Penyimpangan
adalah pelanggaran yang diakui norma-norma budaya di hampir semua aktivitas
manusia, sehingga konsep penyimpangan cukup luas. Salah satu kategori
penyimpangan adalah kejahatan atau pelanggaran dari masyarakat secara resmi
diberlakukan hukum pidana.
Kontrol sosial
Kontrol sosial
adalah upaya masyarakat untuk mengatur pikiran dan perilaku seseorang.
Seringkali proses ini bersifat informal, kecuali kasus penyimpangan yang
serius, mungkin lebih melibatkan sistem peradilan pidana, organisasi-polisi,
pengadilan, dan lain-lain.
Faktor
kepribadian
Seperti teori
biologis, penjelasan psikologis penyimpangan fokus pada kelainan dalam
kepribadian individu. Beberapa ciri-ciri kepribadian diwariskan, tetapi
sebagian besar psikolog berpikir kepribadian terbentuk terutama oleh pengalaman
sosial. Maka penyimpangan dipandang sebagai hasilnya dari "gagal"
sosialisasi.
Evaluasi
Psikolog telah menunjukkan bahwa pola kepribadian memiliki beberapa sambungan
ke penyimpangan. Beberapa penjahat serius seperti psikopat yang tidak merasa
bersalah atau malu, tidak takut hukuman, dan memiliki sedikit atau tidak ada
simpati bagi orang-orang yang mereka membahayakan (Herpertz & Sass, 2000).
Lebih umum,
kapasitas untuk pengendalian diri dan kemampuan untuk menahan frustrasi tampaknya
menjadi keterampilan yang mempromosikan kesesuaian. Namun, seperti dicatat
dalam kasus biologis pendekatan, kejahatan yang paling serius dilakukan oleh
orang-orang yang psikologis profil normal. Kedua pendekatan biologis dan
psikologis melihat penyimpangan sebagai sifat individu.
Yayasan Penyimpangan
Sosial
Meskipun kita
cenderung melihat penyimpangan sebagai pilihan bebas atau kegagalan pribadi
individu, semua perilaku-penyimpangan serta kesesuaian-adalah dibentuk oleh
masyarakat sendiri. Dua yayasan sosial penyimpangan diidentifikasi di sini:
1. Penyimpangan
bervariasi sesuai dengan norma-norma budaya.
Suatu hal
menjadi menyimpang hanya dalam kaitannya dengan norma-norma tertentu. Karena
norma bervariasi dari tempat ke tempat, penyimpangan juga bervariasi.
2. Bagaimana
masyarakat mengatur norma dan bagaimana mereka mendefinisikan melanggar aturan
keduanya melibatkan kekuatan sosial. Karl Marx mengatakan hukum adalah sarana
yang kuat melindungi kepentingan mereka. Singkatnya, norma dan bagaimana kita
menerapkannya mencerminkan ketimpangan sosial.
Ø Fungsi
dari Penyimpangan: Teori Struktural-Fungsional
·
Pemikiran dasar Durkheim
Menurut
pendapat Emile Durkheim (1893, 1895), penyimpangan merupakan elemen penting
dari organisasi sosial. Durkheim juga berpendapat bahwa penyimpangan adalah
bagian normal dan diperlukan semua masyarakat karena memberikan
kontribusi terhadap tatanan sosial. Sebagai struktural-fungsionalis,
Durkheim identifikasi 4 fungsi utama dari
penyimpangan, yaitu :
1. Penyimpangan menegaskan nilai-nilai dan norma-norma budaya.
Setiap perbuatan baik pasti memiliki lawan yaitu tindakan menyimpang (tidak
baik). Artinya, tidak ada kebaikan tanpa adanya ketidakbaikan itu sendiri. Oleh karena itu, penyimpangan diperlukan untuk menetapkan dan menguatkan moral masyarakat.
2. Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan memperjelas batas
moral.
Dengan dikatakan seseorang
berperilaku menyimpang, berarti masyarakat mengetahui kejelasan mengenai apa
yang dianggap benar dan apa yang dianggap salah.
3. Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan masyarakat.
Setiap ada perilaku penyimpangan, masyarakat pada umumnya secara bersama-sama
akan menindak para pelaku penyimpangan. Hal tersebut menegaskan bahwa ikatan moral akan
mempersatukan masyarakat.
4. Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial.
Para pelaku penyimpangan senantiasa menekan batas moral masyarakat, berusaha
memberikan alternatif baru terhadap kondisi masyarakat dan mendorong
berlangsungnya perubahan.
Teori Ketegangan Merton
Beberapa penyimpangan mungkin diperlukan untuk fungsi masyarakat, tapi
Robert Merton (1938, 1968) berpendapat bahwa masyarakatlah yang menyebabkan
terjadinya penyimpangan. Secara khusus, tingkat dan jenis penyimpangan
seseorang tergantung pada kondisi apakah masyarakat memberikan sarana (seperti
sekolah dan kesempatan kerja) untuk mencapai tujuan budaya (seperti kesuksesan
finansial).
Ø Penyimpangan
Labeling : Teori Interaksionis-Simbolis
Teori ini menjelaskan bagaimana orang mengartikan penyimpangan
dalam keadaan setiap hari. Dari sudut pandang ini, mendefinisikan penyimpangan
dan konformitas merupakan fleksibilitas yang mengejutkan.
1.
Teori
Labeling
Kontribusi awal dari teori
interaksionis-simbolis menganalisis teori labeling, yaitu gagasan dimana
penyimpangan dan konformitas menghasilkan tidak banyak dari apa yang orang
lakukan dari bagaimana orang lain merespon tindakan yang lainnya. Teori
labeling menekankan relatifitas penyimpangan., berarti bahwa orang bisa
mendefinisikan tindakan yang sama dalam beberapa cara.
2.
Penyimpangan
Primer dan Sekunder
Edwin Lemert (1951, 1972) mengamati
bahwa beberapa pelanggaran norma-berhenti sekolah atau peminum dibawah
umur-memancing sedikit reaksi dari orang lain dan punya sedikit efek pada
seseorang. Lemert menyebutnya sebagai penyimpangan primer.
“Saat seseorang mulai
menggunakan..penyimpangan perilaku sebagai makna dalam pembelaan, serangan,
atau pembenaran pada.. masalah yang diciptakan dari reaksi masyarakat.”
Penyimpangan berubah menjadi sekunder.
3.
Stigma
Penyimapangan sekunder menandakan
awal dari apa yang Goffman (1963) sebut karir penyimpangan. Sebagai orang yang
membangun komitmen yang lebih kuat untuk tindakan penyimpangan, tipe ini
biasanya mendapatkan sebuah stigma, label negative yang sangat kuat dimana
mengubah besar jati diri dan identitas social.
4.
Restropeksi
dan Labeling Projektif
Saat seseorang menodai seorang
individu, mereka mungkin menggunakan restrospektif labeling, menggambarkan
masalau seseorang dalam keterangan beberapa penyimpangan sekarang (Scheff, 1984).
Hampir sama, orang menggunakan
projective labeling dalam menstigma seseorang, menggunakan identitas
penyimpangan seseorang untuk memprediksikan masa depan.
MEDIALISASI
PENYIMPANGAN
Medialisasi penyimpangan merupakan transformasi penyimpangan formal
dan legal kedalam kondisi kesehatan. Medialisasi bermaksud menukar satu set
label pada yang lain. Dalam hal moral, kita mengevaluasi orang atau tingkah
mereka seperti “baik” atau “buruk”.
Bagaimanapun juga ilmu objektivitas obat melewati penilaian moral, daripada
menggunakan klinik untuk mendiagnosa “sakit” atau “baik”.
PERBEDAAN
PEMBUATAN LABEL
Walupun kita mengartikan penyimpangan sebagai sebuah moral atau isu
medis yang punya tiga konsekuensi. Pertama, hal ini berdampak siapa yang
merespon penyimpangan. Sebuah kejahatan menentang moralitas umum yang biasa
membawa sebuah reaksi dari anggota komunitas atau polisi. Sebuah label medis,
menempatkan situasi dibawah control dari klinik spesialis, termasuk konselor,
psikiater, dan dokter.
Isu kedua adalah bagaimana orang merespon penyimpangan. Sebuah
pendekatan moral mengartikan penyimpangan seperti subjek pelanggar atau
hukuman. Secara medis, mereka pasien yang membutuhkan perawatan. Hukuman di
desain untuk mengembalikan kejahatan, tapi program perawatan dikhususkan pada
pasien dan mungkin melibatkan terapi yang sebenarnya bahwa seorang spesialis
berfikir untuk mencegah penyimpangan masa depan.
Ketiga, dan sangat penting, dua label berbeda dalam kompetensi
pribadi dari penyimpangan seseorang. Dari sudut moral, walaupun kita benar atau
salah, setidaknya kita mengambil tanggungjawab dari tingkah laku kita. Saat
kita diartikan sakit, kita terlihat seperti tidak bisa di control. Orang yang
dilabel tidak berkompeten berubah subjek dalam perawatan, sering melawan
keinginan mereka. Untuk alasan utama
ini, usaha untuk mengartikan penyimpangan dalam hal harus dibuat dengan
peringatan keras.
Teori
Perbedaan Kerjasama Sutherland
Mempelajari beberapa pola tingkah laku, walaupun konvensional atau
penyimpangan adalah proses yang mengambil tempat dalam kelompok. Menurut Edwin
Sutherland (1940), kecenderungan seseorang terhadap keseragaman atau penyimpangan bergantung pada kontak dengan orang lain yang
mendorong penerimaan tindakan konvensional.
Teori
Kontrol Hirchi
Sosiologis
Travis Hirschi mengembangkan teori kontrol, Hirschi memetakan empat unsur utama
di dalam kontrol sosial internal yang terkandung di dalam proposisinya,yaitu:
1.
Attachment atau kasih sayang adalah sumber kekuatan yang muncul dari hasil
sosialisasi di dalam kelompok primernya (misalnya: keluarga), sehingga individu
memiliki komitmen yang kuat untuk patuh terhadap aturan.
2.
Commitment atau tanggung jawab yang kuat terhadap aturan dapat memberikan
kerangka kesadaran mengenai masa depan. [5] Bentuk
komitmen ini, antara lain berupa kesadaran bahwa masa depannya akan suram
apabila ia melakukan tindakan menyimpang.
3.
Involvement atau keterlibatan akan mendorong individu untuk berperilaku
partisipatif dan terlibat di dalam ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan
oleh masyarakat. [5] Intensitas
keterlibatan seseorang terhadap aktivitas-aktivitas normatif konvensional
dengan sendirinya akan mengurangi peluang seseorang untuk melakukan
tindakan-tindakan melanggar hukum.
4.
Believe atau kepercayaan, kesetiaan, dan kepatuhan terhadap norma-norma sosial atau aturan masyarakat
akhirnya akan tertanam kuat di dalam diri seseorang dan itu berarti aturan
sosial telah self-enforcing dan eksistensinya (bagi setiap individu)
juga semakin kokoh.
Ø Penyimpangan
dan Ketimpangan : Teori Konflik Sosial
Penyimpangan
dan Kekuasaan
Teori konflik sosial menjelaskan pola ini dalam tiga cara. Pertama, semua
norma-terutama hukum dari semua masyarakat- pada umumnya mencerminkan
kepentingan orang kaya dan berkuasa. Karl Marx berpendapat bahwa hukum dan
semua lembaga sosial lainnya mendukung kepentingan orang kaya. Atau seperti
Richard Quinney katakan, "keadilan kapitalis adalah oleh kelas kapitalis, untuk
kelas kapitalis, dan terhadap kelas pekerja". Kedua, bahkan jika perilaku
mereka dipertanyakan, yang berkuasa memiliki pengaruh untuk menolak label
menyimpang. Ketiga, keyakinan yang sudah tersebar luas bahwa norma dan hukum
adalah topeng yang alami dan tepat dibalik karakter politik mereka. Untuk alasan
ini, meskipun kita mungkin tidak setuju dengan implementasinya, kita memberikan
sedikit pemikiran apakah hukum itu sendiri benar-benar adil atau tidak.
Penyimpangan
dan Kapitalisme
Dalam tradisi Marxis, Steven Spitzer (1980) berpendapat bahwa label
menyimpang diterapkan untuk orang-orang yang mengganggu pengoperasian
kapitalisme.
Pertama, karena kapitalisme didasarkan pada kontrol
kekayaan pribadi, orang-orang yang mengancam milik orang lain-terutama
masyarakat miskin yang mencuri dari orang kaya-adalah kandidat utama untuk
dicap menyimpang. Di sisi lain, orang kaya yang mengambil keuntungan dari orang
miskin lebih sedikit memiliki kemungkinan untuk diberi label menyimpang. Kedua,
karena kapitalisme tergantung pada tenaga kerja produktif, orang yang tidak
dapat atau tidak bekerja berisiko menjadi golongan menyimpang. Ketiga,
kapitalisme tergantung pada penghormatan terhadap figur otoritas, menyebabkan orang-orang
yang menolak kewenangan untuk diberi label menyimpang.
Kejahatan Kerah Putih
Kejahatan Kerah
Putih (White Collar Crime) adalah
Suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada sector
pemerintahan atau sector swasta, yang memiliki posisi dan wewenang yang dapat
mempengaruhi suatu kebijakan dan keputusan. Istilah ini diciptakan pada tahun
1939 dan sekarang identik dengan berbagai macam penipuan yang dilakukan oleh
para profesional bisnis dan pemerintah.
Kejahatan Perusahaan (corporate crime)
Yang dimaksud
dengan corporate crime adalah suatu bentuk kejahatan (crime) dalam
bentuk white collar crime, yang merupakan tindakan yang melanggar hokum pidana,
yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau badan hokum pidana, yang bergerak
dibidang bisnis, melalui pengurus atau yang diotorisasi olehnya, di mana
meskipun perusahaan an sich tidak pernah mempunyai niat
jahat (men
rea). Akan tetapi, dengan pertimbangan tertentu, perusahaan
tersebut yang harus bertanggung jawab secara hukumdan karenanya perusahaan
tersebutlah yang harus dihukum pidana meskipun hanya terbatas pada hukuman denda,
hukuman percobaan, atau hukuman tambhan seperti pencabutan izin dan sebagainya.
Kejahatan terorganisir
Sering digolongkan ke dalam salah satu bentuk white collar crime. Yang
dimaksud dengan kejahatan terorganisir adalah suatu jenis kejahatan kerah putih
yang dilakukan oleh para mafia dalam suatu jaringan yang terorganisir rapi
dalam suatu orgamisasi bawah tanah.
Dilihat dari keabsahan bisnisnya, suatu kejahatan terorganisir dapat
dikategorikan ke dalam:
- Kejahatan dengan bisnis gelap.
- Kejahatan dengan bisnis setengah gelap.
- Kejahatn dengan
bisnis terang-terangan
Ø Penyimpangan,
Ras Dan Gender
Sebuah kejahatan pembencian
merupakan sebuah tindakan kejahatan melawan seseorang atau properti seseorang
dengan tujuan menyerang secara rasial atau prasangka lain. Sebuah kejahatan
pembencian bisa menunjukkan permusuhan terhadap ras, agama, etnis, atau leluhur
dan sejak 2009 orientasi seksual kekurangan fisik seseorang.
Ø Kejahatan
Kejahatan
merupakan pelanggaran dari hukum kejahatan yang ditetapkan oleh local, Negara
dan pemerintah federal. Semua kejahatan terdiri dari dua unsur: tindakannya
sendiri dan tujuan kejahatan. Tujuan merupakan tingkatan yang berarti,
menjangkau dari semua kemauan menghubungkan kelalaian.
Jenis Kejahatan
Kejahatan menyerang seseorang atau disebut kejahatan pelanggaran
adalah kejahatan yang secara langsung atau ancaman pelanggaran melawan orang
lain. Kejahatan pelanggaran termasuk membunuh dan pembunuhan yang tidak
direncana, serangan yang menjengkelkan, serangan yang tidak syah dari seseorang
terhadap orang lain dengan tujuan yang berakibat besar atau cedera badan,
kekerasan seksual, dan perampokan.
Kejahatan melawan property, juga disebut kejahatan property
merupakan keajahatan yang melibatkanpencurian property milik orang lain.
Kejahatan property termasuk perampokan, pencurian, pencurian langsung.
Kejahatan tanpa korban merupakan pelanggaran hukum dimana tidak ada
korban secara langsung. Juga disebut kejahatan tanpa pengaduan., mereka
termasuk penggunaan obat-obatan, prostitusi dan perjudian. Istilah “kejahatan
tanpa korban” menyesatkan .
Ø Sistem
Peradilan Kejahatan di US
Sistem peradilan
kejahatan adalah sistem formal masyarakat dari kontrol sosial. Kita akan
memeriksa dengan singkat pokok dari unsur sistem peradilan kejahatan US:
polisi,pengadilan, dan sistem hukuman serta koreksi. Bagaimanapun kita harus
mengerti asas yang mendasari segala sistem dan gagasan dari proses hukum.
·
Proses
Hukum
Proses hukum itu sederhana, tapi gagasan yang sangat penting.
Sistem peradilan kejahatan harus dijalankan sesuai dengan hukum. Prinsip ini
tertanam pada sepuluh amandemen pertama untuk US. Konstitusinya dikenal dengan
“Bill of Right” disetujui menurut kongres 1791.
·
Polisi
Polisi biasanya melayani sebagai pokok dari hubungan antara
populasi masyarakat dan sistem peradilan kejahatan. Menurut prinsip, polisi
memelihara ketentraman umum dengan penyelenggaraan hukum. Polisi juga bertugas
dalam hal penangkapan.
·
Pengadilan
Setelah penangkapan,pengaadilan menetapkan salah atau tidaknya
tersangka. Pada dasarnya,pengadilan US mengandalkan proses permusuhan yang
melibatkan pengacara mewakili terdakwa dan pihak lain dihadapkan hakim yang
mengawasi jalannya prosedur hukum.
·
Hukuman
Menurut scholar ada 4 alasan
dasar yang diperoleh dari hukuman penjahat:
o
Retribusi
/balas jasa
o
Penolakan
o
Rehabilitasi
o
Perlindungan
sosial
·
Hukuman
Mati
Mungkin isu paling kontroversial yang melibatkan hukuman adalah
hukuman mati. Antara 1977-2011,sekitar 7500 orang mati di pengadilan US,melalui
1234 eksekusi. Hukuman ini digunakan untuk kejahatan yang sangat serius,seperti
pembunuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar