Rabu, 02 Mei 2018

KELOMPOK DAN ORGANISASI


Sebuah kelompok sosial adalah dua atau lebih orang yang saling kenal dan berinteraksi satu sama lain. Manusia berkumpul bersama menjadi pasangan, keluarga, perkumpulan teman, perkumpulan gereja, perkumpulan bisnis, persaudaraan, dan organisasi besar. Tapi, tidak selalu individu-individu yang berkumpul membentuk sebuah kelompok. Orang di seluruh dunia dengan status bersama, seperti wanita, pemilik rumah, tentara, jutawan, wisudawan, Roman Catholics bukan merupakan sebuah kelompok tetapi kategori. Walaupun mereka tahu  masing-masing memegang status yang sama, tetapi mereka tidak mengenal satu sama lain.

Ø   Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder
Kelompok sosial ada dua jenis, berdasarkan tingkat anggotanya dalam ikatan personal satu sama lain. Kelompok primer adalah kelompok sosial kecil di mana anggotanya membagi hubungan personal dan kekal. Merujuk pada hubungan primer, orang meluangkan waktu untuk bersama, mengajak pada aktivitas yang cakupannya luas, dan merasa bahwa merak tahu satu sama lain dengan baik. Keluarga adalah kelompok primer terpenting di setiap masyarakat.
Berbeda dengan kelompok primer, kelompok sekunder adalah kelompok sosial besar dan impersonal di mana anggota mengejar tujuan atau kegiatan tertentu. Hubungan sekunder terikat pada tali emosional yang lemah dan pengetahuan yang sedikit tentang satu sama lain. Banyak kelompok sekunder muncul hanya dalam waktu singkat, muncul dan berkhir tanpa fakta khusus. Anggota kelompok sosial tidak berpikir diri mereka sebagai “kita”.
Tidak seperti anggota kelompok primer, yang memerlihatkan orientasi personal, orang di kelompok sekunder memiliki orientasi pada tujuan. Anggota kelompok primer menentukan satu sama lain berdasar kepada siapa mereka dalam kelompok keluarga atau kualitas personal, tetapi orang dalam kelompok sekunder melihat satu sama lain berdasar kepada apa yang dapat mereka lakukan kepada yang lain.
                                                                                         

Ø   Kepemimpinan Kelompok
Salah satu elemen terpenting sebuah kelompok dapat bergerak terus adalah kepemimpinan. Mungkin sebuah perkumpulan teman tidak memiliki pemimpin, tetapi kelompok sekunder besar menempatkan pemimpin di sebuah rantai formal komando/perintah.
·         Dua Aturan Kepemimpinan
Kelompok menurut tipenya bermanfaat melalui dua jenis kepemimpinan: pertama, Kepemimpinan Instrumental, yaitu kelompok kepemimpinan yang berfokus kepada menyelesaikan tugas-tugas. Anggota melihat pemimpin instrumental bertugas membuat rencana, member perintah, dan mendapatkan sesuatu sudah selesai. Kedua, Kepemimpinan Ekspresif, yaitu kelompok kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan kelompok. Pemimpin ekspresif kurang tertarik pada pencapaian tujuan daripada meningkatkan moral, mengurangi ketegangan, dan konflik antaranggota.
·         Tiga Gaya Kepemimpinan
Sosiolog menjabarkan kepemimpinan dalam tipe pembuat keputusan. Pertama, Kepemimpinan Otoriter berfokus pada urusan instrumental, menuntut personal dalam membuat keputusan dan meminta anggota kelompok menaatinya. Kedua, Kepemimpinan Demokratis yang lebih ekspresif dan melibatkan semua pihak dalam proses pembuatan keputusan. Ketiga, Kepemimpinan Laissez-faire memperbolehkan kelompok untuk berfungsi sewajarnya.

Ø   Konformitas Kelompok
Kelompok dapat memengaruhi perilaku anggotanya dengan memberikan kecocokan. “Penyesuaian” memberikan sebuah jaminan rasa memiliki, akan tetapi pada kondisi ekstrem, tekanan kelompok dapat tidak menyenangkan dan membahayakan.

Ø   Kelompok Referensi
Bagaimana kita menaksir sikap dan perilaku kita? Kita menggunakan sebuah kelompok referensi, yaitu kelompok sosial yang melayani sebagai titik referensi dalam membuat evaluasi dan keputusan. Kelompok referensi dapat menjadi primer atau sekunder. Dalam kasus lain, kebutuhan kita untuk menyesuaikan diri menunjukan bagaimana sikap orang lain memengaruhi kita.

Ø   In-Group dan Out-Group
Masing-masing dari kita melebihkan beberapa kelompok disbanding kelompok lain. Berdasar pada sisi politik, prestos sosial, atau cara berpakaian. Orang dalam tiap masyarakat  membuat penilaian positif dan negative terhadap kelompok lain.
In-Group adalah kelompok sosial di mana anggota merasa hormat dan loyal. Out-Group yaitu kelompok sosial di mana seseorang merasa adanya kompetisi atau perlawanan. Ketegangan antara kelompo-kelompok mempertajam batasan-batasan kelompok dan meberikan kejelasan identitas sosial. Bagaimanapun, anggota IN-Group secara umum memegang pendangan positif terhadap diri mereka sendiri dan pandangan negative terhadap Out-Group. Kekuatan In-Group dapat menentukan yang lain sebagai status rendah Out-Group. In-Group dan Out-Group dapat membantu mengambangkan loyalitas tetapi juga dapat menciptakan konflik.

Ø   Ukuran Kelompok
Ukuran memainkan peran penting dalam bagaimana anggota kelompok berinteraksi. The Dyad adalah kelompok sosial dengan dua anggota. Interaksi sosial dalam dyad biasanya lebih kuat karena anggota saling memeberikan perhatian mereka satu sama lain. Tetapi dyad dapat tidak berjalan stabil. Kedua anggota harus menjaga hubungan, jika salah satu menarik diri, kelompok akan roboh. The Triad yaitu kelompok sosial dengan tiga anggota. Triad lebih stabil disbanding dyad karena satu anggota dapat berperan sebagai mediator hubungan antara dua anggota lain.

Ø   Perbedaan Sosial : Ras, Kelas, dan Gender
Ras, etnis, kelas, dan gender masing-masing berperan dalalm berjalannya kelompok. Peter Balu menunjuk tiga cara perbedaan sosial memengaruhi hubungan intrakelompok:
1. Large Group Turn Inward. Kelompok besar berbalik ke dalam. Blau menjelaskan bahwa semakin besar kelompok maka semakin memungkinkan anggotanya untuk berinteraksi hanya dengan sesama anggota.
2. Heterogeneous Groups Turn Outward. Kelompok heterogen berbalik keluar. Semakin beragamnya kelompok sosial, membuat anggotanya lebih sering berinteraksi dengan dunia luar.
3.  Physical Boundaries Create Social Boundaries. Batasan fisik membuat batasan sosial. Kelompok sosial secara fisik dipisahkan dari yang lain (dengan mempunyai wilayah mereka sendiri misalnya) dan anggotanya juga terkadang kurang berinteraksi dengan orang lain.

Ø   Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kelompok sekunder besar yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi formal memiliki tiga ciri berdasarkan alasan orang bergabung di dalamnya:
1.      Organisasi Utilitarian, setiap orang yang bekerja untuk sebuah penghasilan termasuk dalam organisasi ini.
2.      Organisasi Normatif, orang bergabung dalam organisai ini bukan untuk penghasilan tetapi untuk mengejar beberapa tujuan yang mereka anggap secara moral bermanfaat.
3.      Organisasi Koersif, orang dipaksa bergabung dalam organisasi seperti bentuk hukuman (penjara) atau perawatan (rumah sakit).

Ø   Asal Organisasi Formal
Elite yang menkontrol awal kekaisaran memercayakan pada pejabat pemerintahan untuk memungut pajak, melakukan kampanye militer, dan membangun struktur monumental, dari Tembok Raksasa Tiongkok sampai Piramida Mesir. Bagaimanapun, awal organisasi memiliki dua batasan: pertama, kekurangan teknologi untuk bepergian jauh, komunikasi cepat, dan bertemu dan membagi informasi. Kedua, masyarakat preindustri mencoba mengatur budaya tradisional. Mengatur organisasi mencoba untuk memelihara sistem budaya bukan merubahnya.

Ø   Karakteristik Birokrasi
Birokrasi adalah sebuah model organisasi yang didesain untuk menampilkan tugas-tugas secara efisien. Birokrasi secara resmi membuat dan merevisi kebijakan untuk meningkatkan efisiensi. Max Weber mengidentifikasi enam elemen kunci dari organisasi birokrasi ideal :
1.      Spesialisasi
2.      Posisi Hierarki
3.      Perintah dan Peraturan
4.      Kompetensi Teknis
5.      Impersoaliti
6.      Formal, Komunikasi Tertulis

Ø   Sisi Informal Birokrasi
Manusia cukup kreatif unutk menentang peraturan birokrasi. Sisi informal datang dari kepribadian pemimpin organisasi. Otoriter, demokratis, dan laissez-faire, tipe kepemimpinan, mencerminkan keribadian individu. Dalam dunia nyata sebuah organisasi, pemimpin kadang melihat keuntungan personal dengan menyalahgunakan kekuasaan.

Ø   Masalah Birokrasi
Kita percaya pada birokrasi untuk mengatur keseharian kita, tetapi banyak orang gelisah tentang organisasi besar. Birokrasi dapat tidak manusiawi dan memanipulasi kita, dan sebagian berkata birokrasi merupakan sebuah ancaman politik demokrasi. Inertia birokrasi menunjuk pada tendensi organisasi birokrasi untuk mengekalkan diri mereka.

Ø   Manajemen Ilmu Pengetahuan
Untuk meningkatkan efisiensi, pengusaha sebaiknya menerapkan prisip ilmu pengetahuan. Manajemen ilmu  pengetahuan adalah aplikasi dari prinsip ilmu pengetahuan untuk mengoperasikan bisnis atau organisasi besar lain. Manajemen ilmu pengetahuan memiliki tiga langkah: pertama, manajer dengan teliti meninjau tugas dari pekerja, mengidentifikasi semua operasi terkait dan mengukur waktu yang diperlukan. Kedua, manajer menganalisis data pekerja, mencoba untuk menemukan cara untuk pekerja bekerja secara efisien. Ketiga, manajemen memberikan bimbingan dan dorongan untuk pekerja untuk melakukan pekerjaan dengan lebih cepat.

Ø  Tantangan Pertama : Ras dan Gender
Pada tahun 1960an, kritik membebani perusahaan besar dan organisasi lain mengajak menggunakan praktek yang tidak benar. Lebih dari itu, organisasi mengeluarkan perempuan dan kaum minoritas, terutama dari kedudukan kekuasaan.
Ø  Tantangan Kedua : Organisasi Kerja Orang Jepang
Organisasi orang Jepang mnecerminkan kekuatan negara mengumpulkan semangat. Berbeda degan A.S. yang individualis, Jepang mengedepankan kebersamaan. Dampaknya, organisasi formal di Jepang lebih seperti kelompok primer besar.


Ø  Tantangan Ketiga : Perubahan Alami Kerja
Lebih dari bekerja di pabrik menggunakan mesin berat untuk membuat barang, banyak orang sedang menggunakan komputer dan alat elektronik lain untuk membuat atau memproses informasi. Organisasi sekarang berbeda dengan organisasi seabad yang lalu. Kebebasan kreativitas, Tim yang bekerja secara kompetitif, organisasi penyanjung, fleksibilitas yang besar.

Ø   Organisasi Masa Depan : Menentang Trend
Banyak organisasi mengembangkan pujian, model yang lebih fleksibel yang menghargai komunikasi dan kreativitas. Hari ini, fleksibilitas organisasi memberikan keadaan yang lebih baik untuk pekerja untuk lebih bebas tetapi sering terjadi ancaman penurunan jabatan dan kehilangan pekerjaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar