Melalui serial ini, bisa dicermati bahwa menjalankan pemerintahan
dan mengurus suatu negara bukanlah perkara mudah, melainkan hal yang sulit dan
rumit, meskipun telah di lakukan secara terorganisir. Apalagi negara sebesar
dan seadidaya Amerika Serikat. Terlihat bagaimana seorang presiden bersama menteri-menteri
serta para staff kenegaraan sangat sibuk dan berhati-hati dalam menyikapi dan
mengambil keputusan tentang suatu peristiwa yang terjadi di dalam negara,
seperti bencana alam, konflik antar masyarakat, dan adanya protes atau
demonstrasi rakyat. Harus dengan berhati-hati, Karena keputusan yang
dihasilkan, apabila keputusan itu adalah suatu “salah langkah”, bisa menjadi
bumerang yang akan menyerang balik pemerintah dan bisa jadi meruntuhkan
pemerintah.
Di episode ini juga memperlihatkan bagaimana stereotip Amerika
Serikat tentang Indonesia, yang dalam serial ini menjadi tamu kehormatan dalam
suatu jamuan makan malam kenegaraan. Dari beberapa scene ditunjukkan secara
jelas bahwa orang Indonesia adalah orang yang pendidikannya jauh di bawah orang
Amerika Serikat, ditandai dengan penggambaran presiden Indonesia yang hanya
bisa menjawab “yes” dan “no” ketika diajak berbincang oleh presiden Amerika
Serikat, di mana bisa diartikan secara gamblang bahwa orang Indonesia tidak
mahir berbahasa Inggris. Juga ketika staff kepresidenan Amerika Serikat sibuk
mencari penerjemah agar bisa berbincang dengan wakil staf kenegaraan Indonesia.
Hal ini dipandang sebagai sesuatu yang tidak sopan oleh wakil kenegaraan
Indonesia, karena ternyata ia bisa berbahasa Inggris dengan fasih.
Kesimpulannya menurut saya, serial ini bisa menjadi sebuah media
edukasi yang baik untuk para pelajar maupun mahasiswa dalam mempelajari ilmu
politik, khususnya dalam hal kepemerintahan. Di serial ini juga ditunjukkan
bahwa stereotipe-stereotipe yang beredar di masyarakat tentang suatu negara
tidaklah benar seratus persen adanya.
Pemahaman tentang politik hingga saat ini
Banyak orang berpikir bahwa politik itu jahat, kotor, licik, dosa,
penuh dengan permainan curang, serta hal-hal buruk lainnya. Mereka pun memilih
untuk menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan politik, hanya karena
mereka tidak paham makna politik sejatinya. Mereka hanya melihat orang-orang
yang melakukan dan menggunakan politik, bukan hakikat pengertian politik sebenarnya.
Pemikiran seperti ini sebenarnya dipicu oleh pemerintahan yang
dipenuhi oleh orang-orang berkepentingan yang memanfaatkan politik untuk
menguasai negara, mencari kejayaan dan kekayaan individu, yang sejatinya
merupakan orang-orang yang tidak memiliki pemahaman politik dengan benar.
Sehingga banyak terjadi tindakan-tindakan yang sebenarnya ‘tidak dibenarkan’
dalam politik, terjadi di dalam kepemerintahan, entah itu di badan eksekutif,
legislatif, maupun yudikatif.
Padahal jika kita mencoba memahami politik dengan benar dan lebih
dalam, politik adalah suatu penyelesaian masalah yang sangat baik dan sangat
dianjurkan untuk dilaksanakan. Di mana terjadi negosiasi, komunikasi tatap
muka, dan musyawarah, sehingga bisa mempertemukan banyak pihak mulai dari kelas
menengah ke bawah sampai kelas menengah ke atas, agar bisa didapatkan suatu
solusi untuk penyelesaian masalah yang tidak hanya memberi keuntungan bagi
kalangan elit, tetapi juga menjangkau dan memberi kebaikan bagi masyarakat
kalangan non-elit. Inilah esensi sebenarnya dari politik.
Sehingga merupakan suatu keharusan adanya reformasi mental, bahwa
dalam jajaran kalangan elit politik, orang-orang yang memegang kontrol adalah
memang orang-orang yang memiliki orientasi bekerja untuk kepentingan masyarakat
banyak, sehingga pemikiran yang dihasilkan adalah pemikiran yang bisa
memberikan manfaat bagi semua kalangan, bukannya dipegang oleh orang-orang yang
memiliki niat untuk mencari kejayaan dan kekayaan diri sendiri, ataupun untuk
membayar “hutang budi” kepada partai politik yang sudah mengusungnya sehingga
bisa berada pada elit politik.
Akhir kata, semoga masyarakat serta
pemerintahan Indonesia bisa lebih memahami arti politik yang sebenarnya,
sehingga pemerintah bisa menjalankan tugasnya dengan baik dalam memangku amanah
dari rakyat, dan rakyatpun bisa memberi kontribusi lebih kepada negara dan
pemerintahannya berupa kritik dan saran agar Indonesia bisa menjadi lebih maju
kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar