Stratifikasi sosial adalah sebuah sistem dimana sebuah masyarakat
membuat urutan kategori masyarakat tersebut ke dalam hirarki. Hal tersebut
berdasarkan pada empat prinsip penting :
1.
Stratifikasi
sosial adalah sebuah ciri dari masyarakat, bukan hanya sebuah refleksi dari
perbedaan individual.
2.
Stratifikasi
sosial berpindah dari generasi ke generasi.
3.
Stratifikasi
sosial bersifat universal tetapi berubah-ubah
4.
Stratifikasi
sosial tidak hanya ketidaksamarataan akan tetapi juga kepercayaan.
Sistem kasta adalah stratifikasi sosial berdasarkan pada ascription atau kelahiran. Sistem kasta asli bersifat
tertutup karena kelahiran menentukan seluruh masa depan seseorang dan hanya
mengizinkan sedikit atau bahkan tidak sama sekali mobilitas sosial atas dasar
usaha inividu. Orang
Ilustrasi : India. Sistem kehidupan di India mengidentifikasi empat
kasta : Brahmana, Ksatria, Waisa, dan Sudra. Pada tingkat lokal, masing-masing
dari kasta tersebut terbagi menjadi ratusan sub kasta. Sejak lahir, sebuah
sistem kasta menentukan arah kehidupan seseorang :
1.
Kecuali
untuk pertanian, di mana bersifat terbuka untuk setiap orang, keluarga-keluarga
dalam setiap kasta menunjukan satu tipe dalam bekerja, sebagai pemimpin agama,
tentara, tukag cukur, pekerja jaket kulit, penyapu jalanan, dan seterusnya.
2.
Sebuah
sistem kasta menuntut masyarakatnya untuk menikah dengan kasta yang sama.
3.
Kasta
memandu kehidupan sehari-hari dengan menjaga masyarakatnya dalam perusahaan
yang sesuai kasta mereka.
4.
Sistem-sistem
kasta berdasarkan pada kepercayaan budaya.
Kasta dan Kehidupan Agraris
Sistem kasta bercirikan pada masyarakat agraris karena kehidupan
pertanian menuntut kerja keras dalam rutinitas panjang. Dengan mengajarkan
sebuah rasa kewajiban moral, sistem kasta menjamin masyarakat untuk disiplin
kerja dalam waktu yang lamadan menunjukkan pekerjaan yang sama kepada
keluarganya. Negara dengan dominasi kasta yang sangat lama adalah Afrika
Selatan, walaupun sistem apatreid, atau membedakan orang berdasarkan ras, sudah
tidak dibenarkan lagi.
Sistem Kelas
Karena ekonomi modern menarik manusia untuk bekerja dalam banyak
pekerjaan selain bertani, hal itu bergantung pada perkembangan bakat manusia
itu sendiri. Hal ini meningkatkan sistem kelas, stratifikasi sosial berdasarkan
kelahiran dan prestasi individu. Sistem kelas lebih terbuka dibandingkan sistem
kasta, jadi orang yang berpendidikan dan memiliki kemampuan dapat melakukan
mobilitas sosial. Sebagai hasil, pernedaan kelas menjadi samar, dan bahkan
orang yang memiliki ikatan keluarga dapat memiliki kelas yang berbeda.
Meritokrasi
Konsep meritokrasi mengarah pada stratifikasi sosial berdasarkan
pada jasa atau kebaikan (merit)
individu. Karena masyarakat industri butuh untuk mengembangkan kemampuan lebih
dari sekedar bertani, stratifikasi didasarkan bukan hanya pada kelahiran tetapi
juga jasa seseorang, termasuk pengetahuan, keahlian, dan usaha seseorang.
Konsistensi Status
Konsistensi status adalah derajat keseragaman dalam keberadaan
sosial seseorang melewati dimensi yang berbeda-beda dari ketidaksamaan sosial.
Sebuah sistem kasta memiliki batasan mobilitas sosial dan konsistensi status
yang kuat, jadi tipe orang ini memiliki derajat keluarga sama dengan kehormatan
dalam kekayaan, kekuatan dan prestid. Mobilitas trbesar dari sistem kelas
menghasilkan sedikit konsistensi status, jadi orang dianggap lebih tinggi pada
ukuran yang sama pada keberadaan sosial dan lebih rendah dari yang lain. Oleh
karena itu, kelas-kelas lebih sulit untuk dijelaskan daripada kasta.
Jepang
Stratifikasi sosial di Jepang mencampurkn kasta dan meritokrasi.
Jepang adalah negara tertua yang mengoprasikan monarki dan masyarakat modern
dimana kekeyaan mengikuti pancapaian individu
Jepang Aristrokratik
Aturan kaisar dengan bersift ketuhanan (berarti dia mangaku bahwa
Tuhan memang memilih dia untuk megatur), dan pemimpin militernya (shogun)
menguatkan aturan kaisar dengan bantuan dari bangsawan dan panglima perang.
Dibawah kaum bangsawan ada samurai, sebuah kasta pejuag yang namanya berarti
“melayani”
Jepang Modern
Sekitar tahun 1860 ( waktu perang sipil di US), kaum bangsawan
menyadari bahwa sistem kastra tradisional Jepang akan menghalangi negara dari
masuknya era industri modern. Pada 1871, orang jepang secara resmi melarang
kategori sosial burakumin, walaupun
beberapa orang tetap meremehkan itu. Stratifikasi sosial di jepang sangat
berbeda dari sistem kasta kaku seabad yang lalu. Hari ini, masyarakat Jepang
terdiri dari kasta lapisan atas, lapisan menengah-atas, lapisan menengah-bawah
dan lapisan bawah.
China : Muncul Kelas Sosial
Setelah revolusi komunis 1949, negara mengambl alih kontorl terhadap
pertanian, pabrik, dan properti lainnya. Pemimpin partai komunis Mao Zedong
mendeklarasikan semua tipe kerja untuk kepentingan yang sama, secara resmi,
kelas sosial tidak lagi ada. Program baru secara besar mengurangi ketidaksamaan
ekonomi. Negara diatur oleh sebuah elit pilitik dengan kekuatan yang besar dan
sangat bebas. Dibawahnya ada manajer perusahaan besar dengan skill
professional, setelah itu datang pekerja industri, di bawahnya ada petani desa,
yang tidak mau meninggalkan desa mereka dan migrasi ke kota.
Lebih lanjut perubahan ekonomi datang pada 1978 ketika Mao meninggal
dan Deng Xiaoping menjadi pemimpin China. Sejak akhir 1990an, pesisir China
telah menjadi rumh bagi ribuan orang yang ingin memeprluas ekonomi, sebuah
kategori baru di hirarki sosial China terdiri dari hai gui, sebuah istilah yang berarti”kembali dari laut seberang”
atau kura-kura laut.
Ideologi : Dukungan Stratifikasi
Sebuah alasan utama kenapa hirarki sosial terus ada adalah ideologi,
kepercayaan budaya yang membenarkan susunan fakta sosial, termasuk pola
ketidaksamaan. Sebuah kepercayaan, sebagai contoh, pemikiran bahwa orang kaya
lebih pintar dan orang miskin lebih malas, adalah ideologis untuk memperluas
bahwa hal itu mndukung ketidaksamaan dengan mendefinisikan itu sebagai
keadilan.
Ideologi Plato dan Marx
Pola-pola Historis Ideologi
Fungsi Stratifikasi Sosial
Tesis Davis-Moore
Stratifikasi dan Konflik
Karl Marx : Konflik Kelas
Counterpoint
Max Webber : Kelas, Status, dan Power
Weber’s Socioeconomic Status Hierarchy
Ketidaksamarataan dalam Sejarah
Stratifikasi dan Interaksi
Penerapan Teori : Stratifikasi Sosial
Stratifikasi dan Teknologi : Perspektif Global
Masyarakat Berburu dan Meramu
Masyarakat Hortikultural, Pastoral dan Agraris
Masyarakat Industrial
Kurva Kuznets
Stratifikasi Sosial : Fakta dan Nilai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar