Sabtu, 12 Mei 2018

Stratifikasi Sosial


Stratifikasi sosial adalah sebuah sistem dimana sebuah masyarakat membuat urutan kategori masyarakat tersebut ke dalam hirarki. Hal tersebut berdasarkan pada empat prinsip penting :
1.      Stratifikasi sosial adalah sebuah ciri dari masyarakat, bukan hanya sebuah refleksi dari perbedaan individual.
2.      Stratifikasi sosial berpindah dari generasi ke generasi.
3.      Stratifikasi sosial bersifat universal tetapi berubah-ubah
4.      Stratifikasi sosial tidak hanya ketidaksamarataan akan tetapi juga kepercayaan.

 Sistem Kasta dan Kelas
Sistem kasta adalah stratifikasi sosial berdasarkan pada ascription  atau kelahiran. Sistem kasta asli bersifat tertutup karena kelahiran menentukan seluruh masa depan seseorang dan hanya mengizinkan sedikit atau bahkan tidak sama sekali mobilitas sosial atas dasar usaha inividu. Orang
Ilustrasi : India. Sistem kehidupan di India mengidentifikasi empat kasta : Brahmana, Ksatria, Waisa, dan Sudra. Pada tingkat lokal, masing-masing dari kasta tersebut terbagi menjadi ratusan sub kasta. Sejak lahir, sebuah sistem kasta menentukan arah kehidupan seseorang :
1.        Kecuali untuk pertanian, di mana bersifat terbuka untuk setiap orang, keluarga-keluarga dalam setiap kasta menunjukan satu tipe dalam bekerja, sebagai pemimpin agama, tentara, tukag cukur, pekerja jaket kulit, penyapu jalanan, dan seterusnya.
2.        Sebuah sistem kasta menuntut masyarakatnya untuk menikah dengan kasta yang sama.
3.        Kasta memandu kehidupan sehari-hari dengan menjaga masyarakatnya dalam perusahaan yang sesuai kasta mereka.
4.        Sistem-sistem kasta berdasarkan pada kepercayaan budaya.

Kasta dan Kehidupan Agraris
Sistem kasta bercirikan pada masyarakat agraris karena kehidupan pertanian menuntut kerja keras dalam rutinitas panjang. Dengan mengajarkan sebuah rasa kewajiban moral, sistem kasta menjamin masyarakat untuk disiplin kerja dalam waktu yang lamadan menunjukkan pekerjaan yang sama kepada keluarganya. Negara dengan dominasi kasta yang sangat lama adalah Afrika Selatan, walaupun sistem apatreid, atau membedakan orang berdasarkan ras, sudah tidak dibenarkan lagi.
Sistem Kelas
Karena ekonomi modern menarik manusia untuk bekerja dalam banyak pekerjaan selain bertani, hal itu bergantung pada perkembangan bakat manusia itu sendiri. Hal ini meningkatkan sistem kelas, stratifikasi sosial berdasarkan kelahiran dan prestasi individu. Sistem kelas lebih terbuka dibandingkan sistem kasta, jadi orang yang berpendidikan dan memiliki kemampuan dapat melakukan mobilitas sosial. Sebagai hasil, pernedaan kelas menjadi samar, dan bahkan orang yang memiliki ikatan keluarga dapat memiliki kelas yang berbeda.

Meritokrasi
Konsep meritokrasi mengarah pada stratifikasi sosial berdasarkan pada jasa atau kebaikan (merit) individu. Karena masyarakat industri butuh untuk mengembangkan kemampuan lebih dari sekedar bertani, stratifikasi didasarkan bukan hanya pada kelahiran tetapi juga jasa seseorang, termasuk pengetahuan, keahlian, dan usaha seseorang.

Konsistensi Status
Konsistensi status adalah derajat keseragaman dalam keberadaan sosial seseorang melewati dimensi yang berbeda-beda dari ketidaksamaan sosial. Sebuah sistem kasta memiliki batasan mobilitas sosial dan konsistensi status yang kuat, jadi tipe orang ini memiliki derajat keluarga sama dengan kehormatan dalam kekayaan, kekuatan dan prestid. Mobilitas trbesar dari sistem kelas menghasilkan sedikit konsistensi status, jadi orang dianggap lebih tinggi pada ukuran yang sama pada keberadaan sosial dan lebih rendah dari yang lain. Oleh karena itu, kelas-kelas lebih sulit untuk dijelaskan daripada kasta.

Jepang
Stratifikasi sosial di Jepang mencampurkn kasta dan meritokrasi. Jepang adalah negara tertua yang mengoprasikan monarki dan masyarakat modern dimana kekeyaan mengikuti pancapaian individu 
Jepang Aristrokratik
Aturan kaisar dengan bersift ketuhanan (berarti dia mangaku bahwa Tuhan memang memilih dia untuk megatur), dan pemimpin militernya (shogun) menguatkan aturan kaisar dengan bantuan dari bangsawan dan panglima perang. Dibawah kaum bangsawan ada samurai, sebuah kasta pejuag yang namanya berarti “melayani”
Jepang Modern
Sekitar tahun 1860 ( waktu perang sipil di US), kaum bangsawan menyadari bahwa sistem kastra tradisional Jepang akan menghalangi negara dari masuknya era industri modern. Pada 1871, orang jepang secara resmi melarang kategori sosial burakumin, walaupun beberapa orang tetap meremehkan itu. Stratifikasi sosial di jepang sangat berbeda dari sistem kasta kaku seabad yang lalu. Hari ini, masyarakat Jepang terdiri dari kasta lapisan atas, lapisan menengah-atas, lapisan menengah-bawah dan lapisan bawah.

China : Muncul Kelas Sosial
Setelah revolusi komunis 1949, negara mengambl alih kontorl terhadap pertanian, pabrik, dan properti lainnya. Pemimpin partai komunis Mao Zedong mendeklarasikan semua tipe kerja untuk kepentingan yang sama, secara resmi, kelas sosial tidak lagi ada. Program baru secara besar mengurangi ketidaksamaan ekonomi. Negara diatur oleh sebuah elit pilitik dengan kekuatan yang besar dan sangat bebas. Dibawahnya ada manajer perusahaan besar dengan skill professional, setelah itu datang pekerja industri, di bawahnya ada petani desa, yang tidak mau meninggalkan desa mereka dan migrasi ke kota.
Lebih lanjut perubahan ekonomi datang pada 1978 ketika Mao meninggal dan Deng Xiaoping menjadi pemimpin China. Sejak akhir 1990an, pesisir China telah menjadi rumh bagi ribuan orang yang ingin memeprluas ekonomi, sebuah kategori baru di hirarki sosial China terdiri dari hai gui, sebuah istilah yang berarti”kembali dari laut seberang” atau kura-kura laut.

Ideologi : Dukungan Stratifikasi
Sebuah alasan utama kenapa hirarki sosial terus ada adalah ideologi, kepercayaan budaya yang membenarkan susunan fakta sosial, termasuk pola ketidaksamaan. Sebuah kepercayaan, sebagai contoh, pemikiran bahwa orang kaya lebih pintar dan orang miskin lebih malas, adalah ideologis untuk memperluas bahwa hal itu mndukung ketidaksamaan dengan mendefinisikan itu sebagai keadilan.


Ideologi Plato dan Marx

Pola-pola Historis Ideologi
Fungsi Stratifikasi Sosial
Tesis Davis-Moore
Stratifikasi dan Konflik
Karl Marx : Konflik Kelas
Counterpoint
Max Webber : Kelas, Status, dan Power
Weber’s Socioeconomic Status Hierarchy
Ketidaksamarataan dalam Sejarah

Stratifikasi dan Interaksi
Penerapan Teori : Stratifikasi Sosial

Stratifikasi dan Teknologi : Perspektif Global
Masyarakat Berburu dan Meramu
Masyarakat Hortikultural, Pastoral dan Agraris
Masyarakat Industrial
Kurva Kuznets

Stratifikasi Sosial : Fakta dan Nilai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar