Masyarakat
adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi di dalam wilayah tertentu dan
berbagi budaya. Untuk mempelajari
tentang masyarakat, kita akan mengetahui secara lebih dalam dari pendekatan
empat ahli sosiologi:
1.
Pendekatan dari Gerhard Lenski : Pokok pembahasan
Lenski adalah pada pentingnya teknologi membentuk masyarakat.
2. Pendekatan dari Karl Marx : seperti Lenski, melihat sejarah panjang dari sudut
pandang masyarakat. Tetapi, Marx lebih mengarah pada konflik sosial yang muncul
karena orang-orang bekerja dalam sebuah sistem ekonomi untuk memproduksi
barang-barang.
3. Pendekatan dari Max
Weber : menunjukkan kekuatan gagasan atau cara berpikir yang membentuk
masyarakat. Weber membandingkan pemikiran tradisional dari masyarakat sederhana
dengan pemikiran rasional dari masyarakat yang kompleks sekarang ini.
4.
Pendekatan dari Emile Durkheim :
Durkheim membantu kita untuk melihat 2 hal yang berbeda bahwa masyarakat
tradisional dan masyarakat modern saling bergantung sama lain.
Ø GERHARD LENSKI: MASYARAKAT DAN TEKNOLOGI
Lenski
menggunakan pendekatan Evolusi Sosiokultural untuk mengartikan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam sebuah masyarakat yang memperoleh
teknologi-teknologi baru. Masyarakat dengan teknologi yang kompleks, misal
mobil dan handphone, akan lebih
produktif sehingga mereka dapat membantu ratusan dari jutaan orang yang tidak
mampu finansial. Menemukan atau mengadopsi teknologi baru dapat menimbulkan
reaksi-reaksi yang mengubah pikiran suatu masyarakat. Semakin banyak teknologi
yang masyarakat miliki, semakin cepat masyarakat tersebut mengalami perubahan.
Masyarakat Berburu dan Meramu
Masyarakat dalam bentuk
paling sederhana, hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup masyarakat pada
masa berburu dan meramu bergantung pada keluarga dalam melakukan pekerjaan.
Keluarga harus mampu mendapatkan dan membagi makanan, menjaga anggota keluarga,
dan mengajari cara untuk hidup pada anak-anak.
Masyarakat Bercocok Tanam dan Menggembala
Masyarakat menemukan cara
bercocok tanam dengan menggunakan alat-alat yang dapat meningkatkan hasil
panen. Masyarakat juga mulai menggembala hewan. Penggembala hidup secara
nomaden, berpindah-pindah. Hal tersebut dikarenakan mencari lahan dengan
rerumputan yang segar untuk pakan hewan mereka. Sedangkan pekebun membangun perkampungan
dan akan pindah jika tanah di perkampungan itu tidak subur lagi. Hal yang unik
adalah ketika suatu masyarakat mendapatkan hasil panen yang melimpah sehingga
melebihi kebutuhan pangan, tidak ada seorang pun yang akan bekerja memproduksi
makanan.
Masyarakat Agraris
Sekitar lima ribu tahun
yang lalu, revolusi lain dalam bidang teknologi terjadi di Timur Tengah, yaitu
agrikultur, yang merupakan pengolahan pada lahan skala besar dengan
memenfaatkan hewan atau sumber energi yang besar untuk membajak. Teknologi
membajak tanah dengan memanfaatkan hewan merupakan penemuan yang sangat penting
dalam periode itu, termasuk irigasi, roda, menulis, angka-angka, dan penggunaan
logam. Dalam sejarah, masa ini disebut sebagai awal masa peradaban.
Masyarakat Industri
Industrialisasi adalah
pemproduksian barang-barang menggunakan sumber energi terdepan untuk
menggerakan mesin-mesin besar. Sekitar
tahun 1750, orang-orang beralih ke tenaga air dan uap air untuk mengoperasikan
mesin giling dan pabrik-pabrik yang menggunakan mesin-mesin besar. Teknologi
industri memberikan orang-orang kekuatan untuk merubah lingkungan lebih cepat
dari sebelumnya. Mungkin boleh saja kita mengatakan bahwa masyarakat-masyarakat
industri telah berubah dalam satu abad terakhir, lebih cepat dari masyarakat
agraris yang berubah ratusan tahun.
Masyarakat
Postindustri
Dalam satu generasi terakhir, Sosiolog Daniel
Bell (1973) mengungkapkan istilah postindustrial yang mengarah pada
produksi informasi menggunakan teknologi computer. Proses produksi pada masyarakat industri di
pabrik-pabrik dan menggunakan mesin untuk menghasilkan barang-barang. Sedangkan
produksi pada postindustrial mengandalkan computer dan peralatan eletronik lain
yang akan mambuat, memproses, menyimpan, dan menerapkan informasi.Pada waktu
yang sama, banyak pekerjaan tersedia untuk pekerja administrasi, guru, penulis,
manajer pemasaran, dan marketingrepresentative,
semuanya melibatkan pemprosesan informasi. Dalam hal ini, masyarakat
postindustrial adalah pusat globalisasi.
Keterbatasan
Teknologi
Teknologi telah membuat hidup lebih baik dengan
meningkatkan produktivitas, mengurangi penyakit menular, dan kadang juga
menghilangkan rasa bosan. Akan tetapi teknologi tidak menyediakan solusi
perbaikan atas masalah-masalah sosial. Teknologi juga menciptakan masalah yang
sebelumnya belum pernah ada. Masyarakat industri dan postindustri memberikan
kita kebebasan individu tetapi kehilangan rasa untuk berkomunitas. Kemajuan
teknologi juga mengancam lingkungan fisik dan masalah-masalah lain.
Teknologi mungkin telah meningkatkan kehidupan
kita dan membuat manusia di dunia ini semakin berdekatan. Akan tetapi
menciptakan perdamaian, menjamin keadilan, dan menjaga lingkungan adalah
masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh teknologi.
Ø KARL MARX: MASYARAKAT DAN KONFLIK
Marx
melihat masyarakatnya dalam istilah-istilah kontradiksi dasar : Dalam sebuah
negara yang sangat kaya, bagaimana bias sangat banyak orang yang sangat miskin?
Bagaimana situasi ini dapat berubah? Lalu Marx berfikit tentang sosial konflik,
yaitu perjuangan antara bagian-bagian dari manyarakat melebihi sumber-sumber
nilai. Tipe terpenting dari konflik sosial adalah konflik kelas yang timbul
dari cara masyarakat memproduksi barang-barang material.
Masyarakat dan Produksi
Pada
sistem ekonomi ini, terjadi perpindahan sebagian kecil dari populasi ke dalam
kapitalis, yaitu orang-orang yang memiliki dan mengoperasikan pabrik-pabrik dan
bisnis-bisnis lain yang mendatangkan keuntungan. Kapitalis mendominasi pekerja
industri, yang disebut proletar, yaitu orang-orang yang menjual buruh untuk
mendapat gaji. Menurut Marx, sebuah sistem produksi kapitalis selalu berakhir
pada konflik antara kapitalis dan pekerja.
Konflik dan Sejarah
Menurut
Marx, konfik adalah mesin yang mengarahkan kepada perubahan sosial. Kadang
masyarakat berubah lambat (evolusi) tetapi dapat juga sangat cepat (revolusi).
Masayarakat berburu dan meramu membentuk masyarakat primitive komunis.
Kamunisme adalah sebuah sistem di mana orang-orang pada umumnya memiliki dan membagi
sama rata makanan dan hal-hal lain yang mereka hasilkan. Marx melihat bahwa,
keadaan ini mendukung suatu sistem feudal, di mana kaum elit atau bangsawan
memiliki power, dibantu oleh gereja
yang mengaku bahwa aturan ini mencerminkan keiinginan Tuhan. Itulah kenapa Marx
berfikir bahwa feodalisme secara sederhana adalah “pemerasan yang berkedok
keagaamaan dan politik.”
Kapitalisme dan Konflik Kelas
“Sejarah
dari semua masyarakat yang sampai sekarang masih ada adalah sejarah dari
perjuangan kelas.” Marx kadang menggunakan istilah konflik kelas untuk
menunjukkan konflik antara seluruh kelas melebihi distribusi kekayaan dan power suatu masyarakat. Industry
kapitalis merusak ikatan tersebut, oleh karena into loyalitas dan kehormatan
telah diganti oleh kepentingan diri sendiri.
Kapitalisme dan Pengasingan
Marx
juga menuduh masyarakat kapitalis dalam terjadinya pengasingan, yaitu
terjadinya isolasi dan membuat kesengsaraan karena ketidakberdayaan. Sebagai
manusia yang membuat teknologi untuk menguasai dunia, ekonomi kapitalis
meningkat lebih dari pengontrolan diri. Marx melihat pengasingan sebagai
rintangan dalam perubahan sosial.
Ø MAX WEBER: RASIONALISASI MASYARAKAT
Weber
menggunakan istilah idealism, yang menegaskan pemikiran manusia terkhusus pada
keprcayaan dan nilai dalam membentuk masyarakat. Dia berpendapat bahwa pembeda
terpenting dalam masyarakat adalah bukan bagaimana orang-orang memproduksi
barang-barang tetapi bagaimana orang-orang berfikir tentang dunia. Dalam
pandangan Weber, masyarakat modern adalah produk dari cara baru dalam berfikir.
Untuk perbandingan, dia mengandalkan tipe ideal, sebuah pernyataan abstrak dari
esensi karakter-karakter dalam fenomena sosial. Berfikir akan tipe ideal adalah
cara untuk menentukan sebuah tipe masyarakat dalam bentuk yang alami.
Dua Pandangan
Dunia : Tradisi dan Rasionalitas
Anggota masyarakat praindustri dibatasi oleh
tradisi dan orang-orang dalam masyarakat industri kapitalis dipandu oleh
rasionalitas. Tradisi berarti nilai-nilai dan kepercayaan dari satu generasi ke
generasi brikutnya. orang-orang tradisional dipandu oleh masa lalu dan merasa
percaya diri dalam menentukan jalan hidup. Sedangkan masyarakat modern lebih
memilih rasinalitas, yaitu cara berfikir yang menekankan pada kesengajaan,
berfikir, tenang, perhitungan efisiensi cara untuk menyelesaikan tugas.
Tesis Weber :
Protestanisme dan Kapitalisme
Weber mengklaim bahwa kunci lahirnya industry
kapitalis berawal dari Reformasi Protestan. Terlebih, dia melihat industry
kapitali sebagai hasil dari Calvinisme, sebuah kegarakan agama Kristen yang
dibuat oleh John Calvin (1509-1564). Calvinis memandang hidup sebagai hal yang
resmi dan rasional yang dikarakterkan oleh Weber sebagai pertapaan dunia dari
dalam. Dalam prakteknya, Calvinisme mendorong orang untuk menggunakan waktu dan
energinya untuk bekerja, dalam istilah modern, kita tahu ungkapan pengusaha
atau entrepreneur.
Berdasarkan pernyataan Weber, rasionalitas
adalah dasar dari masyarakat modern, menigkatkan Revolusi Industri dan
kapitalis.
Ø EMILE DURKHEIM: MASYARAKAT DAN FUNGSI
Struktur : Masyarakat Melebihi Diri Kita
“Untuk mencintai masyarakat adalah mencintai
apa yang di luar kita dana apa yang diri kita.” Emile
Durkheim (1858–1917). Dalam pemikirannya kita menemukan tujuan penting dari
masyarakat. Dia mengetahui bahwa masyarakat berada di luar diri kita.
Masyarakat lebih dari sekedar individu-individu yang berkumpul. Masyarakat
adalah jauh sebelum kita lahir, membentuk kita selama kita hidup, dan akan
meninggalkan sissa setelah kita tiada. Oleh karena itu, masyarakat memiliki power untuk mengarahkan pikiran dan
tindakan kita.
Fungsi : Masyarakat Sebagai Sistem
Fakta
sosial yang signifikan adalah lebih dari sekedar apa yang dilihat orang-orang
dalam keseharian. Fakta-fakta sosial membantu berlangsungnya masyarakat secara
keseluruhan. Dia menolak ungkapan bahwa tindakan criminal adalah tindakan
abnormal. Dia beranggapan tindakan criminal adalah normal untuk alasan yang
snagat mendasar : sebuah masyarakat tidak aka nada tanpa adanya tindakan
criminal.
Kepribadian : Masyarakat Dalam Diri Kita
Durkheim
berpendapat bahwa masyarakat bukan hanya apa yang di luat diri kita tetapi juga
apa yang ada dalam diri kita dan membantu membentuk kepribandian kita. Bagaiman
kita bertindak, berfikir, dan rasa adalah hasil dari asuhan masyarakat.
Masyarakat membentuk kita dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan
disiplin moral yang mengarahkan perilaku kita dan mengontrol keinginan kita.
Durkheim percaya bahwa manusia membutuhkan aturan dalam masyarakat karena kita
adalah makhluk yang berkeinginan lebih dan lebih dan harus ada aturan untuk
mengontrol diri kita.
Modernitas dan
Anomi
Dibandingkan ilmu pengetahuan tradisional,
ilmu pengetahuan modern sedikit menentukan batasan pada individu. Durkheim
mengakui manfaat dari kebebasan ada masa modern. Akan tetapi dia memeringatkan
meningkatnya anomi, yaitu suatu kondisi di mana masyarakat hanya menyediakan
sedikit enduan moral ada masing-masing individu. Oleh karena itu, Durkheim
menjelaskan, keinginan individu harus diimbangi
oleh tuntutan dan panduan dari masyarakat. Ya, keseimbangan itu kadang sulit
untuk dicaai di dunia modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar