Senin, 14 Mei 2018

MASYARAKAT


Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi di dalam wilayah tertentu dan berbagi budaya. Untuk mempelajari tentang masyarakat, kita akan mengetahui secara lebih dalam dari pendekatan empat ahli sosiologi:
1.      Pendekatan dari Gerhard Lenski : Pokok pembahasan Lenski adalah pada pentingnya teknologi membentuk masyarakat.
2.      Pendekatan dari Karl Marx : seperti Lenski, melihat sejarah panjang dari sudut pandang masyarakat. Tetapi, Marx lebih mengarah pada konflik sosial yang muncul karena orang-orang bekerja dalam sebuah sistem ekonomi untuk memproduksi barang-barang.
3.      Pendekatan dari Max Weber : menunjukkan kekuatan gagasan atau cara berpikir yang membentuk masyarakat. Weber membandingkan pemikiran tradisional dari masyarakat sederhana dengan pemikiran rasional dari masyarakat yang kompleks sekarang ini.
4.      Pendekatan dari Emile Durkheim : Durkheim membantu kita untuk melihat 2 hal yang berbeda bahwa masyarakat tradisional dan masyarakat modern saling bergantung sama lain.

Ø  GERHARD LENSKI: MASYARAKAT DAN TEKNOLOGI
Lenski menggunakan pendekatan Evolusi Sosiokultural untuk mengartikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam sebuah masyarakat yang memperoleh teknologi-teknologi baru. Masyarakat dengan teknologi yang kompleks, misal mobil dan handphone, akan lebih produktif sehingga mereka dapat membantu ratusan dari jutaan orang yang tidak mampu finansial. Menemukan atau mengadopsi teknologi baru dapat menimbulkan reaksi-reaksi yang mengubah pikiran suatu masyarakat. Semakin banyak teknologi yang masyarakat miliki, semakin cepat masyarakat tersebut mengalami perubahan.

Masyarakat Berburu dan Meramu
Masyarakat dalam bentuk paling sederhana, hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup masyarakat pada masa berburu dan meramu bergantung pada keluarga dalam melakukan pekerjaan. Keluarga harus mampu mendapatkan dan membagi makanan, menjaga anggota keluarga, dan mengajari cara untuk hidup pada anak-anak.
Masyarakat Bercocok Tanam dan Menggembala
Masyarakat menemukan cara bercocok tanam dengan menggunakan alat-alat yang dapat meningkatkan hasil panen. Masyarakat juga mulai menggembala hewan. Penggembala hidup secara nomaden, berpindah-pindah. Hal tersebut dikarenakan mencari lahan dengan rerumputan yang segar untuk pakan hewan mereka. Sedangkan pekebun membangun perkampungan dan akan pindah jika tanah di perkampungan itu tidak subur lagi. Hal yang unik adalah ketika suatu masyarakat mendapatkan hasil panen yang melimpah sehingga melebihi kebutuhan pangan, tidak ada seorang pun yang akan bekerja memproduksi makanan.
Masyarakat Agraris
Sekitar lima ribu tahun yang lalu, revolusi lain dalam bidang teknologi terjadi di Timur Tengah, yaitu agrikultur, yang merupakan pengolahan pada lahan skala besar dengan memenfaatkan hewan atau sumber energi yang besar untuk membajak. Teknologi membajak tanah dengan memanfaatkan hewan merupakan penemuan yang sangat penting dalam periode itu, termasuk irigasi, roda, menulis, angka-angka, dan penggunaan logam. Dalam sejarah, masa ini disebut sebagai awal masa peradaban.
Masyarakat Industri
Industrialisasi adalah pemproduksian barang-barang menggunakan sumber energi terdepan untuk menggerakan mesin-mesin besar. Sekitar tahun 1750, orang-orang beralih ke tenaga air dan uap air untuk mengoperasikan mesin giling dan pabrik-pabrik yang menggunakan mesin-mesin besar. Teknologi industri memberikan orang-orang kekuatan untuk merubah lingkungan lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin boleh saja kita mengatakan bahwa masyarakat-masyarakat industri telah berubah dalam satu abad terakhir, lebih cepat dari masyarakat agraris yang berubah ratusan tahun.
Masyarakat Postindustri
Dalam satu generasi terakhir, Sosiolog Daniel Bell (1973) mengungkapkan istilah postindustrial yang mengarah pada produksi informasi menggunakan teknologi computer.  Proses produksi pada masyarakat industri di pabrik-pabrik dan menggunakan mesin untuk menghasilkan barang-barang. Sedangkan produksi pada postindustrial mengandalkan computer dan peralatan eletronik lain yang akan mambuat, memproses, menyimpan, dan menerapkan informasi.Pada waktu yang sama, banyak pekerjaan tersedia untuk pekerja administrasi, guru, penulis, manajer pemasaran, dan marketingrepresentative, semuanya melibatkan pemprosesan informasi. Dalam hal ini, masyarakat postindustrial adalah pusat globalisasi.
Keterbatasan Teknologi
Teknologi telah membuat hidup lebih baik dengan meningkatkan produktivitas, mengurangi penyakit menular, dan kadang juga menghilangkan rasa bosan. Akan tetapi teknologi tidak menyediakan solusi perbaikan atas masalah-masalah sosial. Teknologi juga menciptakan masalah yang sebelumnya belum pernah ada. Masyarakat industri dan postindustri memberikan kita kebebasan individu tetapi kehilangan rasa untuk berkomunitas. Kemajuan teknologi juga mengancam lingkungan fisik dan masalah-masalah lain.
Teknologi mungkin telah meningkatkan kehidupan kita dan membuat manusia di dunia ini semakin berdekatan. Akan tetapi menciptakan perdamaian, menjamin keadilan, dan menjaga lingkungan adalah masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh teknologi.

Ø  KARL MARX: MASYARAKAT DAN KONFLIK
Marx melihat masyarakatnya dalam istilah-istilah kontradiksi dasar : Dalam sebuah negara yang sangat kaya, bagaimana bias sangat banyak orang yang sangat miskin? Bagaimana situasi ini dapat berubah? Lalu Marx berfikit tentang sosial konflik, yaitu perjuangan antara bagian-bagian dari manyarakat melebihi sumber-sumber nilai. Tipe terpenting dari konflik sosial adalah konflik kelas yang timbul dari cara masyarakat memproduksi barang-barang material.
Masyarakat dan Produksi
Pada sistem ekonomi ini, terjadi perpindahan sebagian kecil dari populasi ke dalam kapitalis, yaitu orang-orang yang memiliki dan mengoperasikan pabrik-pabrik dan bisnis-bisnis lain yang mendatangkan keuntungan. Kapitalis mendominasi pekerja industri, yang disebut proletar, yaitu orang-orang yang menjual buruh untuk mendapat gaji. Menurut Marx, sebuah sistem produksi kapitalis selalu berakhir pada konflik antara kapitalis dan pekerja.
Konflik dan Sejarah
Menurut Marx, konfik adalah mesin yang mengarahkan kepada perubahan sosial. Kadang masyarakat berubah lambat (evolusi) tetapi dapat juga sangat cepat (revolusi). Masayarakat berburu dan meramu membentuk masyarakat primitive komunis. Kamunisme adalah sebuah sistem di mana orang-orang pada umumnya memiliki dan membagi sama rata makanan dan hal-hal lain yang mereka hasilkan. Marx melihat bahwa, keadaan ini mendukung suatu sistem feudal, di mana kaum elit atau bangsawan memiliki power, dibantu oleh gereja yang mengaku bahwa aturan ini mencerminkan keiinginan Tuhan. Itulah kenapa Marx berfikir bahwa feodalisme secara sederhana adalah “pemerasan yang berkedok keagaamaan dan politik.”
Kapitalisme dan Konflik Kelas
“Sejarah dari semua masyarakat yang sampai sekarang masih ada adalah sejarah dari perjuangan kelas.” Marx kadang menggunakan istilah konflik kelas untuk menunjukkan konflik antara seluruh kelas melebihi distribusi kekayaan dan power suatu masyarakat. Industry kapitalis merusak ikatan tersebut, oleh karena into loyalitas dan kehormatan telah diganti oleh kepentingan diri sendiri.
Kapitalisme dan Pengasingan
Marx juga menuduh masyarakat kapitalis dalam terjadinya pengasingan, yaitu terjadinya isolasi dan membuat kesengsaraan karena ketidakberdayaan. Sebagai manusia yang membuat teknologi untuk menguasai dunia, ekonomi kapitalis meningkat lebih dari pengontrolan diri. Marx melihat pengasingan sebagai rintangan dalam perubahan sosial.

Ø  MAX WEBER: RASIONALISASI MASYARAKAT
Weber menggunakan istilah idealism, yang menegaskan pemikiran manusia terkhusus pada keprcayaan dan nilai dalam membentuk masyarakat. Dia berpendapat bahwa pembeda terpenting dalam masyarakat adalah bukan bagaimana orang-orang memproduksi barang-barang tetapi bagaimana orang-orang berfikir tentang dunia. Dalam pandangan Weber, masyarakat modern adalah produk dari cara baru dalam berfikir. Untuk perbandingan, dia mengandalkan tipe ideal, sebuah pernyataan abstrak dari esensi karakter-karakter dalam fenomena sosial. Berfikir akan tipe ideal adalah cara untuk menentukan sebuah tipe masyarakat dalam bentuk yang alami.
Dua Pandangan Dunia : Tradisi dan Rasionalitas
Anggota masyarakat praindustri dibatasi oleh tradisi dan orang-orang dalam masyarakat industri kapitalis dipandu oleh rasionalitas. Tradisi berarti nilai-nilai dan kepercayaan dari satu generasi ke generasi brikutnya. orang-orang tradisional dipandu oleh masa lalu dan merasa percaya diri dalam menentukan jalan hidup. Sedangkan masyarakat modern lebih memilih rasinalitas, yaitu cara berfikir yang menekankan pada kesengajaan, berfikir, tenang, perhitungan efisiensi cara untuk menyelesaikan tugas.

Tesis Weber : Protestanisme dan Kapitalisme
Weber mengklaim bahwa kunci lahirnya industry kapitalis berawal dari Reformasi Protestan. Terlebih, dia melihat industry kapitali sebagai hasil dari Calvinisme, sebuah kegarakan agama Kristen yang dibuat oleh John Calvin (1509-1564). Calvinis memandang hidup sebagai hal yang resmi dan rasional yang dikarakterkan oleh Weber sebagai pertapaan dunia dari dalam. Dalam prakteknya, Calvinisme mendorong orang untuk menggunakan waktu dan energinya untuk bekerja, dalam istilah modern, kita tahu ungkapan pengusaha atau entrepreneur.
Berdasarkan pernyataan Weber, rasionalitas adalah dasar dari masyarakat modern, menigkatkan Revolusi Industri dan kapitalis.

Ø  EMILE DURKHEIM: MASYARAKAT DAN FUNGSI
Struktur : Masyarakat Melebihi Diri Kita
“Untuk mencintai masyarakat adalah mencintai apa yang di luar kita dana apa yang diri kita.” Emile Durkheim (1858–1917). Dalam pemikirannya kita menemukan tujuan penting dari masyarakat. Dia mengetahui bahwa masyarakat berada di luar diri kita. Masyarakat lebih dari sekedar individu-individu yang berkumpul. Masyarakat adalah jauh sebelum kita lahir, membentuk kita selama kita hidup, dan akan meninggalkan sissa setelah kita tiada. Oleh karena itu, masyarakat memiliki power untuk mengarahkan pikiran dan tindakan kita.
Fungsi : Masyarakat Sebagai Sistem
Fakta sosial yang signifikan adalah lebih dari sekedar apa yang dilihat orang-orang dalam keseharian. Fakta-fakta sosial membantu berlangsungnya masyarakat secara keseluruhan. Dia menolak ungkapan bahwa tindakan criminal adalah tindakan abnormal. Dia beranggapan tindakan criminal adalah normal untuk alasan yang snagat mendasar : sebuah masyarakat tidak aka nada tanpa adanya tindakan criminal.
Kepribadian : Masyarakat Dalam Diri Kita
Durkheim berpendapat bahwa masyarakat bukan hanya apa yang di luat diri kita tetapi juga apa yang ada dalam diri kita dan membantu membentuk kepribandian kita. Bagaiman kita bertindak, berfikir, dan rasa adalah hasil dari asuhan masyarakat. Masyarakat membentuk kita dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan disiplin moral yang mengarahkan perilaku kita dan mengontrol keinginan kita. Durkheim percaya bahwa manusia membutuhkan aturan dalam masyarakat karena kita adalah makhluk yang berkeinginan lebih dan lebih dan harus ada aturan untuk mengontrol diri kita.

Modernitas dan Anomi
Dibandingkan ilmu pengetahuan tradisional, ilmu pengetahuan modern sedikit menentukan batasan pada individu. Durkheim mengakui manfaat dari kebebasan ada masa modern. Akan tetapi dia memeringatkan meningkatnya anomi, yaitu suatu kondisi di mana masyarakat hanya menyediakan sedikit enduan moral ada masing-masing individu. Oleh karena itu, Durkheim menjelaskan,  keinginan individu harus diimbangi oleh tuntutan dan panduan dari masyarakat. Ya, keseimbangan itu kadang sulit untuk dicaai di dunia modern.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar