Sebuah kelompok sosial adalah dua atau lebih orang yang saling
kenal dan berinteraksi satu sama lain. Manusia berkumpul bersama menjadi
pasangan, keluarga, perkumpulan teman, perkumpulan gereja, perkumpulan bisnis,
persaudaraan, dan organisasi besar. Tapi, tidak selalu individu-individu yang
berkumpul membentuk sebuah kelompok. Orang di seluruh dunia dengan status
bersama, seperti wanita, pemilik rumah, tentara, jutawan, wisudawan, Roman
Catholics bukan merupakan sebuah kelompok tetapi kategori. Walaupun mereka
tahu masing-masing memegang status yang
sama, tetapi mereka tidak mengenal satu sama lain.
Ø
Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder
Kelompok sosial ada dua jenis, berdasarkan tingkat anggotanya dalam
ikatan personal satu sama lain. Kelompok primer adalah kelompok sosial kecil di
mana anggotanya membagi hubungan personal dan kekal. Merujuk pada hubungan
primer, orang meluangkan waktu untuk bersama, mengajak pada aktivitas yang
cakupannya luas, dan merasa bahwa merak tahu satu sama lain dengan baik. Keluarga
adalah kelompok primer terpenting di setiap masyarakat.
Berbeda dengan kelompok primer, kelompok sekunder adalah kelompok
sosial besar dan impersonal di mana anggota mengejar tujuan atau kegiatan
tertentu. Hubungan sekunder terikat pada tali emosional yang lemah dan
pengetahuan yang sedikit tentang satu sama lain. Banyak kelompok sekunder
muncul hanya dalam waktu singkat, muncul dan berkhir tanpa fakta khusus.
Anggota kelompok sosial tidak berpikir diri mereka sebagai “kita”.
Tidak seperti anggota kelompok primer, yang memerlihatkan orientasi
personal, orang di kelompok sekunder memiliki orientasi pada tujuan. Anggota
kelompok primer menentukan satu sama lain berdasar kepada siapa mereka dalam
kelompok keluarga atau kualitas personal, tetapi orang dalam kelompok sekunder
melihat satu sama lain berdasar kepada apa yang dapat mereka lakukan kepada
yang lain.
Ø
Kepemimpinan Kelompok
Salah satu elemen terpenting sebuah kelompok dapat bergerak terus
adalah kepemimpinan. Mungkin sebuah perkumpulan teman tidak memiliki pemimpin,
tetapi kelompok sekunder besar menempatkan pemimpin di sebuah rantai formal
komando/perintah.
·
Dua Aturan Kepemimpinan
Kelompok menurut tipenya bermanfaat melalui dua jenis kepemimpinan:
pertama, Kepemimpinan Instrumental, yaitu kelompok kepemimpinan yang berfokus
kepada menyelesaikan tugas-tugas. Anggota melihat pemimpin instrumental
bertugas membuat rencana, member perintah, dan mendapatkan sesuatu sudah
selesai. Kedua, Kepemimpinan Ekspresif, yaitu kelompok kepemimpinan yang
berfokus pada kesejahteraan kelompok. Pemimpin ekspresif kurang tertarik pada
pencapaian tujuan daripada meningkatkan moral, mengurangi ketegangan, dan
konflik antaranggota.
·
Tiga Gaya Kepemimpinan
Sosiolog menjabarkan kepemimpinan dalam tipe pembuat keputusan.
Pertama, Kepemimpinan Otoriter berfokus pada urusan instrumental, menuntut
personal dalam membuat keputusan dan meminta anggota kelompok menaatinya.
Kedua, Kepemimpinan Demokratis yang lebih ekspresif dan melibatkan semua pihak
dalam proses pembuatan keputusan. Ketiga, Kepemimpinan Laissez-faire
memperbolehkan kelompok untuk berfungsi sewajarnya.
Ø
Konformitas Kelompok
Kelompok dapat memengaruhi perilaku anggotanya dengan memberikan
kecocokan. “Penyesuaian” memberikan sebuah jaminan rasa memiliki, akan tetapi
pada kondisi ekstrem, tekanan kelompok dapat tidak menyenangkan dan
membahayakan.
Ø
Kelompok Referensi
Bagaimana kita menaksir sikap dan perilaku kita? Kita menggunakan
sebuah kelompok referensi, yaitu kelompok sosial yang melayani sebagai titik
referensi dalam membuat evaluasi dan keputusan. Kelompok referensi dapat
menjadi primer atau sekunder. Dalam kasus lain, kebutuhan kita untuk
menyesuaikan diri menunjukan bagaimana sikap orang lain memengaruhi kita.
Ø
In-Group dan Out-Group
Masing-masing dari kita melebihkan beberapa kelompok disbanding
kelompok lain. Berdasar pada sisi politik, prestos sosial, atau cara berpakaian.
Orang dalam tiap masyarakat membuat
penilaian positif dan negative terhadap kelompok lain.
In-Group adalah kelompok sosial di mana anggota merasa hormat dan
loyal. Out-Group yaitu kelompok sosial di mana seseorang merasa adanya
kompetisi atau perlawanan. Ketegangan antara kelompo-kelompok mempertajam
batasan-batasan kelompok dan meberikan kejelasan identitas sosial.
Bagaimanapun, anggota IN-Group secara umum memegang pendangan positif terhadap
diri mereka sendiri dan pandangan negative terhadap Out-Group. Kekuatan
In-Group dapat menentukan yang lain sebagai status rendah Out-Group. In-Group
dan Out-Group dapat membantu mengambangkan loyalitas tetapi juga dapat
menciptakan konflik.
Ø
Ukuran Kelompok
Ukuran memainkan peran penting dalam bagaimana anggota kelompok
berinteraksi. The Dyad adalah kelompok sosial dengan dua anggota. Interaksi
sosial dalam dyad biasanya lebih kuat karena anggota saling memeberikan
perhatian mereka satu sama lain. Tetapi dyad dapat tidak berjalan stabil. Kedua
anggota harus menjaga hubungan, jika salah satu menarik diri, kelompok akan
roboh. The Triad yaitu kelompok sosial dengan tiga anggota. Triad lebih stabil
disbanding dyad karena satu anggota dapat berperan sebagai mediator hubungan
antara dua anggota lain.
Ø
Perbedaan Sosial : Ras, Kelas, dan Gender
Ras, etnis, kelas, dan gender masing-masing berperan dalalm
berjalannya kelompok. Peter Balu menunjuk tiga cara perbedaan sosial
memengaruhi hubungan intrakelompok:
1. Large
Group Turn Inward. Kelompok besar berbalik ke dalam. Blau menjelaskan bahwa
semakin besar kelompok maka semakin memungkinkan anggotanya untuk berinteraksi
hanya dengan sesama anggota.
2. Heterogeneous Groups Turn Outward. Kelompok heterogen
berbalik keluar. Semakin beragamnya kelompok sosial, membuat anggotanya lebih
sering berinteraksi dengan dunia luar.
3. Physical Boundaries
Create Social Boundaries. Batasan fisik membuat batasan sosial. Kelompok
sosial secara fisik dipisahkan dari yang lain (dengan mempunyai wilayah mereka
sendiri misalnya) dan anggotanya juga terkadang kurang berinteraksi dengan
orang lain.
Ø
Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kelompok sekunder besar yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi formal memiliki tiga
ciri berdasarkan alasan orang bergabung di dalamnya:
1.
Organisasi Utilitarian, setiap orang yang bekerja untuk sebuah
penghasilan termasuk dalam organisasi ini.
2.
Organisasi Normatif, orang bergabung dalam organisai ini bukan untuk
penghasilan tetapi untuk mengejar beberapa tujuan yang mereka anggap secara
moral bermanfaat.
3.
Organisasi Koersif, orang dipaksa bergabung dalam organisasi
seperti bentuk hukuman (penjara) atau perawatan (rumah sakit).
Ø
Asal Organisasi Formal
Elite yang menkontrol awal kekaisaran memercayakan pada pejabat
pemerintahan untuk memungut pajak, melakukan kampanye militer, dan membangun
struktur monumental, dari Tembok Raksasa Tiongkok sampai Piramida Mesir. Bagaimanapun,
awal organisasi memiliki dua batasan: pertama, kekurangan teknologi untuk
bepergian jauh, komunikasi cepat, dan bertemu dan membagi informasi. Kedua,
masyarakat preindustri mencoba mengatur budaya tradisional. Mengatur organisasi
mencoba untuk memelihara sistem budaya bukan merubahnya.
Ø
Karakteristik Birokrasi
Birokrasi adalah sebuah model organisasi yang didesain untuk
menampilkan tugas-tugas secara efisien. Birokrasi secara resmi membuat dan
merevisi kebijakan untuk meningkatkan efisiensi. Max Weber mengidentifikasi
enam elemen kunci dari organisasi birokrasi ideal :
1. Spesialisasi
2. Posisi
Hierarki
3. Perintah
dan Peraturan
4. Kompetensi
Teknis
5. Impersoaliti
6. Formal,
Komunikasi Tertulis
Ø
Sisi Informal Birokrasi
Manusia cukup kreatif unutk menentang peraturan birokrasi. Sisi informal datang dari kepribadian pemimpin
organisasi. Otoriter, demokratis, dan laissez-faire, tipe kepemimpinan,
mencerminkan keribadian individu. Dalam dunia nyata sebuah organisasi, pemimpin
kadang melihat keuntungan personal dengan menyalahgunakan kekuasaan.
Ø
Masalah Birokrasi
Kita percaya pada birokrasi untuk mengatur
keseharian kita, tetapi banyak orang gelisah tentang organisasi besar.
Birokrasi dapat tidak manusiawi dan memanipulasi kita, dan sebagian berkata
birokrasi merupakan sebuah ancaman politik demokrasi. Inertia birokrasi
menunjuk pada tendensi organisasi birokrasi untuk mengekalkan diri mereka.
Ø
Manajemen Ilmu Pengetahuan
Untuk meningkatkan efisiensi, pengusaha
sebaiknya menerapkan prisip ilmu pengetahuan. Manajemen ilmu pengetahuan adalah aplikasi dari prinsip ilmu
pengetahuan untuk mengoperasikan bisnis atau organisasi besar lain. Manajemen
ilmu pengetahuan memiliki tiga langkah: pertama, manajer dengan teliti meninjau
tugas dari pekerja, mengidentifikasi semua operasi terkait dan mengukur waktu
yang diperlukan. Kedua, manajer menganalisis data pekerja, mencoba untuk
menemukan cara untuk pekerja bekerja secara efisien. Ketiga, manajemen memberikan bimbingan dan dorongan untuk pekerja
untuk melakukan pekerjaan dengan lebih cepat.
Ø Tantangan
Pertama : Ras dan Gender
Pada tahun 1960an, kritik membebani perusahaan besar dan organisasi
lain mengajak menggunakan praktek yang tidak benar. Lebih dari itu, organisasi
mengeluarkan perempuan dan kaum minoritas, terutama dari kedudukan kekuasaan.
Ø Tantangan
Kedua : Organisasi Kerja Orang Jepang
Organisasi orang Jepang mnecerminkan kekuatan negara mengumpulkan
semangat. Berbeda degan A.S. yang individualis, Jepang mengedepankan kebersamaan.
Dampaknya, organisasi formal di Jepang lebih seperti kelompok primer besar.
Ø Tantangan
Ketiga : Perubahan Alami Kerja
Lebih dari bekerja di pabrik menggunakan mesin berat untuk membuat
barang, banyak orang sedang menggunakan komputer dan alat elektronik lain untuk
membuat atau memproses informasi. Organisasi sekarang berbeda dengan organisasi
seabad yang lalu. Kebebasan kreativitas, Tim yang bekerja secara kompetitif,
organisasi penyanjung, fleksibilitas yang besar.
Ø
Organisasi Masa Depan : Menentang Trend
Banyak organisasi mengembangkan pujian, model yang lebih fleksibel
yang menghargai komunikasi dan kreativitas. Hari ini, fleksibilitas organisasi
memberikan keadaan yang lebih baik untuk pekerja untuk lebih bebas tetapi
sering terjadi ancaman penurunan jabatan dan kehilangan pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar