Minggu, 27 Mei 2018

PERUBAHAN SOSIAL: TRADISIONAL, MODERN, PRAMODERN


Perubahan Sosial adalah perubahan secara besar atau kecil, cepat maupun lambat yang mengubah semua aspek (pola sosial, status, peran, stratifikasi, institusi) yang membentuk hidup kita ke arah yang lebih baik.

PROSES PERUBAHAN MEMPUNYAI 4 KARAKTER:
1.Perubahan yang terjadi sepanjang waktu
2.Perubahan yang disengaja tetapi sering tidak direncanakan
3.Perubahan social kontroversial
4. Beberapa perubahan yang penting dari yang lain
PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL
1.Budaya dan perubahan
Ada 3 sumber perubahan budaya:
Ø  Penemua objek baru,ide,dan pola social (invention)
Ø  Penemuan yang sudah ada lalu diperbaharui (discovery)
Ø  Difusi menciptakan perubahan sebagai produk, orang, dan informasi menyebar dari satu masyarakat ke masyarakat lain
2.Konflik dan perubahan
3. Ide dan perubahan
4.Perubahan demografi  Jumlah penduduk
MODERNITY
4 Dimensi dari modernisasi:
1.Penurunan, masyarakat tradisional kecil
2.Perluasan pilihan pribadi
3.Menigkatkan Keragama Sosial
4.Orientasi terhadap masa depan dan tumbuh kesadaran waktu
FERDINAND TONNIES (1885-1937)
Ilmuan ini terkenal dengan teorinya “Gemeinschaft dan Gesellschaft”. Dia mengklaim moderninasi sebagai hilangnya progresif Gemeinschaft, atau komunitas manusia. Ia melihat industri melemah. Masyarakat Eropa dan Amerika secara bertahap menjadi tak menentu. Awal abad ke-20 beberapa bagian Negara di AS dianggap Tonnes menggunakan konsep Gemeinschaft. Desa dan kota kecil terikat pekerjaan dan lambat berkembang. Keluarga desa menghibur diri dengan berkumpul pada malam hari sambil bercerita. Namun menurut Tönnies, karena semangat tradisional Gemeinschaft, orang "pada dasarnya bersatu terlepas dari semua memisahkan faktor ".
EMILE DURKHEIM: DIVISI PEMBAGIAN KERJA
Menurut sosiologi asal Prancis, Emile Durkheim, ketertarikan Tönnies’s  dalam perubahan sosial dihasilkan dari Revolusi Industri. Menurut  Durkheim (1964a, orig. 1893), modernisasi diartikan sebagai peningkatan pembagian kerja, atau kegiatan ekonomi yang khusus. Dengan modernisasi, pembagian kerja menjadi lebih jelas. Durkheim melihat modernisasi bukan sebagai hilangnya komunitas di masyarakat, tetapi perubahan komunitas yang awalnya berdasarkan kesamaan yang dimiliki menjadi komunitas yang memiliki kebutuhan ekonomi yang saling berkaitan satu sama lain.
MAX WEBER: RASIONALISASI
Menurut Max Weber, modernisasi berarti mengubah cara pandang berpikir yang awalnya tradisional menjadi rasional.
KARL MARX: KAPITALISME
   Menurut Karl Marx , masyarakat modern identik dengan kapitalisme. Ia melihat Revolusi Industri sebagai awal mula revolusi kapitalis. Kaum borjuis secara bertahap mengganti aristokrasi feodal menjadi sistem revolusi industri baru yang sangat kuat dan produktif. Marx setuju bahwa modernisasi  melemahkan masyarakat kecil (seperti dijelaskan oleh Tönnies) , membuat pekerjaan menjadi lebih spesifik (seperti dijelaskan olehDurkheim) , dan mendorong pandangan yang rasional (seperti dijelakan Weber) . Tapi ia juga melihat bahwa ini adalah kondisi yang diperlukan kaum kapitalis untuk terus berkembang.
TEORI KONFLIK SOSIAL: PEMBARUAN MENJADI KELAS SOSIAL
Dari perspektif konflik sosial, pembaruan bisa disebut dari kelas sosial. Teori ini terbagi menjadi dua bagian. Kapitalisme dan Ketidak setaraan Persisten.
KAPITALISME
Kapitalisme berkembang karena ekonomi kapitalisme mempunyai keuntungan yang besar dan konsumsi yang terus meningkat. Dalam teori kapitalisme ini lebih menggunakan pengetahuan. Dalam ideologi maupun bekal untuk menjadi orang yang sukses dan produktif. Dalam hal bisnis pun butuh pengetahuan yang luas untuk mencari peluang dan tindakan yang se efektif mungkin.
KETIDAKSETARAAN PERSISTEN
Modernitas secara perlahan menghapus budaya ketidaksetaraan seperti bangsawan dengan rakyat jelata di tengah kawasan praindustri. Tetapi teori social kelas yang masih memihak kelas atas yang lebih diunggulkan daripada kelas bawah. Tidak bisa dipungkiri bahwa kekayaan dan kekuasaan yang masih mendominasi di kalangan masyarakat sosial kita. Pemerintahan tidak melihat kalangan bawah dan hanya melihat kalangan atas yang memiliki kekayaan dan kekuasaan.
PEMBARUAN DAN INDIVIDU
SOSIAL MASSA: MASALAH IDENTITAS
Pembaruan membebaskan individual dari masa lalu. Orang orang di era pembaruan memiliki privasi dan kebebasan untuk mengungkapkan tentang pribadinya masing masing. Sebaliknya, teori masyarakat memaparkan perbedaan social, meluasnya pengasingan, yang menjelaskan sangat cepat nya perubahan sosial yang membuat banyak orang kesulitan untuk membentuk identitas yang jelas. Kepribadian seseorang dibentuk dari pengalaman di kehidupannya. Kebebasan memilih didalam kehidupan bermasyarakat memiliki makna agar kita bisa memilih yang baik , dan di dalam masyarakat yang bertoleran, kita bisa untuk memilih mengikuti satu jalan atau lebih.
KELAS SOSIAL: PERMASALAHAN TENTANG KETIDAKBERDAYAAN
Bagi sebagian orang, pembaruan memberikan kebebasan yang luas.  Tetapi bagi kaum minoritas masalah sangat sering terjadi dan semakin meluas. Seperti contohnya, walaupun banyak kaum wanita di era pembaruan ini sudah ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang, tetapi terkadang masih suka terhalang oleh aturan tradisional. Masalah menyebarluasnya ketidakberdayaan membuat Herbert Marcuse (1964) menantang teori Max Weber bahwa pembaruan social itu irasional. Marcuse menambahkan bahwa dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat membuat mereka kurang menahan kehidupan mereka. Marcuse yakin bahwa ilmu pengetahuan adalah penyebabnya. Teori masyarakat kelas menegaskan bahwa orang-orang menderita karena masyarakat modern berkonsentrasi pada pengetahuan , kekayaan , dan kekuasaan di tangan beberapa hak istimewa.
MODERNITAS DAN KEMAJUAN
Dalam masyarakat modern, kebanyakan orang berekspetasi, berifikir, kehidupan sosial berubah. Kita menyebutnya sebagai kemajuan. Masyarakat kita cenderung menganggap budaya tradisional sebagai terbelakang . Tetapi karena perubahan , khususnya terhadap kemampuan secara material, adalah berkat tambahan. Secara singkat, kita semua menyadari bahwa kehidupan kita berubah dengan cepat setiap waktunya, tetapi kita dapat tidak menyetujui semua perubahan yang terjadi.
TEORI MODERNITAS
TEORI STRUKTURAL-FUNGSIONAL: MODERNITAS SEBAGAI MASSA MASYARAKAT
Massa masyarakat adalah kondisi melemahnya ikatan sosial kemakmuran dan birokrasi yang ada di dalamikatan masyarakat tradisional. Sebuah massa masyarakat sangat produktif : orang memiliki pendapatan lebih banyak dari sebelumnya .
   Adanya peningkatan populasi, pertumbuhan di kota-kota , dan spesialisasi aktivitas ekonomi ini didorong oleh revolusi industri yang secara bertahap mengubah pola yang selama ini sudah berjalan. Dengan adanya mobilitas geografis dan mulai terbukanya pemikiran masyarakat padacara hidup yang beragam, menjadikan nilai nilai tradisional yang ada mulai melemah.
POSTMODERN
Modernitas merupakan janji-janji kebebasan dari kekurangan dan keterpurukan. Namun teori yang muncul dari revolusi industi yang terjadi pada abad 18an tidak kunjung terwujud. Konsep modernitas dianggap sudah tidak relevan lagi dengan keadaan masyarakat saat ini. Hal tersebut terjadi karena industrialisasi mengubah tatanan masyarakat modern menjadi masyarakat postindustri. Modernitas juga memiliki keyakinan dan ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa kehidupan akan lebih baik dengan mnggunakan teknologi,namun pada kenyataannya ilmu pengetahuan tidak selalu menjadi solusi dalam memecahkan banyak masalah.
Para pengkritik sosial mulai menggunakan istilah postmodern untuk mengacu pada pola dan karakteristik dari masyarakat postindustri. Postmodern yang lahir dari kritik dan gagalnya konsep modernitas membawa semangat baru bagi masyarakat yang merindukan kebebasan dan kesejahteraan.
MODERNISASI DAN MASA DEPAN GLOBAL
Modernitas yang terjadi saat ini memberikan dampak yang cukup besar bagi setiap negara yang ada di dunia, terutama bagi negara berkembang. Modernitas dapat mengubah tradisi dan kultur yang sudah berkembang sebelumnya. Terdapat dua teori dalam konsep modernisasi. Yang pertama adalah teori modernitas yang menyatakan bahwa dulu, seluruh dunia berada dalam keadaan yang sangat miskin, akan tetapi teknologi mengalami kemajuan dan perkembangan terutama saat terjadinya revolusi industri. Keadaan ini meningkatkan produktivitas dan taraf hidup manusia. Dari teori modernitas, solusi untuk memecahkan persoalan kemiskinan yang terjai di dunia aalah dengan mengembangkan dan meningkatkan teknologi di seluruh dunia. Teori modernisasi menegaskan bahwa negara yang kaya atau negara maju dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara yang masih berkembang. Seperti dengan memberikan kesempatan belajar di luar negeri bagi siswa berprestasi negara berkembang, menyalurkan obat-obatan,dan kegiatan lain yang mendukung. Namun hal ini juga menyebabkan terjadinya perdagangan bebas. Perdagangan bebas dapat menjadi tantangan bagi negara berkembang karena harus memilki daya saing yang tinggi dengan negara-negara lain yang sudah lebih maju.
            Teori lain, Depedency theory, menyatakan bahwa saat ini negara berkembang hanya memiliki sedikit kemampuan untuk melakukan modernisasi. Teori ini menegaskan bahwa negara maju mendapatkan modernisasinya dengan mengambil asset-aset sumber daya yang dimiliki oleh negara berkembang. Sehingga, penyebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi adalah dominasi oleh negara kapitalis yaitu negara-negara maju. Praktik Depedency theorydapat kita lihat saat ini, dimana negara-negara berkembangterkunci dan bergantung untuk melakukan hubungan bilateral dengan negara maju yang hanya menguntungkan negara maju.Hubungan bilateral ini hanya akan terus membuat dunia dalam keadaan ketidak seimbangan.
            Meskipun begitu,apapun teori yang digunakan dan dipercaya, satu hal yang perlu ditegaskan, yaitu saat ini dunia telah menjadi satu kesatuan,taka da lagi batasan-batasan antar negara, dan kehidupan setiap individu saling mengikat satu sama lain. Dengan mengerti hubungan masyarakat disekitar kita, diharapkan kedepannya nanti kita dapat memberi kontribusi positif terhadap masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar