebasan dan kesejahteraan.
MODERNISASI DAN MASA DEPAN GLOBAL
Modernitas yang terjadi saat ini
memberikan dampak yang cukup besar bagi setiap negara yang ada di dunia,
terutama bagi negara berkembang. Modernitas
dapat mengubah tradisi dan kultur yang sudah berkembang sebelumnya. Terdapat
dua teori dalam konsep modernisasi. Yang pertama adalah teori modernitas yang
menyatakan bahwa dulu, seluruh dunia berada dalam keadaan yang sangat miskin,
akan tetapi teknologi mengalami kemajuan dan perkembangan terutama saat
terjadinya revolusi industri. Keadaan ini meningkatkan produktivitas dan taraf
hidup manusia. Dari teori modernitas, solusi untuk memecahkan persoalan kemiskinan
yang terjai di dunia aalah dengan mengembangkan dan meningkatkan teknologi di
seluruh dunia. Teori modernisasi menegaskan bahwa negara yang kaya atau negara
maju dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara yang masih berkembang. Seperti
dengan memberikan kesempatan belajar di luar negeri bagi siswa berprestasi
negara berkembang, menyalurkan obat-obatan,dan kegiatan lain yang mendukung. Namun
hal ini juga menyebabkan terjadinya perdagangan bebas. Perdagangan bebas dapat
menjadi tantangan bagi negara berkembang karena harus memilki daya saing yang
tinggi dengan negara-negara lain yang sudah lebih maju.
Teori
lain, Depedency theory, menyatakan bahwa saat ini negara berkembang
hanya memiliki sedikit kemampuan untuk melakukan modernisasi. Teori ini
menegaskan bahwa negara maju mendapatkan modernisasinya dengan mengambil
asset-aset sumber daya yang dimiliki oleh negara berkembang. Sehingga, penyebab
terhambatnya pertumbuhan ekonomi adalah dominasi oleh negara kapitalis yaitu
negara-negara maju. Praktik Depedency theorydapat kita lihat saat ini,
dimana negara-negara berkembangterkunci dan bergantung untuk melakukan hubungan
bilateral dengan negara maju yang hanya menguntungkan negara maju.Hubungan
bilateral ini hanya akan terus membuat dunia dalam keadaan ketidak seimbangan.
Meskipun
begitu,apapun teori yang digunakan dan dipercaya, satu hal yang perlu
ditegaskan, yaitu saat ini dunia telah menjadi satu kesatuan,taka da lagi
batasan-batasan antar negara, dan kehidupan setiap individu saling mengikat
satu sama lain. Dengan mengerti hubungan masyarakat disekitar kita, diharapkan
kedepannya nanti kita dapat memberi kontribusi positif terhadap masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar