Kita terbiasa dengan pernyataan-pernyataan umum tentang kemajuan
teknologi yang mampu merubah dunia kita dan justru kita tidak paham dengan
jelas apa makna spesifik yang sebenarnya. Ketika kita mendiskusikan efek dari
beberapa teknologi terhadap perilaku sosial, kita cenderung menganggap begitu
saja bahwa teknologi adalah penyebabnya. Untuk menghindari pengamatan yang
dangkal, kita harus melihat gagasan sebab dan akibat antara teknologi dan
masyarakat, teknologi dan budaya, teknologi dan psikologi.
Pertanyaan tentang sebab dan akibat antara masyarakat dan teknologi
mungkin tampak sangat sulit, padahal sangatlah praktis. Tanpa itu semua tidak
mungkin untuk menetapkan apakah teknologi adalah sebab atau akibatnya. Pertanyaan-pertanyaan
ini merupakan bagian penting dari argumen budaya kita.
A.
VERSI DARI SEBAB DAN AKIBAT DALAM TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT
Banyak orang memiliki pernyataan yang berbeda-beda terhadap
televisi sebagai sebuah kemajuan teknologi. Tapi disini kita bisa
mengklasifikasikanya menjadi dua perbedaan pendapat secara luas.
·
Televisi
sebagai penemuan yang dibuat secara sengaja
Tidak ada
alasan khusus kenapa teknologi ini ditemukan. Demikian juga konsekuensinya juga
disengaja. Jika televisi belum ditemukan, perubahan budaya dan masyarakat
tertentu pasti tidak akan terjadi.
Pendapat ini biasanya disebut sebagai technological deternism.
Teknologi baru ditemukan dengan dasarnya penelitian proses internal dan
pengembangan yang kemudian menetapkan kondisi perubahan sosial dan
perkembangannya, yang ‘menciptakan dunia modern’. Penelitian dan perkembangan
telah diasumsikan sebagai self-generating. Teknologi baru ditemukan sebagai
sebuah bola independen yang kemudian menciptakan masyarakat dan kondisi manusia
yang baru.
·
Televisi
sebagai kecelakaan teknologi
Makna utamanya
terletak pada kegunaannya, yang merupakan gejala dari beberapa orde masyarakat
atau beberapa sifat manusia.
Orang-orang
yang memiliki opini seperti ini cenderung berpendapat meskipun televisi tidak
ditemukan, manusia masih bisa digerakkan atau terhibur tanpa henti, meskipun di
beberapa sisi mungkin tidak sekuat seperti pengaruh televisi.
Bisa disebut
sebagai social deternism. Kemudian symptomatic technology ini
dianggap jika suatu kompleks teknologi adalah sebuah gejala dari perubahan
lainnya. Melihat teknologi tertentu sebagai produk sampingan dari sebuah proses
sosial yang ditentukan sebaliknya.
Perdebatan di antara
dua pendapat umum ini menempati bagian yang lebih penting dari pemikiran kita
tentang teknologi, keduanya membuat poin-poin penting meskipun pada akhirnya
semuanya tidak memiliki titik temu, karena keduanya sama-sama mengabstraksikan
teknologi dari masyarakat. Ini memungkinkan untuk menggaris bawahi perbedaan interpretasi
yang membolehkan kita untuk tidak hanya melihat sejarahnya dengan cara yang
lebih radikal, dengan memugar kembali maksud dari proses penelitian dan
pengembangan. Teknologi adalah penelitian dan pengembangan dengan tujuan
tertentu yang sudah ada dalam pikiran.
B.
SEJARAH SOSIAL DARI TELEVISI SEBAGAI SEBUAH TEKNOLOGI
Penemuan
televisi bermula dari berkembangnya listrik, telegrafi, fotografi dan gambar
bergerak, serta radio. Bisa dikatakan telah dipisahkan sebagai spesifik
teknologi objektif pada periode 1875-1890, dan kemudian setelah sebuah
hambatan, kemudian berkembang lagi dari 1920 sampai pada sistem televisi publik
pertama pada 1930-an hingga menjadi teknologi canggih seperti sekarang ini.
Semua range
teknologi ini dikembangkan selama beberapa abad sehubungan dengan dan sebagai
tanggapan terhadap perubahan sosial dan ekonomi.
C.
SEJARAH SOSIAL DARI PENGGUNAAN TEKNOLOGI TELEVISI
Tidak seperti
semua teknologi komunikasi sebelumnya, radio dan televisi adalah sistem yang
dirancang untuk transmisi dan penerimaan sebagai proses abstrak, dengan sedikit
atau bahkan tidak ada definisi dari konten sebelumnya.
Penyiaran
adalah produk sosial dari kecenderungan mobilitas di satu tangan dan unit self-contained
keluarga di sisi lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar